Kamis, 13 Juni 2024

6 Rekomendasi Kegiatan Pengisi Libur Panjang Anak. No. 5 Tidak Butuh Banyak Pengeluaran, lho





Libur telah tiba

Libur telah tiba

Hatiku gembira


Hayo … siapa yang bacanya sambil nyanyi dan berbunga-bunga hatinya?

Ujian akhir semester sekolah tunai sudah beberapa hari yang lalu. Sekarang saatnya menanti waktu pembagian rapor, kemudian datanglah waktu libur panjang.


Sudahkah kalian menyiapkan daftar kegiatan untuk mengisi libur panjang nanti?

Kalau belum dan masih bingung, boleh dibaca-baca dulu tulisan ini. Siapa tahu menginspirasi dan menjadikan libur panjang kalian bersama anak-anak tidak akan mati gaya.


6 Rekomendasi kegiatan mengisi libur panjang anak


  1. Ikut Short Course

Ketika libur panjang sekolah tiba, biasanya banyak tempat-tempat kursus yang membuka kesempatan untuk kursus singkat. Durasi waktunya ada yang sehari selesai, ada pula yang diselenggarakan selama beberapa hari.


 Tidak hanya kursus secara offline, saat ini sudah banyak yang juga membuka kursus secara online. Contohnya, kursus bahasa asing, kursus robotik, kursus coding, dan lain-lain. Jadi, tinggal pilih saja mana yang sesuai dengan keinginan anak. Terpenting juga pilih mana yang cocok dengan kantong orang tua.


  1. Masuk Tahfid Camp

Untuk orang tua yang menginginkan anak mendalami agama, bisa memilih mengikutkan anak dalam kegiatan tahfid camp. Biasanya pondok pesantren atau komunitas agama membuka kegiatan sejenis pesantren kilat ini saat libur panjang.


Kegiatannya apa?

Tidak jauh-jauh dari nama kegiatannya tentu saja. Layaknya anak-anak yang tinggal di pesantren, kegiatan tahfid camp mirip seperti itu. Bedanya, biasanya tahfid camp ini hanya menghafal satu surat panjang saja. 


  1. Pergi ke tempat wisata

Nah, ini salah satu kegiatan yang pasti sudah banyak masuk dalam daftar kegiatan libur panjang kalian, kan. Jangan hanya satu atau tiga tempat wisata yang dimasukkan ke dalam daftar. Sebaiknya lebih agar semakin banyak waktu jalan-jalan bersama anak. Demi mempererat bonding bersama mereka. Dan jangan lupa sertakan edukasi untuk anak ketika pergi ke tempat-tempat wisata. Jadi, libur sekolah tidak berarti berhenti belajar.


  1. Family Camping

Untuk kalian yang suka dengan kegiatan outdoor sangat direkomendasikan kegiatan ini. Apalagi bisa sambil playdate bersama keluarga teman. Wah, pasti lebih seru. 


Selain mendapat keseruan, pastinya mengajak anak lebih dekat dengan alam akan melatih mereka untuk mencintai alam. Ketika mereka bisa mencintai alam, maka tidak akan berbuat semena-mena apalagi merusak keindahan alam. 


  1. Kunjungi Perpustakaan Daerah

Pilihan kegiatan ini mungkin salah satu yang tidak membutuhkan banyak pengeluaran. Masuk ke perpustakaan itu gratis. Hanya saja kalau ada biaya parkir mungkin harus mengeluarkan uang sebanyak Rp 2000 atau paling besar Rp 3000.


Kalian bisa quality time bersama anak dengan membaca buku bersama dengan pilihan jenis buku yang sangat beragam. Tinggal pilih sesuai kesukaan atau kebutuhan.


  1. Membuat Kerajinan Tangan di Rumah

Punya botol bekas di rumah? Atau kardus yang sudah tidak dipakai? 


Eits, jangan buru-buru dibuang dulu. Manfaatkan saja untuk pengisi liburan anak. Tambah dengan lem tembak atau lem sesuai kebutuhan dan bahan-bahan printilan lainnya. Kalau belum punya ide membuat karya apa, bisa mencari di youtube atau google search.


Gimana? Sudah adakah yang masuk dalam daftar kegiatan pengisi libur panjang kalian?


Semoga menjadi inspirasi dan mengurangi kebingungan menghadapi liburan sekolah, ya.

Rabu, 12 Juni 2024

Jalan-jalan ke Blitar Djadoel Nikmati Jajanan dan Suasana Masa Lampau


Sumber: galeri ceritazha.blogspot.com


Akhir pekan, biasanya digunakan banyak orang sebagai family time yang diisi dengan kegiatan jalan-jalan, rekreasi, ataupun bermain bersama di rumah. Nah, kalau sebagian besar orang yang tinggal di Blitar terpantau di akhir pekan kemarin memiliki kegiatan yang sedikit berbeda dari biasanya. 


Apa yang membuat berbeda?


Event Blitar Djadoel yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Blitar menjadi tujuan sebagian besar  masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di akhir pekan kemarin. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan dalam rangka Bulan Bung Karno dan juga memperingati Hari Pancasila. Dibuka pada tanggal 7 Juni 2024, pukul 15.00 Wib oleh walikota Blitar, kegiatan ini berhasil menarik perhatian masyarakat dari berbagai penjuru di Kota dan Kabupaten Blitar. 


Ada yang berbeda dengan Blitar Djadoel tahun ini. Bukan hanya kegiatan tahunan yang rutin digelar, melainkan juga menjadi momen pembukaan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXI, Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-52 Provinsi Jawa Timur, dan juga Festival Batik Keren ke-3. Wah, pantas saja stand yang ada pun lebih banyak dari tahun sebelumnya. Produk-produk dari luar kota pun turut memeriahkan event Blitar Djadoel kali ini.


Sumber: galeri ceritazha.blogspot.com

Lalu, ada apa saja di Blitar Djadoel?


Pastinya ada banyak hal menarik, mulai dari jajanannya, konsep stand-nya, sampai tampilan-tampilan yang dihadirkan oleh siswa siswi pelajar Kota Blitar.


 Ada ratusan stand bazar dari instansi pemerintahan juga ratusan UMKM di Blitar serta luar kota yang turut memeriahkan event kali ini. Kuliner dan jajanannya sungguh menggiurkan. Ada getuk, gatot, cenil, dawet, gulali dan masih banyak lagi. Selain menggiurkan, melalui jajanan jadul yang dijual di stand-stand bazar kita jadi mengenang masa-masa dulu ketika masih usia anak-anak. Masa di mana jajanan itu masih sangat mudah ditemukan. Berbeda dengan sekarang yang ramai justru jajanan dari negara orang. Hmm … agak sedih jadinya.


Konsep stand bazar yang menurutku paling menarik adalah milik Perpustakaan Bung Karno. Mempunyai konsep koleksi gambar-gambar penyanyi dan lagu jadul. Kalau tidak salah ada sebuah piringan hitam juga yang digantung di dinding tripleknya. Berasa sekali kembali ke zaman dulu kala ketika masuk.


Sumber: galeri ceritazha.blogspot.com

Bukan hanya ajang jualan jajanan jadul, di acara ini pun ada berbagai macam hiburan yang melibatkan pemuda di Blitar. Mulai dari tarian tradisional sampai parade band dari pelajar sekolah-sekolah di daerah Kota Blitar. Hiburan lain yang paling membuat anak-anak semangat datang tentu saja adanya permainan seperti kora-kora, bianglala, odong-odong, dan masih banyak yang lainnya lagi.


Terlepas dari euforia Blitar Djadoel yang sudah berakhir tanggal 11 Juni kemarin, nyatanya ada saja yang dikeluhkan oleh masyarakat. Diantaranya harga jajanan yang melambung. Lalu, tempat sampah yang tersedia menurutku jumlahnya masih kurang, jadi masih terlalu banyak sampah bertebaran di mana-mana.


Selebihnya, kurasa acara tahunan ini selalu berhasil menarik animo masyarakat. Misi pemerintah kota pun rasanya berhasil pula menjadikan event ini sebagai media mengenalkan produk-produk UMKM yang belum diketahui masyarakat.






Selasa, 11 Juni 2024

Berhubungan Baik dengan Menantu? Why Not? Mertua Sebaiknya Lakukan 5 Hal Ini

Cerita tentang hubungan antara mertua dan menantu tidak ada habisnya untuk dibahas. Bahkan lebih populer dibanding dengan cerita mertua yang baik dan penuh kasih sayang. Mertua yang tajam mulutnya, yang selalu ikut campur dengan urusan rumah tangga anaknya, yang selalu membandingkan dengan menantu temannya, sampai cerita mertua yang menjadikan menantu seperti seorang pembantu. 


Apakah benar mertua memang tidak ada yang benar-benar tulus sayang kepada menantu? Benarkah hubungan baik mertua dan menantu hanya sebuah dongeng? Let see.


Setelah mendengar berbagai cerita hubungan antara mertua dan menantu, ada, kok mertua yang baik. Mereka mempunyai hubungan yang harmonis layaknya orang tua dan anak sendiri. Dan itu bukan hanya sebuah dongeng fantasi belaka. 


Bahkan ada yang malah terlihat lebih sayang ke menantu daripada anaknya sendiri. Namun, mungkin para menantu yang mempunyai mertua baik jarang menceritakan ke publik sehingga tidak banyak orang tahu.


Belajar dari mertua sendiri dan juga dari artis terkenal era 80-an, Dewi Yull yang beberapa waktu lalu hadir di youtube artis cantik Nikita Willy membahas tentang bagaimana harusnya seorang mertua bersikap?


Baca juga Si Remaja Mendadak Bilang Suka dengan Lawan Jenis


Yuk, baca dulu


  1. Tanamkan Mindset bahwa anak kita hanyalah titipan

Sejatinya, anak bukanlah hak milik orang tua, melainkan mereka adalah titipan dari Tuhan. Titipan yang harus diberi pendidikan yang baik untuk mempersiapkan masa depannya agar mereka mampu menjadi pasangan atau orang tua yang baik di keluarganya kelak. Selain itu, agar mereka juga mampu terjun ke lingkungan masyarakat.


  1. Turunkan Ego

Yang namanya orang tua seringkali tidak sadar egonya muncul di saat melihat yang dilakukan anaknya tidak sesuai keinginan. Padahal, ketika anak sudah dewasa apalagi sudah menikah artinya mereka sudah punya kehidupan sendiri. Jadi, jangan paksa anak dan menantu untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang orang tua lakukan.


  1. Buat Jarak

Orang tua, ketika anaknya sudah menikah baiknya buatlah jarak. Bukan lantas menjauh seperti orang asing, tetapi untuk membatasi diri agar tidak terlalu turut campur dengan rumah tangga anaknya. Banyak sekali para menantu yang mempermasalahkan hal ini. Jadi, biarkanlah anak dan menantu menemukan pola sendiri dalam kehidupan berumah tangganya.


  1. Jangan Terlalu Kepo

Sst … jangan lagi pakai prinsip “nggak kepo, nggak seru”. Tidak semua masalah dalam rumah tangga anak berhak orang tua ketahui. Ada menantu yang harus dijaga hatinya. Jadi, alangkah baiknya sebagai orang tua atau mertua berpeganglah pada prinsip “Itu masalahmu. Selesaikanlah dengan pasanganmu. Saya tidak mau tahu”.


  1. Perbanyak Doa

Poin ini bukanlah menjadi penutup dari semua ikhtiar untuk menjaga hubungan baik dengan menantu. Namun, do’a juga menjadi pembuka sebelum usaha-usaha yang disebutkan di atas dilakukan. Yakinlah do’a orang tua terutama ibu itu sangat mujarab.


Nah, kalian sendiri bagaimana cara menjaga hubungan baik dengan menantu atau mertua? Adakah salah satu tips di atas yang cocok dengan kalian?


Semoga bermanfaat untuk kalian yang sudah punya menantu atau mertua, ya. 

Senin, 10 Juni 2024

Review Novel Spion by Meiska

 

Gambar koleksi ceritazha.blogspot.com


Judul: Spion

Penulis: Meiska

Penerbit: Patrick Kellan Publisher

Halaman: 229


Blurb

Bagi Ardian, kuntilanak yang bersarang di spion mobilnya sama sekali tidak mengganggu. Dia justru membantunya mengungkap berbagai kasus pembunuhan. Sampai suatu ketika kemunculan seorang gadis bernama Renata, membawanya pada sejumlah informasi tentang sebuah kasus yang melibatkan si Kunti dan seorang pebisnis bernama Tanu Wijaya.


Bersama dengan sahabatnya, Sandi, seorang ahli digital forensik, Ardian menelusuri potongan-potongan informasi yang didapatkan dari si Kunti. Nyatanya si Kunti tidak hanya merupakan informan dari alam ghaib, dia juga memiliki peran besar dalam kehidupan Ardian di masa lalu.


Siapakah si Kunti sebenarnya?

Apakah Ardian mampu mengungkap kasus besar itu?


Review

Awal mula membaca blurb novel ini sudah yakin tidak akan membacanya karena ada tokoh kuntilanak di dalamnya. Kalau ada sosok makhluk ghaib disebuah cerita, sudah pasti genrenya horor. Dan aku paling anti dengan genre itu karena bisa terbayang-bayang sosok-sosok ghaibnya sampai berhari-hari sehingga takut kalau sendiri.


Namun, keyakinan itu perlahan memudar karena bujukan teman-teman yang sudah membaca. Mereka bilang, ini bukan novel horor seperti yang kubayangkan. Bahkan tokoh hantu di sini sama sekali tidak dibuat menakutkan oleh penulis.


Setelah menimbang cukup lama, akhirnya memberanikan diri untuk meminang buku ini dari seseorang, lalu mencoba membacanya. Dan ternyata benar, novel ini bukan sepenuhnya bergenre horor, ada misteri juga komedi dengan bumbu-bumbu romansa.


Membaca 2 atau 3 bab awal jujur saja aku merasa bosan karena kasusnya gampang sekali dipecahkan, lalu selesai. Namun, feelingku mengatakan bahwa mana mungkin buku setebal itu hanya membahas kasus-kasus yang sekali dilahap selesai. Pasti ada kasus besarnya yang akan menjadi misteri.


Benar. Semakin ke belakang, semakin banyak pertanyaan di kepala saking juaranya plot twist yang dibuat oleh penulis. Kadang harus memperlambat tempo membaca karena harus menghubungkan kejadian demi kejadian di masa lalu untuk mendapat benang merah dari cerita Ardian hingga akhirnya semua terpecahkan. Dan identitas si Kunti juga Ardian terkuak.


Gaya bercerita penulis yang santai, tidak kaku, dan menggunakan bahasa sehari-hari ini menjadi salah satu kenyamanan tersendiri untuk membacanya. Dibalut dengan komedi yang mampu membuat pembaca ikut tersenyum-senyum sendiri menambah rasa malas untuk menutup buku ini sebelum sampai di halaman akhir.


Penggambaran karakter tokoh-tokohnya jelas dan kuat. Begitupun dengan setting tempat dan waktu digambarkan dengan jelas pula oleh penulis sehingga membuat pembaca dengan mudah mengimajinasikan setiap adegan sampai terbawa suasana yang tegang.


Kisah romansa tipis-tipis antara Ardian dan Renata bisa menjadi pemecah ketegangan saat membaca. Ya, walaupun kadang geli sendiri dengan kelakuan Ardian ketika sedang mencoba merayu Renata.

Baca juga Review Novel Pulang-Pergi Tere Liye

Adegan Paling Berkesan

Banyak sekali adegan yang berkesan sepanjang membaca novel ini sebenarnya. Namun, kalau dicari yang paling berkesan mungkin saat Ardian kecelakaan. Dalam keadaan antara sadar dan tidak, dia bersama si Kunti berada di masa lalu yang pada akhirnya menjadi jalan terang untuk kasus yang sedang dia selidiki.


Pesan Moral

  • Di negeri ini, sebenarnya masih ada aparat penegak hukum yang bisa diandalkan dan benar-benar menegakkan hukum tanpa pandang status sosial. Namun, sayang jalan mereka tidak bisa mulus apalagi jika kasus tersebut berhubungan dengan orang penting.

  • Kasih sayang orang tua untuk anaknya memang benar sepanjang jalan, tanpa batasan.

  • Alangkah baiknya jika kita tidak sembarangan memberikan label pada orang lain terutama tentang dari siapa dia dilahirkan.


Kesimpulannya, dari novel ini kita bisa tahu gambaran bagaimana dunia bisnis dan kondisi penegak hukum di negara ini. Baik dan buruk selalu ada, tidak bisa benar-benar dipisahkan.


“Mencari keadilan di negeri ini bukan hal yang mudah, apalagi bagi orang yang tidak memiliki kuasa atau harta”

Minggu, 09 Juni 2024

Alasan Kuat Menjadi Seorang Penulis part 2


 

Menulis adalah hobi sejak zaman masih duduk di bangku SD. Ya, walaupun dulu yang paling sering ditulis adalah materi pelajaran. Beranjak besar, buku yang dibaca pun berubah. Bukan lagi majalah Bobo atau Mentari, melainkan buku Kahlil Gibran. Saat itu, sering kali menjadikan curhatan sebagai puisi. Dan pada akhirnya pernah bermimpi suatu saat bisa menjadi penulis besar seperti Kahlil Gibran dan juga J.K. Rowling. Pasti tahu, kan siapa mereka?


Usia bertambah, status berubah. Setelah berstatus menjadi ibu rasanya tidak ada waktu lagi untuk menulis, maka kutinggalkan mimpi besar menjadi penulis jauh di belakang sana. Setelahnya, tidak ada lagi mimpi kecuali tentang anak salihah, sehat, dan tumbuh normal sesuai fitrah serta usia.


Waktu terus berjalan, bersyukur anak-anak tumbuh sesuai harapan. Mereka besar dan sudah lebih mandiri. Ternyata Allah memberiku jalan untuk kembali memungut mimpi besar menjadi penulis lagi. 


Tidak pernah bosan untuk terus belajar dari berbagai komunitas dan teman-teman yang lebih dulu menjadi penulis. Lalu, untuk menguatkan diri bergelut di dunia kepenulisan, aku terus mencari strong why. 


Pada tulisan yang sebelumnya di sini sudah kubeberkan 3 strong why, tetapi faktanya masih ada yang tertinggal juga. Jadi, kutambahkan saja ditulisan kali ini.


Writing for having fun

Ibu rumah tangga itu sangat rentan dengan stres karena hampir 24 jam berada di rumah dengan kegiatan yang monoton. Jadi, salah satu hiburan untukku selain membaca, ya menulis. Menulis apapun. Mulai dari tulisan yang berisi sampai tulisan curhat yang tidak bermanfaat untuk siapapun. Terkadang juga menulis untuk ikut challenge.


Meninggalkan karya dan nama

Usia manusia itu terbatas. Entah kapan waktu jatuh temponya tidak ada yang tahu. Dan ketika waktunya sudah tiba, maka manusia hanya akan dikenang namanya. Namun, saat ada nama-nama baru, yang lama pasti terlupakan. Jadi, agar namaku tidak pernah dilupakan, maka aku berkarya dengan tulisan. Tentu tulisan yang baik, bermanfaat, dan syukur-syukur kalau bisa menginspirasi banyak orang.



Dibalik setiap mimpi, pasti ada rencana-rencana yang disusun rapi entah jangka pendek, menengah, atau jangka panjang. Rencana yang sudah kususun dari kapan waktu lalu sebagian sudah kutulis di sini. Namun, lagi-lagi masih ada yang tertinggal. Jadi, kutambahkan saja di sini.


Rencana ke depan sebagai penulis:

  • Menjadi mentor bagi siapa saja yang ingin belajar menulis

  • Aktif menjadi penggerak literasi sehat terutama dikalangan anak dan remaja

  • Mendirikan penerbitan sendiri

  • Punya toko buku offline


Ehm … mungkin agak sedikit terlalu tinggi rencana-rencana yang kubuat. Namun, kuyakin Allah Maha Tahu mana yang baik untuk dikabulkan tepat pada waktunya nanti.


Nah, kalau kalian punya rencana apa saja di masa depan?

Sabtu, 08 Juni 2024

Review Drakor Queen of Tears




Cerita Singkat

Queen of Tears, drama Korea yang masih hangat diperbincangkan hingga saat ini. Padahal seriesnya sudah tamat dari beberapa waktu yang lalu, tapi rupanya banyak penonton yang masih gagal move on. 


Dibintangi oleh aktor yang bayarannya paling tinggi di sana, Kim Soo Hyun dan aktris cantik Kim Jiwoon, drama ini sukses menguras air mata penonton. Mengisahkan tentang problematika rumah tangga Baek Hyun Woo (Kim Soo Hyun) bersama Hong Hae In (Kim Jiwoon) serta perebutan harta dan kekuasaan Queens grup.


Cerita diawali dengan pertemuan Baek Hyun Woo yang menjadi tim pengacara perusahaan Queens dengan pegawai magang, Hong Hae In yang tidak bisa menggunakan mesin fotokopi. Seringnya pertemuan mereka, ternyata mampu menumbuhkan perasaan cinta di hati keduanya. Sampai akhirnya mereka menjadi pasangan suami istri yang bahagia dengan kabar kehamilan Hong Hae In.


Tidak lama berselang, kebahagiaan mereka berubah menjadi konflik rumah tangga yang rumit. Berawal dari keguguran Hae In yang membuat rumah tangganya renggang. Dibumbui dengan sikap mertua Hyun Woo yang kadang merendahkannya. Hal itu menjadikan Hyun Woo merasa tersiksa hingga akhirnya dia memutuskan untuk membuat surat perceraian.


Dilema dirasakan Hyun Woo ketika Hae In mengabarkan bahwa dirinya sakit. Apalagi waktu hidupnya diprediksi hanya tinggal 3 bulan lagi. 


Konflik semakin meruncing ketika Hae In berhasil melewati operasinya, tetapi dia harus kehilangan banyak memorinya. Sementara itu, Yoon Eun Sung (Park Sung Hoon) berhasil memengaruhi Hae In agar membenci Hyun Woo. Dan Moh Seul Hee, ibu kandung Eun Sung berhasil mewujudkan keinginannya untuk menguasai harta keluarga Queens.


Di sinilah perjuangan Hyun Woo dan Bibi Beom Ja semakin keras. Demi mengembalikan pada keadaan semula.


Review

Drama ini memang bukan kaleng-kaleng kalau dilihat dari pemainnya. Durasi waktu pembuatannya pun kabarnya sampai satu tahun lamanya.


Akting dari kedua tokoh utama drama ini memang sudah tidak diragukan lagi. Mereka berhasil membawakan karakter dalam cerita ini sampai-sampai penonton sulit untuk move on. Akting pemain yang lain pun juga tidak kalah menarik sampai banyak yang bersyukur ketika Eun Sung dan ibunya kalah.


Dari semua karakter yang ada, karakter Bibi Beom Ja-lah yang paling menarik. Dia memang tergolong selalu barbar, tetapi instingnya terhadap orang yang berkelakuan jahat lebih kuat dibanding yang lainnya. Dan meskipun sikapnya kurang disukai sang ayah, dia tidak pernah menaruh dendam atau benci pada ayahnya. Kasih sayangnya tetap besar. 


Yang mengejutkan di drama ini adalah munculnya pengacara Vincenzo Cassano (Song Jong Ki) yang berperan menjadi pengacara Hae In. Banyak yang berspekulasi bahwa kemunculan Song Jong Ki karena sutradara Queen of Tears sama dengan sutradara dari drakor Vincenzo.


Pesan Moral

Banyak sekali pesan moral yang bisa diambil dari drama ini. Mulai dari kisah rumah tangga Hyun Woo dan Hae In, sampai gaya pengasuhan dari orang tua Hae In,Hyun Woo, dan Eun Sung. 


Dari pernikahan Hyun Woo dan Hae In

Diperlihatkan bahwa komunikasi antara pasangan itu harus dibangun dengan baik. Tujuannya agar tidak ada kesalahpahaman yang berakibat fatal. Aksi saling diam, menyimpan prasangka masing-masing justru akan memperkeruh kondisi rumah tangga. Jadi, mempermudah orang luar untuk masuk dan merusak sebuah rumah tangga.


Gaya pengasuhan orang tua

  • Gaya pengasuhan orang tua Hyun Woo yang positif, selalu hadir saat anak membutuhkan, dan penuh kasih sayang pada semua anaknya. Berhasil mendidik anak menjadi orang yang bertanggung jawab, jujur, perhatian, dan penuh kasih sayang pula.

  • Sedangkan gaya pengasuhan orang tua Hae In yang membedakan kasih sayang antara kedua anaknya. Menjadikan Hae In sebagai wanita yang dingin, mandiri, dan bertanggung jawab, tetapi dia tidak tahu bagaimana caranya menuangkan perasaannya. Sedangkan adiknya, So Cheol yang dimanja oleh sang ibu menjadi laki-laki yang baik, tetapi mudah sekali dikelabuhi dan tidak mandiri. Selalu mengandalkan orang-orang disekitarnya.

  • Dalam drama ini, yang paling menyesakkan sebenarnya adalah nasib Eun Sung. Dia tidak mendapat perhatian sang ibu sejak kecil. Ditinggalkan ibunya demi harta yang dikejar sehingga Eun Sung tumbuh tanpa kasih sayang orang tua. Alhasil dia menjadi orang yang ambisius, manipulatif dan obsesif. Menghalalkan segala cara demi mendapat cinta Hae In beserta hartanya. Tragisnya dia tidak mendapatkan keduanya, justru berondongan peluru yang didapat.


Sikap Bibi Beom Ja

Darinya kita bisa belajar alangkah baiknya jika tidak terlalu percaya kepada orang yang bukan keluarga sendiri. Meskipun orang tersebut sudah sangat dekat dengan keluarga kita. Apalagi kalau tidak terlalu tahu latar belakang orang tersebut.




Secara garis besar, Queen of Tears ini adalah drama dengan konflik yang masih relate dengan problem kehidupan di dunia nyata. Karakter yang ada pun banyak ditemui di lingkungan sekitar. 


Jadi, bagi yang belum menonton, bisa dimasukkan ke dalam daftar tunggu untuk menemani akhir pekan nanti. Jangan lupa siapkan tisu atau lap untuk air mata yang akan tumpah.





Review Buku

Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1

  Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1 Poster Drakor Gyeongseong Creature Sumber: google.com   Cerita Singkat Gyeon...