Tampilkan postingan dengan label Reviev Film/Drakor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reviev Film/Drakor. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 April 2025

Serunya Petualangan Geng Jumbo yang Penuh Pesan Moral. Review film Jumbo

Sumber: instagram @jumbofilm_id & canva 

Bukan hanya aku, anak-anak pun masih sangat terJumbo-Jumbo sampai satu minggu pasca menonton di CGV kota kami. Banyak hal yang sangat menarik dari film tersebut. Bukan hanya jalan ceritanya atau adegan-adegan yang mengesankan yang belum bisa kami lupakan, melainkan dialog-dialognya, juga  soundtrack yang semakin sering lewat di sosial media.

Mungkin bagi yang belum menonton karena masih ragu-ragu, tapi juga penasaran, kalian boleh membaca reviewnya dulu di sini.

Film tentang apa, sih Jumbo?

Sumber: IG @jumbofilm_id

Jumbo adalah film animasi Indonesia dengan genre fantasi yang disutradarai oleh Ryan Andriandhy. Kabarnya film ini merupakan karya kolaborasi dari 400 kreator yang digarap selama lima tahun. Pantas saja kalau kabarnya sampai hari ini sudah menembus 4.000.000 penonton. Wah, memang sebagus itu, sih kisah petualangan Jumbo and the gank.

Seperti yang sudah sering  kita lihat trailer-nya di berbagai media sosial, film ini bukan hanya untuk orang dewasa, melainkan cocok juga untuk remaja dan anak-anak. Mengisahkan tentang kehidupan seorang anak yang sebenarnya bernama Don, tetapi karena badannya yang besar akhirnya oleh beberapa temannya sering diejek dengan panggilan Jumbo. Bukan hanya menampilkan cerita  kehidupan pribadi Jumbo, dalam film ini pun ada sedikit diceritakan tentang latar belakang teman-teman Jumbo. 

Cerita film ini dimulai dengan kisah Don yang dikucilkan saat bermain oleh beberapa teman mainnya karena ukuran badannya yang dianggap bisa merugikan teman satu timnya. Don tidak terima diperlakukan seperti itu sehingga dia berusaha mencari cara agar tidak diremehkan lagi. Dia mengikuti sebuah pertunjukan yang digelar di kampungnya. Sayangnya, ditengah usahanya agar dihargai itu, ditengah usahanya untuk mempersiapkan pertunjukan dongeng yang sudah diimpikannya, Don mengalami beberapa hambatan. 

Untung saja sahabat Don bersedia membantunya hingga satu masalah selesai. Namun sayang, Don lupa kalau sahabat-sahabatnya: Nurman, Mae, dan Meri yang berasal dari dunia lain yang selalu setia membantunya juga punya masalahnya sendiri dan butuh dibantu juga. Di sinilah konflik diantara mereka mulai memanas.

Nah, kira-kira Don berhasil atau tidak meraih perhatian teman-temannya sehingga tidak diremehkan lagi? Apakah Don bisa menyelesaikan masalahnya bersama sahabat-sahabatnya dengan baik? Bagaimanakah nasib Meri yang berasal dari dunia lain itu?


Apakah Film Jumbo Bagus?

Aku, sih, yes! Kalau dari alur cerita, menurutku film Jumbo bagus karena tidak jauh dari kisah kehidupan sehari-hari walaupun ada balutan kisah fantasinya. Tentang kehidupan anak-anak yang belum terlalu paham dengan yang namanya menjaga perasaan temannya, tentang bagaimana menjaga hubungan baik dalam sebuah persahabatan, tentang keberanian mengakui kesalahan dan meminta maaf, serta tentang keberanian melawan kejahatan.

Sepanjang penayangan film pun banyak sekali pesan moral yang bisa kita jadikan pelajaran hidup. Nah, apa saja pesan moral yang bisa kita ambil?

Sumber: IG @jumbofilm_id

Pesan Moral Apa yang Bisa Diambil dari Film Jumbo?

1. No Bully-bully

Kita harus menghindarkan anak-anak, adik, kakak, ataupun teman kita dari yang namanya bullying. Baik menjadi pelaku ataupun korbannya. Saat ini sudah banyak konten tentang akibat bullying yang beredar di media-media online yang semoga saja kita semua sudah melihatnya.  Akibat bullying itu bisa fatal sekali terutama bagi mereka yang mentalnya tidak sekuat Don. Dalam film ini beruntung sekali Don punya oma dan sahabat-sahabat yang selalu menjadi support system utamanya, jadi balas dendam akibat bullying yang dia alami mengarah pada hal positif.

2. Belajarlah menjadi pendengar

Yakinlah bahwa setiap orang pasti punya masalahnya masing-masing entah mau sengaja diceritakan atau mau disimpan sendiri. Maka dari itu, jangan egois. Sering-seringlah belajar menjadi pendengar yang baik karena menjadi pendengar itu lebih sulit dibanding menjadi pencerita.

3. Berani mengakui dan meminta maaf

Ketika kita berbuat salah kemudian mau mengakui dan meminta maaf sebenarnya tidak akan mengurangi kehormatan ataupun merendahkan diri kita. Justru malah membuat orang lain lebih menghargai kita. Dalam film ini sudah ditunjukkan oleh tokoh Atta bagaimana dia mengakui kesalahannya lalu dengan berani meminta maaf. Setelahnya, malah bisa bekerjasama dengan baik bersama Jumbo dan sahabat-sahabatnya dalam mengungkap kejahatan Pak Kades.

4. Berani melawan ketika melihat kejahatan

Hal ini memang tidak mudah, tetapi kalau ada yang mau memulai melawan pasti akan ada orang-orang yang sadar kemudian mau menjadi pendukungnya. Apalagi kalau kejahatan itu menyangkut kepentingan banyak orang.


Dalam sebuah perjalanan hidup, pastinya kita berharap akan selalu menemui jalan lurus dan mulus. Namun, faktanya selalu ada ujian baik berat ataupun ringan yang datang. Tidak perlu terlalu khawatir, asal ada orang-orang disekitar kita yang selalu mendukung dan percaya dengan janji Tuhan bahwa diantara kesulitan akan ada kemudahan, semua akan terlewati dengan baik.

Nah, teman-teman, setelah membaca review ini, selamat menonton petualangan geng Jumbo, ya.


Sabtu, 15 Juni 2024

Review Film My Name is Loh Kiwan

 

Sumber:insertlive.com

Sinopsis

Menjadi pembelot dari Korea Utara bersama ibunya di Tiongkok, ruang gerak Loh Kiwan sangat terbatas. Dia tidak bisa bekerja dengan tenang sehingga ibunyalah yang bekerja. 


Setelah ibunya meninggal, Loh Kiwan memutuskan untuk bertahan hidup di Belgia atas bantuan sang paman. Sesampainya di sana, tidak serta merta Loh Kiwan hidup lebih tenang. Dia masih harus berjuang demi mendapatkan status sebagai pengungsi.


Selama bertahan hidup, dia hanya bisa mencari uang dengan mengumpulkan sampah plastik. Tidurpun bukan ditempat yang layak. Dia tidur di toilet umum lalu berpindah ke tempat loundry yang mengakibatkan dompetnya hilang.


Kejadian itu rupanya membawa Loh Kiwan mengenal seorang wanita bernama Marie yang hidupnya juga diliputi masalah. Mulai dari masalah dengan ayahnya hingga masalah dengan pemilik tempat perjudian.


Ulasan

Mengisahkan tentang perjuangan pembelot dari Korea Utara yang berjuang untuk mendapatkan status pengungsi di Belgia. Film yang dibintangi aktor Song Jong Ki ini cukup menarik untuk diikuti. Di awal film, sutradara Kim Hee Jin berhasil membawa penonton merasa prihatin dengan kehidupan Loh Kiwan. Tidak hanya alur ceritanya, tetapi mimik muka Song Jong Ki serta penampilannya pun sangat mendukung untuk dikasihani.


Ketika dia sudah berpindah ke Belgia perasaan penonton lebih diaduk-aduk lagi. Menyaksikan perjuangan Kiwan untuk mendapatkan suaka, lalu sempat dihianati seorang teman baru di tempat kerjanya membuat lebih prihatin sekaligus geram. Padahal Kiwan baru saja merasakan hidup layak dan tenang karena sudah bisa bekerja dan mendapat kontrakan.


Dipertengahan, kisah Loh Kiwan sedikit terpecah fokus karena diselingi dengan cerita Marie (Choi Sung Eun) dan pemilik tempat judi. Agaknya korelasi antara cerita hidup Kiwan dan kisah Marie bersama pemilik perjudian itu masih terasa kurang digali dan terlalu singkat. 


Kejutan terjadi di akhir film ini. Tujuan hidup Kiwan rupanya sudah bergeser menjadi mengejar cinta. Namun, sayang sekali kisah romansa Kiwan terasa agak dipaksakan untuk menjadi penutup film ini.


Namun, secara keseluruhan, film ini membuat kita tahu bagaimana kisah mereka yang bukan penduduk resmi suatu negara. Bagaimana perjuangan mereka untuk mendapatkan suaka. Keras sekali kehidupan mereka.


Pesan Moral


Sesulit apapun kehidupan kita, tetaplah berusaha menjadi orang yang baik dan jujur. Tetap mau menolong sesama manusia karena kebaikan kita akan diganti dengan kemudahan satu hari nanti. Sebisa mungkin hindari kejahatan dan orang-orang yang berpotensi akan menyeret kepada kejahatan.


Seberat apapun perjuangan untuk menggapai tujuan, tetaplah berjuang dan jangan berputus asa. Sebisa mungkin untuk bertahan sampai menemukan titik terang.


Kasih sayang orang tua begitu besar walaupun sudah berkali-kali disakiti sang anak. Buktinya ketika anak membutuhkan bantuan, pasti akan menjadi garda terdepan. Secepat mungkin segera bergerak untuk memberikan yang terbaik.


Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, sampai saat ini, film ini masih  bisa menjadi rekomendasi pengisi waktu luang kalian. Terutama bagi yang tidak suka tontonan yang berdurasi panjang atau terdiri dari banyak part.


Selamat menonton bagi kalian yang penasaran dengan kisah perjuangan Loh Kiwan.



Sabtu, 08 Juni 2024

Review Drakor Queen of Tears




Cerita Singkat

Queen of Tears, drama Korea yang masih hangat diperbincangkan hingga saat ini. Padahal seriesnya sudah tamat dari beberapa waktu yang lalu, tapi rupanya banyak penonton yang masih gagal move on. 


Dibintangi oleh aktor yang bayarannya paling tinggi di sana, Kim Soo Hyun dan aktris cantik Kim Jiwoon, drama ini sukses menguras air mata penonton. Mengisahkan tentang problematika rumah tangga Baek Hyun Woo (Kim Soo Hyun) bersama Hong Hae In (Kim Jiwoon) serta perebutan harta dan kekuasaan Queens grup.


Cerita diawali dengan pertemuan Baek Hyun Woo yang menjadi tim pengacara perusahaan Queens dengan pegawai magang, Hong Hae In yang tidak bisa menggunakan mesin fotokopi. Seringnya pertemuan mereka, ternyata mampu menumbuhkan perasaan cinta di hati keduanya. Sampai akhirnya mereka menjadi pasangan suami istri yang bahagia dengan kabar kehamilan Hong Hae In.


Tidak lama berselang, kebahagiaan mereka berubah menjadi konflik rumah tangga yang rumit. Berawal dari keguguran Hae In yang membuat rumah tangganya renggang. Dibumbui dengan sikap mertua Hyun Woo yang kadang merendahkannya. Hal itu menjadikan Hyun Woo merasa tersiksa hingga akhirnya dia memutuskan untuk membuat surat perceraian.


Dilema dirasakan Hyun Woo ketika Hae In mengabarkan bahwa dirinya sakit. Apalagi waktu hidupnya diprediksi hanya tinggal 3 bulan lagi. 


Konflik semakin meruncing ketika Hae In berhasil melewati operasinya, tetapi dia harus kehilangan banyak memorinya. Sementara itu, Yoon Eun Sung (Park Sung Hoon) berhasil memengaruhi Hae In agar membenci Hyun Woo. Dan Moh Seul Hee, ibu kandung Eun Sung berhasil mewujudkan keinginannya untuk menguasai harta keluarga Queens.


Di sinilah perjuangan Hyun Woo dan Bibi Beom Ja semakin keras. Demi mengembalikan pada keadaan semula.


Review

Drama ini memang bukan kaleng-kaleng kalau dilihat dari pemainnya. Durasi waktu pembuatannya pun kabarnya sampai satu tahun lamanya.


Akting dari kedua tokoh utama drama ini memang sudah tidak diragukan lagi. Mereka berhasil membawakan karakter dalam cerita ini sampai-sampai penonton sulit untuk move on. Akting pemain yang lain pun juga tidak kalah menarik sampai banyak yang bersyukur ketika Eun Sung dan ibunya kalah.


Dari semua karakter yang ada, karakter Bibi Beom Ja-lah yang paling menarik. Dia memang tergolong selalu barbar, tetapi instingnya terhadap orang yang berkelakuan jahat lebih kuat dibanding yang lainnya. Dan meskipun sikapnya kurang disukai sang ayah, dia tidak pernah menaruh dendam atau benci pada ayahnya. Kasih sayangnya tetap besar. 


Yang mengejutkan di drama ini adalah munculnya pengacara Vincenzo Cassano (Song Jong Ki) yang berperan menjadi pengacara Hae In. Banyak yang berspekulasi bahwa kemunculan Song Jong Ki karena sutradara Queen of Tears sama dengan sutradara dari drakor Vincenzo.


Pesan Moral

Banyak sekali pesan moral yang bisa diambil dari drama ini. Mulai dari kisah rumah tangga Hyun Woo dan Hae In, sampai gaya pengasuhan dari orang tua Hae In,Hyun Woo, dan Eun Sung. 


Dari pernikahan Hyun Woo dan Hae In

Diperlihatkan bahwa komunikasi antara pasangan itu harus dibangun dengan baik. Tujuannya agar tidak ada kesalahpahaman yang berakibat fatal. Aksi saling diam, menyimpan prasangka masing-masing justru akan memperkeruh kondisi rumah tangga. Jadi, mempermudah orang luar untuk masuk dan merusak sebuah rumah tangga.


Gaya pengasuhan orang tua

  • Gaya pengasuhan orang tua Hyun Woo yang positif, selalu hadir saat anak membutuhkan, dan penuh kasih sayang pada semua anaknya. Berhasil mendidik anak menjadi orang yang bertanggung jawab, jujur, perhatian, dan penuh kasih sayang pula.

  • Sedangkan gaya pengasuhan orang tua Hae In yang membedakan kasih sayang antara kedua anaknya. Menjadikan Hae In sebagai wanita yang dingin, mandiri, dan bertanggung jawab, tetapi dia tidak tahu bagaimana caranya menuangkan perasaannya. Sedangkan adiknya, So Cheol yang dimanja oleh sang ibu menjadi laki-laki yang baik, tetapi mudah sekali dikelabuhi dan tidak mandiri. Selalu mengandalkan orang-orang disekitarnya.

  • Dalam drama ini, yang paling menyesakkan sebenarnya adalah nasib Eun Sung. Dia tidak mendapat perhatian sang ibu sejak kecil. Ditinggalkan ibunya demi harta yang dikejar sehingga Eun Sung tumbuh tanpa kasih sayang orang tua. Alhasil dia menjadi orang yang ambisius, manipulatif dan obsesif. Menghalalkan segala cara demi mendapat cinta Hae In beserta hartanya. Tragisnya dia tidak mendapatkan keduanya, justru berondongan peluru yang didapat.


Sikap Bibi Beom Ja

Darinya kita bisa belajar alangkah baiknya jika tidak terlalu percaya kepada orang yang bukan keluarga sendiri. Meskipun orang tersebut sudah sangat dekat dengan keluarga kita. Apalagi kalau tidak terlalu tahu latar belakang orang tersebut.




Secara garis besar, Queen of Tears ini adalah drama dengan konflik yang masih relate dengan problem kehidupan di dunia nyata. Karakter yang ada pun banyak ditemui di lingkungan sekitar. 


Jadi, bagi yang belum menonton, bisa dimasukkan ke dalam daftar tunggu untuk menemani akhir pekan nanti. Jangan lupa siapkan tisu atau lap untuk air mata yang akan tumpah.





Jumat, 02 Februari 2024

Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1


 Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1

Poster Drakor Gyeongseong Creature
Sumber: google.com

 

Cerita Singkat Gyeongseong Creature

Di episode pertama kita diperkenalkan dengan para tokoh di drakor ini. Jang Tae Sang adalah seorang kaya raya pemilik pegadaian Griya Harta Emas yang juga seorang informan handal yang kerap dimintai bantuan. Di rumahnya ada tiga orang staf yang membantunya mengelola pegadaian. 

Berawal dari permintaan seorang polisi, Jendral Ishikawa yang mencari keberadaan wanita simpanannya, Myeong Ja. Dan Chae ok yang sedang mencari ibunya yang sudah menghilang selama 10 tahun tanpa kabar, akhirnya Jang Tae Sang bekerjasama dengan Chae-ok dan ayahnya. 

Tae Sang meminta Chae ok dan ayahnya yang berprofesi sebagai pencari jejak dari Manchuria untuk membantunya menemukan keberadaan Myeong Ja. Chae ok pun meminta Tae Sang untuk menemukan orang yang bernama Sachimoto, seorang pelukis yang diharapkan tahu informasi tentang ibunya.

Adanya kerjasama tersebut rupanya membawa mereka untuk masuk ke Rumah Sakit Oengseong yang seharusnya hanya boleh dimasuki oleh orang-orang Jepang dan para pendukungnya. Tak disangka di rumah sakit itu tersimpan rahasia besar. 

Banyak orang Joseon yang ditangkap dan dipenjara di bawah rumah sakit untuk dijadikan obyek percobaan yang sangat tidak manusiawi. Dipimpin oleh Letnan Kato, percobaan menggunakan najin dan serum akhirnya berhasil mengubah seorang wanita Joseon menjadi monster yang bengis. 

Setelah Tae Sang, Chae ok, dan ayahnya berhasil masuk ke ruang rahasia di Rumah Sakit Oengseong, mereka harus berjuang melawan militer Jepang yang kejam dan juga monster yang mengerikan tersebut. Ditengah perjuangan mereka, hanya ayah Chae Ok yang tidak tertangkap oleh militer Jepang.

Chae Ok ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara oleh Letnan Kato. Di penjara inilah dia akhirnya tahu bahwa ibunya pun berada di tempat itu. Namun, sayang sekali ibunya telah berubah wujud menjadi monster. Sedangkan Tae Sang berhasil berkompromi dengan salah seorang militer Jepang yang setuju untuk membantu Tae Sang menyelamatkan diri, Chae Ok dan orang-orang Joseon yang ditangkap.

Dari semua rangkaian peristiwa yang terjadi di rumah sakit tersebut ada tangan tak kasat mata yang menggerakkan semuanya. Seorang wanita bangsawan Jepang yang menyimpan dendam kepada ibu Chae Ok dan menyimpan rasa suka kepada Tae Sang.

Apakah Jang Tae Sang, Chae Ok, dan orang-orang Joseon berhasil keluar dari rumah sakit itu dengan selamat? Bagaimana nasib Myeong Ja yang dicari Ishikawa? Bagaimana pula nasib ibu Chae Ok selanjutnya setelah berubah wujud? Apakah perasaan wanita Jepang kepada Jang Tae Sang akan terbalas?

Langsung saja kalian tonton seriesnya. Dijamin seru.


Baca juga review buku bertema rumah tangga di sini

Review Drakor Gyeongseong Creature

Gyeongseong Creature, drama Korea yang tayang perdana pada 22 Desember 2023 ini bergenre fantasi, sejarah, thriller, dan dibumbui sedikit romance. Dibintangi oleh aktor dan aktris yang sudah tidak diragukan lagi kemampuan aktingnya, yaitu Park Seo Joon yang memerankan tokoh bernama Jang Tae Sang dan Han so Hee yang berperan sebagai Yoon Chae-ok. 

Alur dalam drama ini maju mundur, jadi harus fokus ketika menonton agar tidak kehilangan runutan ceritanya. Mengambil setting di era penghujung penjajahan Jepang tahun 1945, drama ini dapat memberi gambaran bagaimana kondisi negara Korea Selatan dulu khususnya Seoul dan bagaimana kejinya penjajah Jepang.  

Pada episode awal-awal, drama ini terasa agak lambat alurnya karena pengenalan tokoh serta setting tempatnya lumayan lama sehingga agak membosankan. Namun, dimulai dari episode 4 sudah tidak lagi membosankan, melainkan menegangkan sepanjang menonton. 

Sebagai penonton, agak kurang nyaman dengan pencahayaan pada series ini, terlalu gelap. Mungkin karena setting waktunya masa-masa kelam penjajahan jadi dibuat tidak secerah drama dengan setting waktu saat ini.

Dalam beberapa berita yang beredar, chemistry antara Park Seo Joon dan Han So Hee dikatakan masih kurang. Namun, menurut saya chemistry mereka sudah bagus mengingat drama ini bukan bergenre romance, setting waktunya pun di masa penjajahan, dan mereka berdua mempunyai latar belakang kehidupan yang sulit. Jadi, tidak mungkin ada adegan romantis berkencan di restoran mewah atau memberi hadiah coklat.

Drama ini mempunyai ending terbuka karena masih akan ada season 2 yang akan tayang tahun ini juga kabarnya. Masih banyak part yang belum dijelaskan juga, seperti dendam apa yang dimiliki Maeda kepada ibu Chae Ok sampai tega menjadikan temannya obyek percobaan. 

Di episode 10, diperlihatkan Chae Ok yang sudah tidak sadarkan diri berada di dalam air bersama ibunya. Lalu, tiba-tiba membuka mata setelah najin yang keluar dari tubuh ibunya masuk ke dalam mulut Chae Ok. 

 Bagaimana nasib Chae Ok selanjutnya? Akankah hidup kembali dan bersama Jang Tae Sang ataukah berubah menjadi predator?

 Dan siapakah Hon Jae (Park Seo Joon) yang diperlihatkan sebagai pemuda yang hidup di masa kini?

Kita tunggu Gyeongseong Creature Season 2.

Sambil menunggu season 2 dan agar kalian semakin yakin untuk menonton drama ini bisa baca juga review Gyeongseong creature di sini

 Pelajaran yang Bisa Diambil

  • Ketika manusia berada dalam kondisi yang sulit dan mendesak, sebagian besar akan menuruti egonya untuk bertahan hidup tanpa memikirkan bagaimana keadaan orang terdekatnya.

  • Adalah sebuah kebenaran bahwa orang terdekatlah yang paling sering menghancurkan kepercayaan kita.

  • Akibat dari keserakahan memang tidak terasa saat itu juga. Namun, di kemudian hari pasti perlahan akan membuat kita hancur.

  • Menjadi seorang wanita yang mandiri dan bisa bersikap tegas adalah salah satu jalan untuk bisa bertahan hidup.


Review Buku

Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1

  Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1 Poster Drakor Gyeongseong Creature Sumber: google.com   Cerita Singkat Gyeon...