Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juli 2024

Sehari Menikmati Dinginnya Telaga Sarangan

Sumber: wisatadanbudaya.magetan.go.id

 

Telaga Sarangan, tempat wisata yang sudah tidak asing di telingaku, tetapi belum pernah sekalipun mengunjunginya. Namun, hari ini akhirnya Allah beri rezeki untuk menikmati hawa dingin di Telaga Sarangan.


Tempat wisata ini terletak di Kabupaten Magetan sehingga butuh waktu kurang lebih selama 5 jam perjalanan dari Kota Blitar. Kami berangkat pukul 03.30 dini hari menggunakan mobil pribadi lewat jalur selatan. 


Berangkat sebelum subuh, membuat kami harus mampir ke masjid untuk menunaikan salat subuh di Kabupaten Trenggalek tepat ketika jam menunjukkan angka pukul 05.00. Setelah sekitar 30 menit, kamipun melanjutkan perjalanan kembali.


Sepanjang perjalanan, mobil melaju tidak terlalu cepat, tetapi juga tidak lambat. Melewati jalanan yang belum terlalu ramai karena masih pagi, melewati beberapa perbatasan kabupaten, jalanan yang berkelok, dan tanjakan yang tidak terlalu banyak. Sekitar pukul 09.00 kami sampai di Telaga Sarangan yang ternyata sudah lumayan ramai pengunjung.





Sampai di gerbang masuk, kami disambut oleh petugas yang berjaga di loket pembelian tiket. Terpampang list harga tiket masuk untuk dewasa sebesar Rp 20.000 dan anak-anak sebesar Rp 10.000 sudah beserta pajaknya Rp 1000.


Setelah membayar tiket, mobil diizinkan untuk masuk dan mencari tempat parkir tentunya. Nah, dari sinilah perjuangan dimulai. Kami harus berjalan lumayan panjang untuk mencapai lokasi Telaga berada. Tidak hanya panjang, jalannya pun sedikit menanjak. Jadi, bisa dipertimbangkan kalau mengajak lansia ke sana.


Disepanjang perjalanan kami disambut oleh deretan penjual sayur yang warnanya sangat menggoda mata. Ada sayur brokoli, kembang kol, tomat, sawi, dan kawan-kawannya. Kalau ada sayur, sudah pasti ada jajaran bumbu-bumbu yang ditawarkan juga. Wah, sungguh menggoda, bahkan lebih menggoda ketimbang deretan snack yang dipamerkan oleh para penjual yang kami temukan ketika sudah semakin mendekati lokasi telaga.





Tidak hanya ada yang menggoda mata, ada pula yang menggoda hidung disepanjang jalan. Hayo, apa kira-kira? 

Bau kotoran kuda yang lalu lalang disewakan kepada para pengunjung. Hmmm … sungguh sensasi yang tak terduga sebelumnya walaupun tidak parah, sih baunya.


Nah, untuk menyewa kuda kita harus mengeluarkan uang sebesar Rp 80.000. Mahal, ya? Aku rasa tidak juga kalau melihat seberapa panjang rute perjalanannya. Apalagi pendampingnya juga ikut jalan memutari telaga. Wah, betapa kuat kaki bapak-bapak itu.


Lalu, apalagi yang bisa dinikmati di sana?

Selain air telaga dan kuda, kita bisa menyewa speed boat ataupun perahu bebek, loh. Tarif speed boat lumayan, sih menurutku. Sekali putaran tarifnya Rp 80.000, dua kali putaran harus menyiapkan Rp 150.000, dan kalau tiga kali putaran harus mengeluarkan Rp 200. 000. 


Untuk perahu bebek, tidak terlalu menguras kantong sebenarnya. Hanya dengan Rp 50.000 sudah bisa menaikinya. Perahu bebek ini sangat cocok bagi pengunjung yang tidak bernyali dibawa kebut-kebutan. Kalau yang punya nyali besar bisa dicoba menyewa speed boat saja. Uji nyali sambil meluapkan emosi karena bisa sambil teriak-teriak ketika dibawa ngebut oleh sopirnya.


Selama di sana ada satu kuliner yang menjadi perhatian utamaku, yaitu sate kelinci. Hampir setiap satu meter ada penjual sate kelinci dan ayam, mulai dari yang masih muda, bapak-bapak, hingga ibu-ibu. Harga per 12 tusuk untuk sate kelinci adalah Rp 15.000, kalau tambah dengan lontong menjadi Rp 20.000 jika tidak salah dengar.


Sebenarnya penasaran dengan rasa sate kelinci, tetapi aku tidak berani membelinya karena teringat dengan imutnya si kelinci ketika masih hidup. Huhh … jadilah penasaran ini kubawa pulang saja.


Tidak dapat sate kelinci, strawberry pun jadi. Ya, setelah menimbang-nimbang untuk membeli sate kelinci dan berakhir tetap tidak tega. Akhirnya aku memilih untuk membeli strawberry yang ukurannya lumayan besar karena tidak pernah kutemui di Blitar. Awalnya dibanderol dengan harga Rp 25.000 per 250 gram. Namun, setelah tawar menawar yang tidak alot oleh penjual diberikan sedikit potongan menjadi Rp 65.000 mendapat 3 pak dengan berat masing-masing 250 gram. Alhamdulillah, ya rezeki.


Kalau diingat-ingat dan dibandingkan, harga makanan dan jajanan di sana sebenarnya tidak jauh berbeda dengan di Blitar. Mungkin hanya terpaut sekitar Rp 2000 saja. Tidak terlalu mahal bukan?


Semoga bisa menjadi rekomendasi tempat berlibur bersama keluarga di saat masih masa-masa liburan sekolah ini. Tidak perlu bingung mencari tempat menginap kalau ke sana. Di sepanjang jalan menuju telaga banyak berjajar hotel dan villa yang bisa disewa. Tinggal mencari tahu harganya saja karena aku tidak menginap di sana, jadi tidak bisa memberikan informasi tentang penginapan.


Semoga bermanfaat buat kalian yang sedang mencari tempat berlibur.



Selasa, 02 Juli 2024

Njajan di Taman Djadjan Aliza. Banyak Pilihan Kuliner, Dijamin Kenyang




Malam ini, kali kedua mengunjungi tempat wisata kuliner yang belum lama ini dibuka. “Taman Djadjan Aliza” namanya. Kalau tidak salah menebak, tempat kuliner ini didirikan oleh komunitas TDA (Tangan di Atas). 


Tempat ini berlokasi di jl. A. Yani 115, persis di depan SMAN 1 Blitar. Baru pada 1 Juni 2024 kemarin tempat ini resmi dibuka dengan jam operasional mulai pukul 10.00-22.00wib. Walaupun berada di jalan raya yang ramai lalu lalang kendaraan, tapi tempat ini tetap nyaman untuk menghabiskan waktu bersama keluarga ataupun teman.


Konsep tempat yang dibuat layaknya kafe outdoor, dengan tatanan yang estetik, dan tersedianya sarana bermain anak membuat betah para pengunjung untuk berlama-lama di sini. Buktinya semalam aku melihat pemandangan yang menarik, seorang ibu muda dengan telatennya menyuapi si anak yang tidak bisa diam memutari mini playground sambil makan. Ya, mungkin ada kurang lebih satu jam seperti itu terus sampai selesai makan lalu barulah mereka pulang.




Di tempat ini, kalau tidak salah hitung ada sekitar 8-10 booth yang tersedia. Mulai dari makanan berat seperti nasi lalapan, ayam bakar, bakso, pempek, roti-rotian, dan lain-lain. Jajanan yang tergolong makanan lumayan ringan pun ada, seperti gorengan, seblak, wonton, sate taican, kentang goreng, dan masih banyak lagi. Nah, kalau untuk minuman, ada minuman dingin serta hangat. Mmm … sepertinya masih banyak yang belum kusebutkan karena memang tidak hafal.


Berbeda dengan tempat-tempat kuliner lainnya, di Taman Djadjan Aliza ini tidak dipungut biaya parkir kendaraan. Lumayanlah, ya hemat Rp 2000 bagi pengendara motor dan hemat Rp 3000 untuk yang membawa mobil.


Tempat parkirnya memang tidak terlalu luas untuk sepeda motor, tetapi tetap bisa berjajar rapi karena ada yang bertugas merapikan. Parkir sepeda motor terletak di halaman depan taman, sedangkan parkir mobil ada di belakang lokasi sehingga tidak memenuhi bahu jalan jika sedang ramai pengunjung.


Ketika semalam di tempat ini agak lama, setelah kuperhatikan dengan saksama rupanya semua penjual di sini terlihat masih muda-muda. Terlihat juga mereka sudah punya pembagian kerja sendiri yang sudah jelas. 




Untuk penjual, ya tugasnya melayani pelanggan yang membeli produknya. Ada yang sekaligus mengantar ke meja pelanggan juga, sih, tapi ada juga yang tidak. Untuk yang tidak diantar oleh penjualnya, terlihat ada sendiri orang yang mengantar ke meja pelanggan atau pelanggan yang mengambil pesanan.


Nah, ketika ada pengunjung yang sudah selesai dan pulang, akan ada orang-orang tertentu yang membersihkan meja-mejanya. Selain membersihkan meja, mereka juga harus mengembalikan wadah-wadah makanan ke pemiliknya masing-masing. Tertata rapi sekali pembagian kerjanya walaupun ini tempat kuliner baru.


Tentang fasilitas yang lain, jangan khawatir, ada, kok. Sudah tersedia kamar mandi yang terlihat masih bersih luar dan dalamnya.

Kerennya lagi, ternyata disediakan juga musala yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. 


Kalau tangan kita kotor setelah dipakai makan, tidak perlu bingung mencari tempat cuci tangan. Sudah disediakan wastafel juga di dekat toilet.


Namun, sayang tempat yang berpotensi ramai dikunjungi kedepannya ini, masih kurang tempat duduknya. Ya, semoga nanti seiring dengan semakin dikenalnya tempat ini, akan ada penambahan tempat duduk dan perluasan lokasi. 


Menurutku ada yang kurang lagi, yaitu untuk penjaja minuman yang hanya ada di satu booth saja dengan variasi yang sudah cukup banyak, sih. Namun, kalau sering ke sana rasanya jadi masih kurang variannya. Semoga ke depannya akan ada variasi baru lagi.




Info selanjutnya yang paling ditunggu-tunggu kalau ada review tempat kuliner atau review makanan pasti tentang harga. Hmmm … tentang harga masih dalam batas wajar, kok. Ada harga, ada rasa. Untuk makanan kalau aku tidak salah ingat harganya mulai dari Rp 5.000 sampai belasan ribu. Sedangkan untuk minuman berkisar antara Rp 10.000 sampai Rp 15.000. Hanya air mineral yang ada manis-manisnya yang harganya dibawah Rp 5.000.


Soal rasa makanan dan minuman, aku rasa sesuai dengan harganya. Enak, kok. Namun, yang menjadi favorit anak-anak sepertinya bakso Cak Tam dan pempek Pak Ndan yang cukonya pas sekali di lidah. Masih banyak yang belum dicoba, jadi belum berani mengambil kesimpulan mana yang benar-benar menjadi favorit.


Bagaimana? Semakin penasaran main ke Taman Djadjan Aliza?

Untuk warga Blitar, segera saja meluncur bersama yang tersayang.



Rabu, 26 Juni 2024

Main Air sampai Kulit Keriput Hanya dengan Rp 10.000 di Wisata Sumber Maron

 

Sumber: Localguide/AgungCS27



Libur panjang sekolah sudah dimulai dari hari Senin kemarin. Kalian sudah pergi jalan-jalan ke mana saja? Atau masih diam di rumah menyusun rencana?


Kalau kemarin, aku sudah mampir ke tempat wisata yang ada di kota tetangga. Mumpung sejalan dengan arah pulang dari rumah nenek anak-anak, jadi sekalian main, deh. Bersyukur kemarin tempatnya tidak sepadat waktu pertama kali ke sana beberapa tahun yang lalu. Mungkin karena hari aktif, jadi masih banyak orang tua yang harus bekerja.


Dari sekian banyak tempat wisata yang ada di Kabupaten Malang, tempat ini tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Bagi kalian yang suka bermain air, tempat ini sangat aku rekomendasikan karena semua wahana bersentuhan dengan air. Wisata Sumber Maron namanya. 


Lokasi tempat Wisata Sumber Maron

Tempat wisata ini terletak di Dusun Adi Luwih, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Akses ke tempat wisata ini sudah beraspal mulus, kok. Kalau belum tahu lokasinya pun bisa dicari dengan mudah di google map dengan kata kunci “Wisata Sumber Maron”.


Harga Tiket Masuk

Pasti kalian tidak akan melewatkan untuk berwisata di tempat ini kalau tahu harga tiketnya. Dijamin tidak akan membuat isi dompet terlalu kempes. Hanya dengan Rp 10.000 kamu beserta keluarga sudah bisa menikmati wahana air yang ada di Sumber Maron ini sampai puas, bahkan sampai kulit di tangan dan kakimu mengkerut. Namun, untuk anak yang masih berusia dibawah 3 tahun tidak dikenai tiket masuk. Lumayan, kan mengurangi pengeluaran.


Untuk kalian yang membawa mobil, siapkan uang untuk parkir sebesar Rp 5.000. Kalau aku kemarin mendapat lokasi parkir yang strategis karena jalan masuk ke tempat wisata ada di belakang lahan parkir ini. Nah, lokasinya yang ini berada di paling ujung ketika kita memasuki gang.


Jika kalian mengendarai sepeda motor, menurut informasi yang aku dapat tarif parkirnya sebesar Rp 3.000. Untuk lokasi tempat parkir, tenang saja kalian tidak perlu bingung mencari-cari karena kalau sudah berada di gang, akan ada banyak sekali tukang parkir yang memintamu masuk ke area mereka. Cari saja lokasi parkir yang terdekat dengan akses masuk tempat wisata agar kamu tidak terlalu lelah berjalan.


Wahana yang Ada di Wisata Sumber Maron

Wisata Sumber Maron mempunyai wahana untuk bermain yang dijamin akan membuat kalian malas pulang saking serunya. Pokoknya surga dunia sekali untuk kalian yang suka bermain air.


Berikut beberapa wahana bermain yang ada di tempat wisata Sumber Maron

  • River Tubing

Bisa dibilang wahana ini adalah tujuan utama wisatawan datang ke sini karena belum banyak tempat wisata yang mempunyai wahana river tubing ini. Kalau kalian belum tahu  river tubing, baca dulu bagian ini, jangan di skip. 


River tubing adalah wahana bermain di sungai  menggunakan ban besar sebagai tempat untuk kita duduk. Kalau aku lihat kemarin, sungai yang digunakan untuk wahana ini mempunyai arus yang tidak terlalu deras dan tidak terlalu dalam, jadi aman.


Nah, untuk menikmati arus sungai sepanjang 500 meter ini, kita bisa menyewa ban yang telah disediakan oleh para pengelola dengan tarif Rp 5.000 saja sepuasnya. Bisa bolak balik lebih dari 3 kali, loh kalau mau.


  • Kolam Renang Jumbo

Kalau sudah puas bermain river tubing, kalian bisa berpindah untuk berenang atau berendam ke kolam jumbo yang menjadi lokasi adanya sumber air. Namun, perlu diwaspadai karena ada yang dalamnya sampai 2 meter. Kalian juga harus berhati-hati karena ada bebatuan di dasar kolam tersebut sehingga ada peringatan untuk tidak melompat ketika masuk kolam.


Peringatan pun sudah dipasang oleh pihak pengelola di pinggir kolam, jadi patuhilah peraturan yang ada demi keselamatan kalian.


  • Menikmati Air Terjun

Menurut kabar yang beredar, daya tarik lainnya dari tempat wisata ini adalah adanya air terjun Grojogan Sewu setingga sekitar 5 meter. Kalian bisa berenang di bawah air terjun atau bisa menikmati sambil duduk-duduk di bebatuan besar di sekitar air terjun. 


Kalau ada yang tidak suka bermain air bagaimana?

Tenang, kalian tetap bisa menikmati keindahan alamnya sambil duduk di warung-warung yang berjajar disepanjang jalan area tempat wisata. Ada berbagai macam makanan yang dijajakan. Mulai dari pisang goreng, ubi goreng, tahu isi, bakso, mie instan, dan aneka makanan ringan seperti kerupuk, kripik, dan lain-lain.


Tidak hanya makanan berat dan ringan, ada berbagai oleh-oleh berupa bunga hiasan, baju, kaus, kerupuk mentah, makanan tradisional instan, dan aksesoris. Wah, pokoknya lengkap dan puas, bisa-bisa sampai pusing juga memilih oleh-oleh.


Eits, lalu yang sudah basah-basahan bisa ganti baju di mana?

Kalau aku lihat kemarin, sih sepertinya setiap warung yang berjajar itu menyediakan toilet. Jangan lupa siapkan uang sebesar Rp 2.000 jika kalian berniat mandi. Ada beberapa warung yang juga menyediakan fasilitas penitipan barang-barang kalian dengan tarif sebesar Rp 5.000, jadi tidak perlu khawatir barang akan hilang.


Hmmm … lengkap, kan fasilitasnya?

Tidak akan ragu lagi, kan untuk berwisata ke sana?

Terpenting yang perlu diingat kalau ke sana ketika akhir pekan pasti akan ramai pengunjung. Jadi, carilah waktu yang tepat menurut kalian masing-masing.


Semoga bermanfaat rekomendasi tempat wisata murah meriah dan tentu menyenangkan ini.



Rabu, 19 Juni 2024

Family Time, Serunya Mendaki Gunung Betet sampai Puncak. Ngos-ngosan yang Berakhir Bahagia

 

Foto galeri ceritazha.blogspot.com

Hari tasyrik kedua, sekolah anak-anak masih libur. Tiba-tiba saja ada yang mengajak main ke gunung. Yeay, semua langsung berseru dengan semangat, lalu segera bersiap-siap.


Sebenarnya ajakan mendaki gunung ini disebabkan adanya rengekan anak sulung beberapa minggu yang lalu. Dia yang sudah ke sana bersama teman-teman dan gurunya masih kurang puas. Katanya hanya sebentar di puncak karena cuaca sudah sangat panas sehingga tidak punya dokumentasi. Kemarin, Rabu pagi, si Ayah akhirnya mewujudkan keinginannya kembali.


Perjalanan menuju Gunung Betet

Kami berangkat dari rumah pukul 06.00 wib mengendarai 2 sepeda motor dengan membawa 2 tas ransel berisi peralatan masak dan makan. Tentu yang tidak boleh tertinggal adalah bahan makanan berupa mie instan juga baso. Tidak butuh waktu lama untuk sampai lokasi karena memang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Karena tidak ada penitipan motor yang dirasa aman, maka kami menitipkan kendaraan di rumah teman suami. 


Setelah motor berada di tempat yang aman, barulah kami mulai mendaki. Let’s go!


Sebenarnya jalur pendakian ada 2. Jalur yang landai, tetapi akan banyak menemui tanaman berduri kecil-kecil seperti yang pernah dilewati si Sulung ketika bersama teman sekolahnya. 


Nah, jalur lainnya tidak ada tanaman berduri, tetapi lumayan menanjak. Ya, sukseslah untuk membuat kita ngos-ngosan. Dan jalur inilah yang dipilih si Ayah untuk mencapai puncak.


Lucunya, kami sempat agak salah arah karena mengikuti anak-anak tangga yang ternyata menuju ke pemakaman. Padahal saat di bawah kita sebenarnya sudah membaca tulisan ada makam. Ya, syukurnya suami cepat sadar, jadi segera berbalik arah dan menuju jalur yang benar. 


Jalur yang benar untuk menuju puncak ternyata berupa tanah liat yang kering dan pecah-pecah ditutupi oleh banyak daun jati kering yang gugur. Di samping kanan kiri kami, rerumputan pun banyak yang mengering. Hal itu, dikarenakan memang sudah masuk musim panas di daerah ini. 


Jalan setapak yang cukup menanjak ternyata tidak menyurutkan semangat melangkah anak-anak untuk sampai puncak. Ya, walaupun napas kami lumayan tersengal-sengal, tapi masih bisa diatur.


Kira-kira setelah berjalan selama 45 menitan, sampailah kami di puncak Gunung Betet. Yeay, maasya Allah kami semua girang bukan kepalang. Apalagi melihat hamparan hijau yang luas di bawah sana. Langit yang biru dengan cahaya matahari yang mulai menghangat. Sungguh indah ciptaanNya.


Terus, kalau sudah di puncak mau apa?


Foto galeri ceritazha.blogspot.com

Tentu saja kami sibuk berfoto gantian. Ehm … aku dan si sulung maksudnya. Sementara si Ayah dan adik sibuk menyiapkan kompor dan kawan-kawannya untuk memasak sarapan.


Lapar sudah melanda kami berempat, maka kegiatan berfoto untuk sementara dihentikan dulu. Aku dan si Sulung akhirnya turun tangan membantu duo lelaki memasak dan menyiapkan mie instan.


Sembari menikmati indahnya alam ciptaan Allah, kami menikmati sarapan bersama, ngobrol bersama, sekaligus membuat dokumentasi berupa video dan juga foto tentunya. 


Ah, sungguh nikmat manalagi yang akan kudustakan. Momen seperti ini, kebersamaan yang masih full team seperti ini, pemandangan luar biasa itu, belum tentu bisa dinikmati setiap pekan atau setiap bulan. Maka, sungguh harus dinikmati setiap momen indah yang ada walaupun capai sedikit melanda. Yang penting masih tetap happy semua.









Rabu, 12 Juni 2024

Jalan-jalan ke Blitar Djadoel Nikmati Jajanan dan Suasana Masa Lampau


Sumber: galeri ceritazha.blogspot.com


Akhir pekan, biasanya digunakan banyak orang sebagai family time yang diisi dengan kegiatan jalan-jalan, rekreasi, ataupun bermain bersama di rumah. Nah, kalau sebagian besar orang yang tinggal di Blitar terpantau di akhir pekan kemarin memiliki kegiatan yang sedikit berbeda dari biasanya. 


Apa yang membuat berbeda?


Event Blitar Djadoel yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Blitar menjadi tujuan sebagian besar  masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di akhir pekan kemarin. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan dalam rangka Bulan Bung Karno dan juga memperingati Hari Pancasila. Dibuka pada tanggal 7 Juni 2024, pukul 15.00 Wib oleh walikota Blitar, kegiatan ini berhasil menarik perhatian masyarakat dari berbagai penjuru di Kota dan Kabupaten Blitar. 


Ada yang berbeda dengan Blitar Djadoel tahun ini. Bukan hanya kegiatan tahunan yang rutin digelar, melainkan juga menjadi momen pembukaan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXI, Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-52 Provinsi Jawa Timur, dan juga Festival Batik Keren ke-3. Wah, pantas saja stand yang ada pun lebih banyak dari tahun sebelumnya. Produk-produk dari luar kota pun turut memeriahkan event Blitar Djadoel kali ini.


Sumber: galeri ceritazha.blogspot.com

Lalu, ada apa saja di Blitar Djadoel?


Pastinya ada banyak hal menarik, mulai dari jajanannya, konsep stand-nya, sampai tampilan-tampilan yang dihadirkan oleh siswa siswi pelajar Kota Blitar.


 Ada ratusan stand bazar dari instansi pemerintahan juga ratusan UMKM di Blitar serta luar kota yang turut memeriahkan event kali ini. Kuliner dan jajanannya sungguh menggiurkan. Ada getuk, gatot, cenil, dawet, gulali dan masih banyak lagi. Selain menggiurkan, melalui jajanan jadul yang dijual di stand-stand bazar kita jadi mengenang masa-masa dulu ketika masih usia anak-anak. Masa di mana jajanan itu masih sangat mudah ditemukan. Berbeda dengan sekarang yang ramai justru jajanan dari negara orang. Hmm … agak sedih jadinya.


Konsep stand bazar yang menurutku paling menarik adalah milik Perpustakaan Bung Karno. Mempunyai konsep koleksi gambar-gambar penyanyi dan lagu jadul. Kalau tidak salah ada sebuah piringan hitam juga yang digantung di dinding tripleknya. Berasa sekali kembali ke zaman dulu kala ketika masuk.


Sumber: galeri ceritazha.blogspot.com

Bukan hanya ajang jualan jajanan jadul, di acara ini pun ada berbagai macam hiburan yang melibatkan pemuda di Blitar. Mulai dari tarian tradisional sampai parade band dari pelajar sekolah-sekolah di daerah Kota Blitar. Hiburan lain yang paling membuat anak-anak semangat datang tentu saja adanya permainan seperti kora-kora, bianglala, odong-odong, dan masih banyak yang lainnya lagi.


Terlepas dari euforia Blitar Djadoel yang sudah berakhir tanggal 11 Juni kemarin, nyatanya ada saja yang dikeluhkan oleh masyarakat. Diantaranya harga jajanan yang melambung. Lalu, tempat sampah yang tersedia menurutku jumlahnya masih kurang, jadi masih terlalu banyak sampah bertebaran di mana-mana.


Selebihnya, kurasa acara tahunan ini selalu berhasil menarik animo masyarakat. Misi pemerintah kota pun rasanya berhasil pula menjadikan event ini sebagai media mengenalkan produk-produk UMKM yang belum diketahui masyarakat.






Review Buku

Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1

  Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1 Poster Drakor Gyeongseong Creature Sumber: google.com   Cerita Singkat Gyeon...