Rabu, 26 Juni 2024

Ulasan Cerita Calon Arang by Pramoedya Ananta Toer

Foto: bukuprogresif.com


 Judul: Cerita Calon Arang

Penulis: Pramoedya Ananta Toer

Penerbit: Lentera Dipantara


Halaman: 94


Sinopsis


Buku ini menceritakan tentang seorang wanita bernama Calon Arang yang mempunyai ilmu hitam. Kehebatannya dalam dunia teluh sungguh tak tertandingi sehingga tidak ada orang yang tidak takut dengannya.


Kejahatannya semakin menjadi-jadi ketika dia marah. Banyak orang di kampungnya yang menjadi korban teluh mati bergelimpangan di jalan-jalan. Tidak hanya itu, bersama murid-muridnya, dia semakin memperluas teluhnya hingga ke kota. Bahkan dia berniat untuk meneluh Raja Erlangga, raja yang saat itu memerintah negara Daha (sekarang Kediri).


Raja Erlangga sangat sedih mendengar berita tentang keadaan rakyatnya. Dia mengutus prajuritnya untuk menangkap Calon Arang. Namun, kesaktian wanita tua itu nyatanya tidak bisa dikalahkan oleh prajurit.


Perbuatan dukun wanita bersama muridnya semakin menjadi-jadi. Raja Erlangga pun akhirnya meminta bantuan kepada Empu Baradah sebagai usaha untuk menghentikan teluh yang semakin merajalela membunuh rakyatnya.


Apakah Empu Baradah berhasil menghentikan perbuatan Calon Arang? Dengan cara apa Empu Baradah akan menghentikannya?


Baca, yuk bukunya.


Ulasan

Pak Pram menurutku tidak pernah gagal membuat karya, termasuk Cerita Calon Arang ini. Walaupun beliau menulis ulang cerita ini, rasanya ciri khas beliau tidak lantas hilang.


 Kali ini, karena berbentuk dongeng yang biasanya banyak dibaca anak-anak, maka gaya penulisan Pak Pram sangat berbeda dengan Bumi Manusia yang pernah aku baca. Beliau tidak menggunakan perumpamaan-perumpamaan. Justru cerita ini ditulisnya dengan bahasa yang jelas dan lugas. Namun, tetap dengan gaya bahasa khas beliau.


Namun, dongeng ini aku rasa kurang pas dibaca oleh anak-anak karena ada beberapa adegan pembunuhan, misalnya. Bahasan tentang teluh mungkin juga belum bisa dipahami oleh anak-anak.


Walaupun ini dongeng, beliau tetap menggambarkan karakter tokoh-tokohnya dengan jelas sehingga memudahkan pembaca untuk berimajinasi. 


Penggambaran setting tempat dan waktu pun memudahkan pembaca untuk larut dalam suasana yang mengerikan, mencekam, dan kadang menegangkan. Bagaimana tidak? Dalam cerita ini dijelaskan oleh Pak Pram mayat-mayat tergeletak dipinggir jalan begitu saja. Tidak ada keluarga atau masyarakat yang berani menguburkan saking takutnya dengan teluh Calon Arang.


Tidak seperti novelnya yang lain, buku ini termasuk tipis dengan jumlah halaman kurang dari 100 lembar. Pembaca tidak akan butuh waktu lama untuk menyelesaikannya. Bisa tamat dalam sekali duduk saja.


Hikmah yang Bisa Dipetik

Dalam cerita ini, sangat jelas pesan moral yang bisa dipetik. Bahwa kebaikan akan mengalahkan kejahatan meskipun butuh waktu, pengorbanan, dan juga strategi.


Calon Arang sebenarnya adalah penggambaran seorang ibu pada umumnya. Seorang ibu yang marah karena merasa banyak masyarakat yang menggunjingkan putrinya sehingga naluri ingin melindungi dan membela sang putri dengan kemampuan yang dia punya. Dalam cerita ini pun, digambarkan bahwa boleh jadi seorang wanita itu jahat kepada orang lain, tetapi jika sudah berhadapan dengan anak, dia akan menjadi wanita yang penuh kasih sayang.


Dari Raja Erlangga kita memperoleh hikmah bahwa setinggi-tingginya posisis kita, tetap saja kita adalah makhluk sosial. Makhluk yang membutuhkan orang lain untuk membantu urusan yang tidak mampu diselesaikan sendiri. Maka dari itu kita tetap harus bersikap baik dan bijak.


Kehidupan keluarga Empu Baradah setelah kepergian sang istri kemudian menikah lagi juga menarik untuk dilirik. Bagaimana si anak, Wedawati menyikapi ibu tirinya yang tidak menyukainya. Dia menunjukkan sikap yang bijak dengan diam, tidak melaporkan kepada sang Ayah, dan tidak pula berkoar kepada para tetangga. Cukup pergi menjauh dari orang yang tidak menyukainya walau berat meninggalkan rumah masa kecilnya.



4 komentar:

  1. Wah menarik ceritanya. Meski aku udah tahu cerita tentang calon arang ini. Apakah ada perbedaannya? Apakah lebih kompleks dan lengkap? Jd penasaran juga

    BalasHapus
  2. Menarik! Aku baru tahu tentang calon arang ini. Otw cari bukunya.

    BalasHapus
  3. Wah, ulasan yang menarik Kak RIza. Jadi penasaran dan pengen baca bukunya (walaupun belum pernah baca buku Pak Pram T-T)

    BalasHapus
  4. Ih bukunya pengen baca, ngena banget biar bisa bersiap kalau nanti punya anak. Gimana ya rasanya jadi si ibu🥺

    BalasHapus

Review Buku

Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1

  Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1 Poster Drakor Gyeongseong Creature Sumber: google.com   Cerita Singkat Gyeon...