Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Januari 2025

Novel Renungan Untuk Remaja: Gilang Rindu Pulang

 

Sumber: canva app

Penulis: Patrick Kellan

enerbit: Patrick Kellan Publisher 

Halaman: 113


Blurb

“Mungkin keluarga adalah orang-orang yang kamu pikir akan selalu ada. Karena itu kamu sering mengabaikan mereka seolah kebersamaan kalian bisa tercipta kapan saja. Makanya kamu mau duduk mendekat hanya pada saat butuh mereka. Untuk bertanya atau meminta”

Tentang apa novel 'Gilang Rindu Pulang'?

Tiba-tiba harus berpisah dengan kedua orang tua dan juga seorang adik rupanya menjadi pukulan yang sangat berat bagi anak berusia 13 tahun. Walaupun ketika mereka semua ada, hubungan Gilang dengan mereka tidak selalu hangat. 

Ada masanya Gilang tidak peduli dengan nasihat dan pertanyaan ibunya, ada masanya dia suka sekali menjahili sang adik atau merasa sebal. Namun, nyatanya ketika mereka tidak lagi ada di dekat Gilang, hidupnya kehilangan tujuan pulang. Gilang akhirnya merasakan rindu pulang.


Bagaimana Kesan Setelah Membaca?

“Nangis aku baca cerita ini, Bu.”

Komentar si Kakak ketika selesai membaca novel ini. Ya, memang sesedih itu kisah Gilang Rindu Pulang ini setelah aku pun membacanya sampai tamat. 

Novel yang memang ditulis untuk anak remaja ini punya konflik yang sederhana, tapi sangat mengena. Sarat akan pesan moral tidak hanya untuk para remaja, melainkan juga untuk orang tua. 

Karakter Gilang di sini sangat mewakili anak-anak remaja pada umumnya. Sehingga membuat pembaca dengan mudah turut merasakan apa yang dirasakan oleh Gilang.

Dari kisah Gilang ini, kita bisa belajar bahwa semenyebalkan apapun orang tua atau saudara, merekalah tempat pulang paling nyaman. Jadi, di saat mereka masih ada di dekat kita, manfaatkan waktu untuk membangun hubungan yang hangat bersama mereka. Karena tidak selamanya akan bersama-sama. Perpisahan selalu ada didepan mata entah itu karena kematian atau hal lain.

Dari sudut pandang orang tua, yang bisa kusimpulkan dari novel ini adalah ngemong anak remaja itu sangat berbeda dengan anak masih balita. Sebagai orang tua harus selalu mengikuti perkembangan informasi agar bisa mengobrol dengan asyik dan nyambung seperti anak sedang mengobrol dengan temannya. Kalau kita tidak up date informasi, maka anak remaja kita akan seperti Gilang yang lebih nyaman mengobrol panjang lebar bersama teman-temannya.

Tidak bisa lagi sembarangan memberi nasihat apalagi setiap hari dengan nasihat yang sama dan intonasi menuntut. Atau memberi banyak pertanyaan yang lebih terkesan sedang menginterogasi si Remaja.

Selain sarat akan pesan moral, novel ini juga patut dibaca untuk kalian yang sedang mengalami reading slump. Jumlah halamannya hanya 113 dengan font yang tidak terlalu kecil. Bentuk bukunya yang tidak sebesar novel biasanya juga sangat membantu untuk memudahkan digenggam ke mana-mana agar segera selesai membaca. 

Ah, iya, tidak butuh waktu lama juga untuk membacanya. Mungkin bisa tamat dalam waktu 30 sampai 60 menit bahkan kurang.


Rabu, 01 Januari 2025

Novel Drama Rumah Tangga yang Berbeda. Review: Nirani (Dosa pada Gadis Kecil Itu)

 

Sumber:galeri ceritazha.blogspot.com

Penulis: Patrick Kellan
Penerbit: Patrick Kellan Publisher


Mengisahkan tentang apa?

"Jadilah seperti Nirani setiap saat. Dan jadilah seperti Mita di saat tertentu saja"

Sebuah pemikiran yang tercetus setelah menamatkan buku ini dan akan selalu kuingat demi mengamankan suami dan rumah tangga.

Novel ini mengangkat tema yang sudah umum sebenarnya. Tentang drama rumah tangga yang juga sudah banyak ditulis orang di banyak platform baca online maupun buku cetak.

Mengisahkan tentang seorang pria–Bang Dama yang terlalu bersikap baik kepada seorang anak magang–Nirani sampai kebablasan. Selain menghancurkan masa depan Nirani, Dama pun akhirnya menghancurkan rumah tangganya sendiri. Istrinya–Mita meminta berpisah tanpa adanya usaha berkomunikasi sebelumnya. Bahkan anak Dama pun terkena dampaknya, dia hancur juga masa depannya.


Bagaimana Rasanya Setelah Membaca Novel ini?

Novel bergenre drama rumah tangga ini terasa sangat berbeda alurnya ketika digarap oleh penulis satu ini. Seperti biasa, seorang Patrick Kellan selalu menulis dengan melihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan orang.

Jujur membaca novel ini penuh dengan emosi, tetapi tidak bisa menyalahkan salah satu pihak. 

Dibeberapa bab awal, sempat merasa kesal

dengan salah satu tokohnya—Bang Dama. Sepenuhnya aku menyalahkan perilakunya yang serba terlalu kepada wanita lain.

Setelah bab demi bab kubaca dan dicerna perlahan, akhirnya kusadari bahwa tidak

sepatutnya melimpahkan semua kesalahan pada Bang Dama karena

bukan hanya dia yang bersalah. Ada penyebab yang menjadikan Bang Dama berbuat dan berperilaku yang kurang baik untuk keutuhan rumah tangganya.

Mau menyalahkan Nirani? Setelah membaca banyak halaman, sangat dibuat dilema dengan tokoh ini. Ingin menyalahkan, tapi dia juga pantas untuk dikasihani.

Bagaimana dengan istri Bang Dama–Mita? Sama saja. Penulis membuat tokoh ini seakan menjadi korban yang paling tersakiti, tapi kalau dilihat lebih jeli, Mita pun punya andil menjadi penyebab rumah tangganya kacau.


Nah, loh bingung kan mau menyalahkan tokoh yang mana?

Itulah salah satu istimewanya novel ini. Tidak ada salah satu tokoh yang disudutkan. Semua sama, punya kesalahan dan kebaikan layaknya kita di dunia nyata.

Cerita ini punya plot twist yang sangat bagus menurutku karena sulit sekali ditebak alur ceritanya. Disetiap bab selalu ada kejutan yang membuatku tidak bisa berhenti membaca kalau belum sampai tamat. Ini menjadi salah satu bukti bahwa penulis sangat piawai memilah kata dan merangkainya sehingga bisa dengan mudah dicerna kisahnya serta dilahap pesan moralnya.


Pesan Moral Apa yang Didapatkan?

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah Nirani ini. Diantaranya, sebangga-bangganya seorang suami ketika istrinya bisa mandiri, ternyata mereka tetap menginginkan istrinya bermanja-manja karena fitrah seorang lelaki yang selalu ingin merasa dibutuhkan. 

Hidup berumah tangga tidak akan lepas dari masalah. Maka, serumit apa pun masalah itu, tetap butuh dikomunikasikan dengan baik sebelum mengambil keputusan. Baiknya juga tidak mengambil keputusan ketika emosi negatif masih menguasai hati dan pikiran seperti Mita.

Ketika sepasang suami istri tidak hanya hidup berdua, mereka sudah punya anak, maka alangkah baiknya seburuk-buruknya sifat pasangan, jangan pernah membuka aibnya di depan anak. Faktanya hal itu akan terekam kuat di memori anak, sehingga di masa depan bisa jadi sifat orang tuanya akan ditiru atau anak akan kehilangan kepercayaan terhadap orang tua. Kalau sudah begitu, bisa jadi anak akan menjauh atau malah benci kepada orang tuanya. Akhirnya dia akan kehilangan sosok orang tua yang sebenarnya masih sangat dia butuhkan.


Nah, begitu dalam pesan moral dari novel ini untuk pembacanya. Begitu riil juga karakter serta kisahnya. Rugi rasanya kalau tidak baca.


Rabu, 26 Juni 2024

Ulasan Cerita Calon Arang by Pramoedya Ananta Toer

Foto: bukuprogresif.com


 Judul: Cerita Calon Arang

Penulis: Pramoedya Ananta Toer

Penerbit: Lentera Dipantara


Halaman: 94


Sinopsis


Buku ini menceritakan tentang seorang wanita bernama Calon Arang yang mempunyai ilmu hitam. Kehebatannya dalam dunia teluh sungguh tak tertandingi sehingga tidak ada orang yang tidak takut dengannya.


Kejahatannya semakin menjadi-jadi ketika dia marah. Banyak orang di kampungnya yang menjadi korban teluh mati bergelimpangan di jalan-jalan. Tidak hanya itu, bersama murid-muridnya, dia semakin memperluas teluhnya hingga ke kota. Bahkan dia berniat untuk meneluh Raja Erlangga, raja yang saat itu memerintah negara Daha (sekarang Kediri).


Raja Erlangga sangat sedih mendengar berita tentang keadaan rakyatnya. Dia mengutus prajuritnya untuk menangkap Calon Arang. Namun, kesaktian wanita tua itu nyatanya tidak bisa dikalahkan oleh prajurit.


Perbuatan dukun wanita bersama muridnya semakin menjadi-jadi. Raja Erlangga pun akhirnya meminta bantuan kepada Empu Baradah sebagai usaha untuk menghentikan teluh yang semakin merajalela membunuh rakyatnya.


Apakah Empu Baradah berhasil menghentikan perbuatan Calon Arang? Dengan cara apa Empu Baradah akan menghentikannya?


Baca, yuk bukunya.


Ulasan

Pak Pram menurutku tidak pernah gagal membuat karya, termasuk Cerita Calon Arang ini. Walaupun beliau menulis ulang cerita ini, rasanya ciri khas beliau tidak lantas hilang.


 Kali ini, karena berbentuk dongeng yang biasanya banyak dibaca anak-anak, maka gaya penulisan Pak Pram sangat berbeda dengan Bumi Manusia yang pernah aku baca. Beliau tidak menggunakan perumpamaan-perumpamaan. Justru cerita ini ditulisnya dengan bahasa yang jelas dan lugas. Namun, tetap dengan gaya bahasa khas beliau.


Namun, dongeng ini aku rasa kurang pas dibaca oleh anak-anak karena ada beberapa adegan pembunuhan, misalnya. Bahasan tentang teluh mungkin juga belum bisa dipahami oleh anak-anak.


Walaupun ini dongeng, beliau tetap menggambarkan karakter tokoh-tokohnya dengan jelas sehingga memudahkan pembaca untuk berimajinasi. 


Penggambaran setting tempat dan waktu pun memudahkan pembaca untuk larut dalam suasana yang mengerikan, mencekam, dan kadang menegangkan. Bagaimana tidak? Dalam cerita ini dijelaskan oleh Pak Pram mayat-mayat tergeletak dipinggir jalan begitu saja. Tidak ada keluarga atau masyarakat yang berani menguburkan saking takutnya dengan teluh Calon Arang.


Tidak seperti novelnya yang lain, buku ini termasuk tipis dengan jumlah halaman kurang dari 100 lembar. Pembaca tidak akan butuh waktu lama untuk menyelesaikannya. Bisa tamat dalam sekali duduk saja.


Hikmah yang Bisa Dipetik

Dalam cerita ini, sangat jelas pesan moral yang bisa dipetik. Bahwa kebaikan akan mengalahkan kejahatan meskipun butuh waktu, pengorbanan, dan juga strategi.


Calon Arang sebenarnya adalah penggambaran seorang ibu pada umumnya. Seorang ibu yang marah karena merasa banyak masyarakat yang menggunjingkan putrinya sehingga naluri ingin melindungi dan membela sang putri dengan kemampuan yang dia punya. Dalam cerita ini pun, digambarkan bahwa boleh jadi seorang wanita itu jahat kepada orang lain, tetapi jika sudah berhadapan dengan anak, dia akan menjadi wanita yang penuh kasih sayang.


Dari Raja Erlangga kita memperoleh hikmah bahwa setinggi-tingginya posisis kita, tetap saja kita adalah makhluk sosial. Makhluk yang membutuhkan orang lain untuk membantu urusan yang tidak mampu diselesaikan sendiri. Maka dari itu kita tetap harus bersikap baik dan bijak.


Kehidupan keluarga Empu Baradah setelah kepergian sang istri kemudian menikah lagi juga menarik untuk dilirik. Bagaimana si anak, Wedawati menyikapi ibu tirinya yang tidak menyukainya. Dia menunjukkan sikap yang bijak dengan diam, tidak melaporkan kepada sang Ayah, dan tidak pula berkoar kepada para tetangga. Cukup pergi menjauh dari orang yang tidak menyukainya walau berat meninggalkan rumah masa kecilnya.



Senin, 10 Juni 2024

Review Novel Spion by Meiska

 

Gambar koleksi ceritazha.blogspot.com


Judul: Spion

Penulis: Meiska

Penerbit: Patrick Kellan Publisher

Halaman: 229


Blurb

Bagi Ardian, kuntilanak yang bersarang di spion mobilnya sama sekali tidak mengganggu. Dia justru membantunya mengungkap berbagai kasus pembunuhan. Sampai suatu ketika kemunculan seorang gadis bernama Renata, membawanya pada sejumlah informasi tentang sebuah kasus yang melibatkan si Kunti dan seorang pebisnis bernama Tanu Wijaya.


Bersama dengan sahabatnya, Sandi, seorang ahli digital forensik, Ardian menelusuri potongan-potongan informasi yang didapatkan dari si Kunti. Nyatanya si Kunti tidak hanya merupakan informan dari alam ghaib, dia juga memiliki peran besar dalam kehidupan Ardian di masa lalu.


Siapakah si Kunti sebenarnya?

Apakah Ardian mampu mengungkap kasus besar itu?


Review

Awal mula membaca blurb novel ini sudah yakin tidak akan membacanya karena ada tokoh kuntilanak di dalamnya. Kalau ada sosok makhluk ghaib disebuah cerita, sudah pasti genrenya horor. Dan aku paling anti dengan genre itu karena bisa terbayang-bayang sosok-sosok ghaibnya sampai berhari-hari sehingga takut kalau sendiri.


Namun, keyakinan itu perlahan memudar karena bujukan teman-teman yang sudah membaca. Mereka bilang, ini bukan novel horor seperti yang kubayangkan. Bahkan tokoh hantu di sini sama sekali tidak dibuat menakutkan oleh penulis.


Setelah menimbang cukup lama, akhirnya memberanikan diri untuk meminang buku ini dari seseorang, lalu mencoba membacanya. Dan ternyata benar, novel ini bukan sepenuhnya bergenre horor, ada misteri juga komedi dengan bumbu-bumbu romansa.


Membaca 2 atau 3 bab awal jujur saja aku merasa bosan karena kasusnya gampang sekali dipecahkan, lalu selesai. Namun, feelingku mengatakan bahwa mana mungkin buku setebal itu hanya membahas kasus-kasus yang sekali dilahap selesai. Pasti ada kasus besarnya yang akan menjadi misteri.


Benar. Semakin ke belakang, semakin banyak pertanyaan di kepala saking juaranya plot twist yang dibuat oleh penulis. Kadang harus memperlambat tempo membaca karena harus menghubungkan kejadian demi kejadian di masa lalu untuk mendapat benang merah dari cerita Ardian hingga akhirnya semua terpecahkan. Dan identitas si Kunti juga Ardian terkuak.


Gaya bercerita penulis yang santai, tidak kaku, dan menggunakan bahasa sehari-hari ini menjadi salah satu kenyamanan tersendiri untuk membacanya. Dibalut dengan komedi yang mampu membuat pembaca ikut tersenyum-senyum sendiri menambah rasa malas untuk menutup buku ini sebelum sampai di halaman akhir.


Penggambaran karakter tokoh-tokohnya jelas dan kuat. Begitupun dengan setting tempat dan waktu digambarkan dengan jelas pula oleh penulis sehingga membuat pembaca dengan mudah mengimajinasikan setiap adegan sampai terbawa suasana yang tegang.


Kisah romansa tipis-tipis antara Ardian dan Renata bisa menjadi pemecah ketegangan saat membaca. Ya, walaupun kadang geli sendiri dengan kelakuan Ardian ketika sedang mencoba merayu Renata.

Baca juga Review Novel Pulang-Pergi Tere Liye

Adegan Paling Berkesan

Banyak sekali adegan yang berkesan sepanjang membaca novel ini sebenarnya. Namun, kalau dicari yang paling berkesan mungkin saat Ardian kecelakaan. Dalam keadaan antara sadar dan tidak, dia bersama si Kunti berada di masa lalu yang pada akhirnya menjadi jalan terang untuk kasus yang sedang dia selidiki.


Pesan Moral

  • Di negeri ini, sebenarnya masih ada aparat penegak hukum yang bisa diandalkan dan benar-benar menegakkan hukum tanpa pandang status sosial. Namun, sayang jalan mereka tidak bisa mulus apalagi jika kasus tersebut berhubungan dengan orang penting.

  • Kasih sayang orang tua untuk anaknya memang benar sepanjang jalan, tanpa batasan.

  • Alangkah baiknya jika kita tidak sembarangan memberikan label pada orang lain terutama tentang dari siapa dia dilahirkan.


Kesimpulannya, dari novel ini kita bisa tahu gambaran bagaimana dunia bisnis dan kondisi penegak hukum di negara ini. Baik dan buruk selalu ada, tidak bisa benar-benar dipisahkan.


“Mencari keadilan di negeri ini bukan hal yang mudah, apalagi bagi orang yang tidak memiliki kuasa atau harta”

Senin, 03 Juni 2024

Review Novel Pulang-Pergi Tere Liye

 

Buku Novel Pulang-Pergi karya Tere Liye

Judul: Pulang-Pergi

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Sabakgrip

Halaman: 414


Blurb

“Ada jodoh yang ditemukan lewat tatapan pertama. Ada persahabatan yang diawali lewat sapa hangat. Bagaiman jika takdir bersama ternyata, diawali dengan pertarungan mematikan? Lantas semua cerita berkelindan dengan, pengejaran demi pengejaran mencari jawaban? Pulang-Pergi.”


Cerita Singkat

Kisah tentang seorang lelaki yang dulunya menjadi tukang pukul yang kuat dan cerdas. Bujang namanya alias Si Babi Hutan. Saat dia pulang ke Talang untuk mengunjungi makam sang mamak, datang sebuah helikopter yang ditumpangi oleh salah satu anak buah Otets, pemimpin brotherhood Bratva mengirimkan sebuah pesan.


Setelah membaca pesan tersebut, Bujang merasa kesal sekali karena tidak hanya dikirim sekali itu saja. Dia ingin sekali menghindar dari situasi itu. Namun, dia juga merasa khawatir dengan keseimbangan keluarga shadow economy yang akan terganggu jika Otets mengamuk.


Maka pergilah dia ke Manila untuk menemui seorang kakek tua yang diharapkan bisa membantunya. Namanya Salonga, seorang penembak nomor 1 di dunia sekaligus guru Bujang. Dengan susah payah Bujang membujuk Salonga untuk membatalkan permintaan Otets menikahi putrinya, tapi gagal. Salonga tidak mau turut campur. 


Bujang kembali membujuk Salonga. Kali ini dia meminta Salonga untuk berbicara pada Otets agar rencana pertunangannya diundur. Akhirnya Salonga pun setuju untuk membantu. Maka berangkatlah Bujang, Salonga, dan salah satu murid Salonga, Junior menuju kediaman Otets.


Belum sempat Salonga berbincang bersama Otets untuk menyampaikan permintaan Bujang, mendadak acara pertunangan sudah diubah menjadi acara pernikahan. Salonga dan Bujang tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menerima. 


Bukan kebahagiaan seperti pernikahan pada umumnya yang didapat ketika acara digelar. Justru malam itu, suasana keributan yang menakutkan mendadak terjadi. Salah satu anak buah Otets yang paling diandalkan, Natascha menghianatinya. Dia melakukan penyerangan bersama pasukan yang sudah dilatihnya bertahun-tahun. Malam itu, Otets meninggal di tangan Natascha. Sedangkan putrinya, Maria melarikan diri bersama Bujang, Salonga, Junior, dan Thomas.


Mereka melarikan diri ke berbagai negara. Bukan perjalanan yang mudah karena posisi mereka selalu diketahui oleh orang-orang suruhan Natascha. Tempat persembunyiannya selalu diketahui oleh pembunuh-pembunuh bayaran  yang sudah profesional. Bahkan persembunyian yang dulu dibangun oleh Otets dan hanya diketahui oleh Otets serta Maria dapat ditemukan oleh pasukan militer suruhan Natascha. 


Beruntunglah bala bantuan dari si kembar, Yuki dan Kiko serta White datang tepat pada waktunya sehingga mereka bisa selamat.

Namun, bukan berarti perjalanan mereka untuk menemui keluarga Maria di kota Kiev untuk meminta bantuan membalaskan dendam pada Natascha berjalan dengan mulus. Masih banyak perjuangan yang harus mereka lewati dengan taruhan nyawa.


Baca juga Review Buku Uncersored


Review

Novel dengan genre action ini sungguh sangat memacu adrenalin pembaca. Pertempuran demi pertempuran digambarkan dengan baik oleh penulis sehingga dapat meningkatkan emosi siapapun yang membaca. Ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti, jadi tidak sulit untuk mencerna kalimat demi kalimatnya. Terdapat beberapa istilah asing yang digunakan sehingga menambah kosakata baru bagi pembaca. 


Penggambaran karakter para tokohnya pun sudah jelas dan kuat, jadi pembaca bisa mengimajinasikan bagaimana sosok-sosok tersebut selama membaca. Setting tempat juga diceritakan dengan detail sehingga pembaca bisa membayangkan keindahannya, dinginnya ketika salju turun, dan mencekamnya suasana pertempuran.


Tere Liye berhasil membuat pembaca tidak berhenti di tengah jalan ketika membaca. Karena disetiap akhir bab selalu dibuat penasaran dengan perjalanan rombongan Bujang. Pembunuh bayaran mana lagi yang akan mereka temui di tengah perjalanan? Akankah mereka selamat sampai tempat tujuan yang aman? Apakah mereka akan  berhasil melawan black widow dan merebut kembali Saint Petersburg?


Baca Review Drakor Gyeongseong Creature


Pesan Moral

Sebenarnya dalam novel ini banyak pesan moral yang disampaikan oleh penulis. Mulai dari kebersamaan Bujang dan kawan-kawannya yang solid sampai akhir. Selain mereka saling percaya, yang membuat mereka bisa bertahan berjalan bersama adalah adanya rasa saling menghargai pendapat satu sama lain walau ada perbedaan dan saling menghormati kelebihan yang dipunyai satu sama lain. Bahkan Salonga yang merupakan guru Bujang sangat menghargai rencana-rencana strategi yang dipunyai Bujang.


Natascha memberikan gambaran bahwa ketika kita mengambil keputusan disaat emosi, maka bukan kemenangan sejati yang didapatkan. Justru kekalahan yang akan semakin mendekat. Dan dari tokoh ini pula kita bisa belajar bahwa sebaiknya tidak menyimpan dendam karena bisa saja dendam kita dimanfaatkan oleh orang lain dan pada akhirnya malah kita yang hancur.


Dari sikap Ivan dan Elena yang tetap bersedia membantu dan melindungi rombongan Bujang ketika Natascha menawarkan harga yang sangat fantastis bagi yang berhasil menemukan mereka. Kita bisa belajar untuk tidak cepat silau dengan iming-iming nominal besar kemudian melupakan jasa orang yang pernah baik pada kita. Tetap bersyukur dengan yang sudah kita punyai saat ini.


Yang paling menarik dalam novel ini adalah sikap kakek nenek yang bersedia menampung Bujang dan rombongan di rumahnya serta sikap Paman Dimitri. Mereka tidak mau tahu urusan orang lain, tidak mau banyak mengomentari orang lain juga. Selama orang bersikap baik pada mereka akan dibalasnya dengan kebaikan pula. Sungguh manusia yang lumayan langka jika bisa bersikap demikian.


Cerita masa lalu Otets dan Dimitri, menjadi bahan renungan yang baik untuk kita agar tidak terlalu ambisius mengejar harta, tahta, dan kekuasaan. Apalagi sampai mengorbankan nyawa orang-orang yang tidak tahu menahu tentang kepentingan kita.

Sabtu, 04 November 2023

Review Buku Unsencored #teronglyf (18+)

 



Judul: Unsencored (18+)

Jumlah halaman: 279

Penulis: Citra Ayu Mustika

@olevelove

Penerbit: PT. Kawan Pustaka


Blurb


Ketika seks masih dianggap kaku untuk dibahas, tidak untuk Citra Ayu Mustika. Pemilik akun IG @olevelove ini justru menjadikan isu ini sebagai salah satu konten di media sosialnya, selain tentang ASI. Istilah #teronglyf sendiri ia buat untuk menggambarkan masalah pasutri yang lebih luas mencakup seks, perasaan, keuangan, dan masalah rumah tangga lainnya. Diluar dugaan, postingan pertama #teronglyf direspon sangat antusias oleh followersnya. Terbukti permasalahan pasutri lebih ngeri dibanding ASI. Buntutnya semakin banyak istri bahkan suami curhat masalah pribadi via DM.


Buku ini menceritakan pengalaman pribadinya ketika mengalami cinta macet dan mulai hambar, ketika rasa cinta berkurang saat gak ada uang, ketika emosi jiwa mengalamibaby blues, ketika pasangan tidak peka, dan banyak masalah kusut lainnya yang mengancam kewarasan suami istri. Diurai dengan bahasa yang santi dan blak-blakan ala mak Citra bikin buku ini seru dan tegang buat dibaca. Temukan juga tips yang bikin kamu deg-degan dan gak bakal kamu temuin di buku lain. Ada yang bisa tebak? Baca bukunya sampai habisss sebelum disensor.



Review


Saya dulu tahu buku ini dari seorang teman yang hobi baca juga. Lalu, coba-coba cari buku ini ketika ada pameran buku di sini. Dan akhirnya nemu dengan harga yang agak miring dibandingkan di toko. Ngomong-ngomong, sebenarnya buku ini sudah saya beli dan selesai baca dari beberapa tahun lalu, tapi seperti biasa dengan alasan ini itu akhirnya batal terus membuat review. Dan baru hari ini terlaksana.


Dari awal membaca blurbnya saya sudah mulai punya feeling kalau buku ini asyik dan seru isinya. Mulai membaca bab 1 saya sudah merasa klik dengan gaya penulisannya yang santai karena menggunakan bahasa gaul sehari-hari anak Jakartaan. Mak Citra pakai kata ganti "Gw" disepanjang cerita buku ini, banyak kata non baku yang digunakan, jadi terasa sedang berhadapan langsung, mendengarkan beliau cerita di depan saya sambil ngopi berdua walaupun saya hanya membaca. 


Buku ini bergenre non fiksi, tapi dijamin tidak harus menguras otak kita untuk memahami isinya.


Inti dari pembahasan di buku ini adalah hubungan antara suami istri setelah mempunyai anak–utamanya soal seks dan komunikasi. Mak Citra banyak membagikan tips bagaimana caranya membangun bonding kembali bersama pasangan setelah berstatus sebagai ayah dan ibu baru yang sibuk dengan anggota barunya. 


Selain itu, ada pula bahasan tentang bagaimana cara menjaga kewarasan seorang suami yang kerap kali diabaikan padahal hal itu juga sangat penting. Ada pembahasan tentang harus bagaimana membangun hubungan dengan mertua dan kekuatan doa seorang istri. Bisa dibilang tiga bab ini adalah bab terfavorit saya karena berhasil menjadi alarm untuk seorang pembelajar yang sering lupa ini.


Buku ini sangat cocok untuk media belajar pasangan baru yang sedang sibuk beradaptasi dengan peran barunya sebagai orang tua. Untuk pasangan lama pun sebenarnya sangat cocok juga. Isi bukunya bisa menjadi pengingat.


Terima kasih untuk penulis, Mak Citra yang sudah mau berbagi banyak tips berumah tangga.



Review Buku

Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1

  Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1 Poster Drakor Gyeongseong Creature Sumber: google.com   Cerita Singkat Gyeon...