Senin, 03 Juni 2024

Review Novel Pulang-Pergi Tere Liye

 

Buku Novel Pulang-Pergi karya Tere Liye

Judul: Pulang-Pergi

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Sabakgrip

Halaman: 414


Blurb

“Ada jodoh yang ditemukan lewat tatapan pertama. Ada persahabatan yang diawali lewat sapa hangat. Bagaiman jika takdir bersama ternyata, diawali dengan pertarungan mematikan? Lantas semua cerita berkelindan dengan, pengejaran demi pengejaran mencari jawaban? Pulang-Pergi.”


Cerita Singkat

Kisah tentang seorang lelaki yang dulunya menjadi tukang pukul yang kuat dan cerdas. Bujang namanya alias Si Babi Hutan. Saat dia pulang ke Talang untuk mengunjungi makam sang mamak, datang sebuah helikopter yang ditumpangi oleh salah satu anak buah Otets, pemimpin brotherhood Bratva mengirimkan sebuah pesan.


Setelah membaca pesan tersebut, Bujang merasa kesal sekali karena tidak hanya dikirim sekali itu saja. Dia ingin sekali menghindar dari situasi itu. Namun, dia juga merasa khawatir dengan keseimbangan keluarga shadow economy yang akan terganggu jika Otets mengamuk.


Maka pergilah dia ke Manila untuk menemui seorang kakek tua yang diharapkan bisa membantunya. Namanya Salonga, seorang penembak nomor 1 di dunia sekaligus guru Bujang. Dengan susah payah Bujang membujuk Salonga untuk membatalkan permintaan Otets menikahi putrinya, tapi gagal. Salonga tidak mau turut campur. 


Bujang kembali membujuk Salonga. Kali ini dia meminta Salonga untuk berbicara pada Otets agar rencana pertunangannya diundur. Akhirnya Salonga pun setuju untuk membantu. Maka berangkatlah Bujang, Salonga, dan salah satu murid Salonga, Junior menuju kediaman Otets.


Belum sempat Salonga berbincang bersama Otets untuk menyampaikan permintaan Bujang, mendadak acara pertunangan sudah diubah menjadi acara pernikahan. Salonga dan Bujang tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menerima. 


Bukan kebahagiaan seperti pernikahan pada umumnya yang didapat ketika acara digelar. Justru malam itu, suasana keributan yang menakutkan mendadak terjadi. Salah satu anak buah Otets yang paling diandalkan, Natascha menghianatinya. Dia melakukan penyerangan bersama pasukan yang sudah dilatihnya bertahun-tahun. Malam itu, Otets meninggal di tangan Natascha. Sedangkan putrinya, Maria melarikan diri bersama Bujang, Salonga, Junior, dan Thomas.


Mereka melarikan diri ke berbagai negara. Bukan perjalanan yang mudah karena posisi mereka selalu diketahui oleh orang-orang suruhan Natascha. Tempat persembunyiannya selalu diketahui oleh pembunuh-pembunuh bayaran  yang sudah profesional. Bahkan persembunyian yang dulu dibangun oleh Otets dan hanya diketahui oleh Otets serta Maria dapat ditemukan oleh pasukan militer suruhan Natascha. 


Beruntunglah bala bantuan dari si kembar, Yuki dan Kiko serta White datang tepat pada waktunya sehingga mereka bisa selamat.

Namun, bukan berarti perjalanan mereka untuk menemui keluarga Maria di kota Kiev untuk meminta bantuan membalaskan dendam pada Natascha berjalan dengan mulus. Masih banyak perjuangan yang harus mereka lewati dengan taruhan nyawa.


Baca juga Review Buku Uncersored


Review

Novel dengan genre action ini sungguh sangat memacu adrenalin pembaca. Pertempuran demi pertempuran digambarkan dengan baik oleh penulis sehingga dapat meningkatkan emosi siapapun yang membaca. Ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti, jadi tidak sulit untuk mencerna kalimat demi kalimatnya. Terdapat beberapa istilah asing yang digunakan sehingga menambah kosakata baru bagi pembaca. 


Penggambaran karakter para tokohnya pun sudah jelas dan kuat, jadi pembaca bisa mengimajinasikan bagaimana sosok-sosok tersebut selama membaca. Setting tempat juga diceritakan dengan detail sehingga pembaca bisa membayangkan keindahannya, dinginnya ketika salju turun, dan mencekamnya suasana pertempuran.


Tere Liye berhasil membuat pembaca tidak berhenti di tengah jalan ketika membaca. Karena disetiap akhir bab selalu dibuat penasaran dengan perjalanan rombongan Bujang. Pembunuh bayaran mana lagi yang akan mereka temui di tengah perjalanan? Akankah mereka selamat sampai tempat tujuan yang aman? Apakah mereka akan  berhasil melawan black widow dan merebut kembali Saint Petersburg?


Baca Review Drakor Gyeongseong Creature


Pesan Moral

Sebenarnya dalam novel ini banyak pesan moral yang disampaikan oleh penulis. Mulai dari kebersamaan Bujang dan kawan-kawannya yang solid sampai akhir. Selain mereka saling percaya, yang membuat mereka bisa bertahan berjalan bersama adalah adanya rasa saling menghargai pendapat satu sama lain walau ada perbedaan dan saling menghormati kelebihan yang dipunyai satu sama lain. Bahkan Salonga yang merupakan guru Bujang sangat menghargai rencana-rencana strategi yang dipunyai Bujang.


Natascha memberikan gambaran bahwa ketika kita mengambil keputusan disaat emosi, maka bukan kemenangan sejati yang didapatkan. Justru kekalahan yang akan semakin mendekat. Dan dari tokoh ini pula kita bisa belajar bahwa sebaiknya tidak menyimpan dendam karena bisa saja dendam kita dimanfaatkan oleh orang lain dan pada akhirnya malah kita yang hancur.


Dari sikap Ivan dan Elena yang tetap bersedia membantu dan melindungi rombongan Bujang ketika Natascha menawarkan harga yang sangat fantastis bagi yang berhasil menemukan mereka. Kita bisa belajar untuk tidak cepat silau dengan iming-iming nominal besar kemudian melupakan jasa orang yang pernah baik pada kita. Tetap bersyukur dengan yang sudah kita punyai saat ini.


Yang paling menarik dalam novel ini adalah sikap kakek nenek yang bersedia menampung Bujang dan rombongan di rumahnya serta sikap Paman Dimitri. Mereka tidak mau tahu urusan orang lain, tidak mau banyak mengomentari orang lain juga. Selama orang bersikap baik pada mereka akan dibalasnya dengan kebaikan pula. Sungguh manusia yang lumayan langka jika bisa bersikap demikian.


Cerita masa lalu Otets dan Dimitri, menjadi bahan renungan yang baik untuk kita agar tidak terlalu ambisius mengejar harta, tahta, dan kekuasaan. Apalagi sampai mengorbankan nyawa orang-orang yang tidak tahu menahu tentang kepentingan kita.

2 komentar:

  1. ini mah dapat jodoh resiko hilang nyawa 😂,
    tere liye memang selalu epic mengemas tulisannya dalam novel. ide yang disajikan pun di luar ekspetasi. bahasanya berbobot. dan terlebih lagi, novel ini sepertinya cocok untukku yang lagi mencari bahan bacaan fresh diluar romansa muda yang cenderung menye-menye.
    terima kasih loh kak reviewnya, sukses selalu 👍🏻

    BalasHapus
  2. Sama2 kak. Betul sekali gaya bahasanya enteng tapi kelas. Saran saya kalau belum baca yang novel pulang dan novel pergi baca dulu deh. Karena saya langsung baca yang ini agak oleng ya sama identitas Bujang. Tapi masih bisa diterawang asal usul Bujang sih kalaupun langsung baca ini walau agak berat mikirnya.

    BalasHapus

Review Buku

Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1

  Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1 Poster Drakor Gyeongseong Creature Sumber: google.com   Cerita Singkat Gyeon...