![]() |
| Ilustrasi by ceritazha.blogspot.com |
Anak-anak yang kemarin masih digendong, tiba-tiba sudah memasuki usia remaja. Rasanya waktu cepat sekali berlalu. Ada yang merasakan hal yang sama?
Banyak sekali kejutan yang diberikan oleh anak-anak. Tidak hanya pertumbuhan secara fisik, perkembangan cara berpikirnya ataupun prestasi sekolah, tetapi juga ungkapan seperti, “Bun, aku sekarang suka sama si itu.”
Terkejut enggak, sih mendengar pernyataan seperti itu tiba-tiba?
Kalau aku, sangat terkejut. Namun, syukurnya masih bisa mengontrol ekspresi walau dengan usaha keras tentunya.
Lalu, harus bagaimana sikap sebagai orang tua yang anaknya memasuki masa remaja? Masa mulai menyukai lawan jenis.
Nah, berdasarkan pengalaman praktik dan hasil belajarku, berikut cara menyikapinya.
Bersyukur dulu, yuk.
Ketika mendengar pernyataan sang anak bahwa dia sedang menyukai lawan jenis, kita harus bersyukur. Iya, bersyukur karena artinya anak kita normal. Karena saat ini, sudah banyak sekali kasus penyimpangan seksual pada anak di mana orang tua banyak yang tidak tahu.
Bisa, dong menjadi pendengar yang baik.
Menjadi pendengar itu memang tidak mudah. Apalagi di depan anak, pasti ego yang muncul lebih besar. Ego sebagai orang tua yang merasa sudah lebih dulu berpengalaman dengan manis pahitnya kehidupan. Namun, untuk mengetahui perasaan atau apa yang sedang dialami anak remaja, kita harus belajar mendengarkan agar kita tidak tertinggal jauh dengan perkembangannya.
Tidak terlalu sering memberi nasihat
Coba kita kembali ke masa remaja kita dulu, yuk. Kalau sedang duduk bersama ayah ibu, lalu ujung-ujungnya diberi nasihat panjang lebar, apakah kita yang dulu masih remaja merasa nyaman? Dari pengamatan dan pengalaman sendiri, si remaja tidak akan nyaman ketika harus berhadapan dengan nasihat yang panjang. Apalagi disertai tuntutan harus begini dan begitu. Maka, sebagai orang tua baiknya perbanyak diskusi, bukan menasihati. Lewat diskusi positif, biasanya juga akan masuk sebagai nasihat, tetapi akan membuat remaja merasa jauh lebih nyaman.
SKSD sama teman-teman anak, bolehlah
Masa-masa remaja adalah masa di mana anak lebih banyak berkata, “kata temanku begini dan begitu.”
Bisa dibilang mereka sudah banyak cerita ke teman-teman dekatnya jika ada sesuatu yang mereka alami. Nah, agar kita, orang tua tetap bisa memantau anak, maka alangkah baiknya kita juga berteman dengan sahabat-sahabatnya.
Masa remaja, masa anak-anak sedang mencari tentang jati dirinya. Sebisa mungkin orang tua dapat menjadi pendamping dan pengarah yang baik.
Semoga sharing session tentang si anak remaja ini bermanfaat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar