![]() |
| Sumber: galeri ceritazha.blogspot.com |
Akhir pekan, biasanya digunakan banyak orang sebagai family time yang diisi dengan kegiatan jalan-jalan, rekreasi, ataupun bermain bersama di rumah. Nah, kalau sebagian besar orang yang tinggal di Blitar terpantau di akhir pekan kemarin memiliki kegiatan yang sedikit berbeda dari biasanya.
Apa yang membuat berbeda?
Event Blitar Djadoel yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Blitar menjadi tujuan sebagian besar masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di akhir pekan kemarin. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan dalam rangka Bulan Bung Karno dan juga memperingati Hari Pancasila. Dibuka pada tanggal 7 Juni 2024, pukul 15.00 Wib oleh walikota Blitar, kegiatan ini berhasil menarik perhatian masyarakat dari berbagai penjuru di Kota dan Kabupaten Blitar.
Ada yang berbeda dengan Blitar Djadoel tahun ini. Bukan hanya kegiatan tahunan yang rutin digelar, melainkan juga menjadi momen pembukaan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXI, Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-52 Provinsi Jawa Timur, dan juga Festival Batik Keren ke-3. Wah, pantas saja stand yang ada pun lebih banyak dari tahun sebelumnya. Produk-produk dari luar kota pun turut memeriahkan event Blitar Djadoel kali ini.
![]() |
| Sumber: galeri ceritazha.blogspot.com |
Lalu, ada apa saja di Blitar Djadoel?
Pastinya ada banyak hal menarik, mulai dari jajanannya, konsep stand-nya, sampai tampilan-tampilan yang dihadirkan oleh siswa siswi pelajar Kota Blitar.
Ada ratusan stand bazar dari instansi pemerintahan juga ratusan UMKM di Blitar serta luar kota yang turut memeriahkan event kali ini. Kuliner dan jajanannya sungguh menggiurkan. Ada getuk, gatot, cenil, dawet, gulali dan masih banyak lagi. Selain menggiurkan, melalui jajanan jadul yang dijual di stand-stand bazar kita jadi mengenang masa-masa dulu ketika masih usia anak-anak. Masa di mana jajanan itu masih sangat mudah ditemukan. Berbeda dengan sekarang yang ramai justru jajanan dari negara orang. Hmm … agak sedih jadinya.
Konsep stand bazar yang menurutku paling menarik adalah milik Perpustakaan Bung Karno. Mempunyai konsep koleksi gambar-gambar penyanyi dan lagu jadul. Kalau tidak salah ada sebuah piringan hitam juga yang digantung di dinding tripleknya. Berasa sekali kembali ke zaman dulu kala ketika masuk.
![]() |
| Sumber: galeri ceritazha.blogspot.com |
Bukan hanya ajang jualan jajanan jadul, di acara ini pun ada berbagai macam hiburan yang melibatkan pemuda di Blitar. Mulai dari tarian tradisional sampai parade band dari pelajar sekolah-sekolah di daerah Kota Blitar. Hiburan lain yang paling membuat anak-anak semangat datang tentu saja adanya permainan seperti kora-kora, bianglala, odong-odong, dan masih banyak yang lainnya lagi.
Terlepas dari euforia Blitar Djadoel yang sudah berakhir tanggal 11 Juni kemarin, nyatanya ada saja yang dikeluhkan oleh masyarakat. Diantaranya harga jajanan yang melambung. Lalu, tempat sampah yang tersedia menurutku jumlahnya masih kurang, jadi masih terlalu banyak sampah bertebaran di mana-mana.
Selebihnya, kurasa acara tahunan ini selalu berhasil menarik animo masyarakat. Misi pemerintah kota pun rasanya berhasil pula menjadikan event ini sebagai media mengenalkan produk-produk UMKM yang belum diketahui masyarakat.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar