Minggu, 09 Juni 2024

Alasan Kuat Menjadi Seorang Penulis part 2


 

Menulis adalah hobi sejak zaman masih duduk di bangku SD. Ya, walaupun dulu yang paling sering ditulis adalah materi pelajaran. Beranjak besar, buku yang dibaca pun berubah. Bukan lagi majalah Bobo atau Mentari, melainkan buku Kahlil Gibran. Saat itu, sering kali menjadikan curhatan sebagai puisi. Dan pada akhirnya pernah bermimpi suatu saat bisa menjadi penulis besar seperti Kahlil Gibran dan juga J.K. Rowling. Pasti tahu, kan siapa mereka?


Usia bertambah, status berubah. Setelah berstatus menjadi ibu rasanya tidak ada waktu lagi untuk menulis, maka kutinggalkan mimpi besar menjadi penulis jauh di belakang sana. Setelahnya, tidak ada lagi mimpi kecuali tentang anak salihah, sehat, dan tumbuh normal sesuai fitrah serta usia.


Waktu terus berjalan, bersyukur anak-anak tumbuh sesuai harapan. Mereka besar dan sudah lebih mandiri. Ternyata Allah memberiku jalan untuk kembali memungut mimpi besar menjadi penulis lagi. 


Tidak pernah bosan untuk terus belajar dari berbagai komunitas dan teman-teman yang lebih dulu menjadi penulis. Lalu, untuk menguatkan diri bergelut di dunia kepenulisan, aku terus mencari strong why. 


Pada tulisan yang sebelumnya di sini sudah kubeberkan 3 strong why, tetapi faktanya masih ada yang tertinggal juga. Jadi, kutambahkan saja ditulisan kali ini.


Writing for having fun

Ibu rumah tangga itu sangat rentan dengan stres karena hampir 24 jam berada di rumah dengan kegiatan yang monoton. Jadi, salah satu hiburan untukku selain membaca, ya menulis. Menulis apapun. Mulai dari tulisan yang berisi sampai tulisan curhat yang tidak bermanfaat untuk siapapun. Terkadang juga menulis untuk ikut challenge.


Meninggalkan karya dan nama

Usia manusia itu terbatas. Entah kapan waktu jatuh temponya tidak ada yang tahu. Dan ketika waktunya sudah tiba, maka manusia hanya akan dikenang namanya. Namun, saat ada nama-nama baru, yang lama pasti terlupakan. Jadi, agar namaku tidak pernah dilupakan, maka aku berkarya dengan tulisan. Tentu tulisan yang baik, bermanfaat, dan syukur-syukur kalau bisa menginspirasi banyak orang.



Dibalik setiap mimpi, pasti ada rencana-rencana yang disusun rapi entah jangka pendek, menengah, atau jangka panjang. Rencana yang sudah kususun dari kapan waktu lalu sebagian sudah kutulis di sini. Namun, lagi-lagi masih ada yang tertinggal. Jadi, kutambahkan saja di sini.


Rencana ke depan sebagai penulis:

  • Menjadi mentor bagi siapa saja yang ingin belajar menulis

  • Aktif menjadi penggerak literasi sehat terutama dikalangan anak dan remaja

  • Mendirikan penerbitan sendiri

  • Punya toko buku offline


Ehm … mungkin agak sedikit terlalu tinggi rencana-rencana yang kubuat. Namun, kuyakin Allah Maha Tahu mana yang baik untuk dikabulkan tepat pada waktunya nanti.


Nah, kalau kalian punya rencana apa saja di masa depan?

Sabtu, 08 Juni 2024

Review Drakor Queen of Tears




Cerita Singkat

Queen of Tears, drama Korea yang masih hangat diperbincangkan hingga saat ini. Padahal seriesnya sudah tamat dari beberapa waktu yang lalu, tapi rupanya banyak penonton yang masih gagal move on. 


Dibintangi oleh aktor yang bayarannya paling tinggi di sana, Kim Soo Hyun dan aktris cantik Kim Jiwoon, drama ini sukses menguras air mata penonton. Mengisahkan tentang problematika rumah tangga Baek Hyun Woo (Kim Soo Hyun) bersama Hong Hae In (Kim Jiwoon) serta perebutan harta dan kekuasaan Queens grup.


Cerita diawali dengan pertemuan Baek Hyun Woo yang menjadi tim pengacara perusahaan Queens dengan pegawai magang, Hong Hae In yang tidak bisa menggunakan mesin fotokopi. Seringnya pertemuan mereka, ternyata mampu menumbuhkan perasaan cinta di hati keduanya. Sampai akhirnya mereka menjadi pasangan suami istri yang bahagia dengan kabar kehamilan Hong Hae In.


Tidak lama berselang, kebahagiaan mereka berubah menjadi konflik rumah tangga yang rumit. Berawal dari keguguran Hae In yang membuat rumah tangganya renggang. Dibumbui dengan sikap mertua Hyun Woo yang kadang merendahkannya. Hal itu menjadikan Hyun Woo merasa tersiksa hingga akhirnya dia memutuskan untuk membuat surat perceraian.


Dilema dirasakan Hyun Woo ketika Hae In mengabarkan bahwa dirinya sakit. Apalagi waktu hidupnya diprediksi hanya tinggal 3 bulan lagi. 


Konflik semakin meruncing ketika Hae In berhasil melewati operasinya, tetapi dia harus kehilangan banyak memorinya. Sementara itu, Yoon Eun Sung (Park Sung Hoon) berhasil memengaruhi Hae In agar membenci Hyun Woo. Dan Moh Seul Hee, ibu kandung Eun Sung berhasil mewujudkan keinginannya untuk menguasai harta keluarga Queens.


Di sinilah perjuangan Hyun Woo dan Bibi Beom Ja semakin keras. Demi mengembalikan pada keadaan semula.


Review

Drama ini memang bukan kaleng-kaleng kalau dilihat dari pemainnya. Durasi waktu pembuatannya pun kabarnya sampai satu tahun lamanya.


Akting dari kedua tokoh utama drama ini memang sudah tidak diragukan lagi. Mereka berhasil membawakan karakter dalam cerita ini sampai-sampai penonton sulit untuk move on. Akting pemain yang lain pun juga tidak kalah menarik sampai banyak yang bersyukur ketika Eun Sung dan ibunya kalah.


Dari semua karakter yang ada, karakter Bibi Beom Ja-lah yang paling menarik. Dia memang tergolong selalu barbar, tetapi instingnya terhadap orang yang berkelakuan jahat lebih kuat dibanding yang lainnya. Dan meskipun sikapnya kurang disukai sang ayah, dia tidak pernah menaruh dendam atau benci pada ayahnya. Kasih sayangnya tetap besar. 


Yang mengejutkan di drama ini adalah munculnya pengacara Vincenzo Cassano (Song Jong Ki) yang berperan menjadi pengacara Hae In. Banyak yang berspekulasi bahwa kemunculan Song Jong Ki karena sutradara Queen of Tears sama dengan sutradara dari drakor Vincenzo.


Pesan Moral

Banyak sekali pesan moral yang bisa diambil dari drama ini. Mulai dari kisah rumah tangga Hyun Woo dan Hae In, sampai gaya pengasuhan dari orang tua Hae In,Hyun Woo, dan Eun Sung. 


Dari pernikahan Hyun Woo dan Hae In

Diperlihatkan bahwa komunikasi antara pasangan itu harus dibangun dengan baik. Tujuannya agar tidak ada kesalahpahaman yang berakibat fatal. Aksi saling diam, menyimpan prasangka masing-masing justru akan memperkeruh kondisi rumah tangga. Jadi, mempermudah orang luar untuk masuk dan merusak sebuah rumah tangga.


Gaya pengasuhan orang tua

  • Gaya pengasuhan orang tua Hyun Woo yang positif, selalu hadir saat anak membutuhkan, dan penuh kasih sayang pada semua anaknya. Berhasil mendidik anak menjadi orang yang bertanggung jawab, jujur, perhatian, dan penuh kasih sayang pula.

  • Sedangkan gaya pengasuhan orang tua Hae In yang membedakan kasih sayang antara kedua anaknya. Menjadikan Hae In sebagai wanita yang dingin, mandiri, dan bertanggung jawab, tetapi dia tidak tahu bagaimana caranya menuangkan perasaannya. Sedangkan adiknya, So Cheol yang dimanja oleh sang ibu menjadi laki-laki yang baik, tetapi mudah sekali dikelabuhi dan tidak mandiri. Selalu mengandalkan orang-orang disekitarnya.

  • Dalam drama ini, yang paling menyesakkan sebenarnya adalah nasib Eun Sung. Dia tidak mendapat perhatian sang ibu sejak kecil. Ditinggalkan ibunya demi harta yang dikejar sehingga Eun Sung tumbuh tanpa kasih sayang orang tua. Alhasil dia menjadi orang yang ambisius, manipulatif dan obsesif. Menghalalkan segala cara demi mendapat cinta Hae In beserta hartanya. Tragisnya dia tidak mendapatkan keduanya, justru berondongan peluru yang didapat.


Sikap Bibi Beom Ja

Darinya kita bisa belajar alangkah baiknya jika tidak terlalu percaya kepada orang yang bukan keluarga sendiri. Meskipun orang tersebut sudah sangat dekat dengan keluarga kita. Apalagi kalau tidak terlalu tahu latar belakang orang tersebut.




Secara garis besar, Queen of Tears ini adalah drama dengan konflik yang masih relate dengan problem kehidupan di dunia nyata. Karakter yang ada pun banyak ditemui di lingkungan sekitar. 


Jadi, bagi yang belum menonton, bisa dimasukkan ke dalam daftar tunggu untuk menemani akhir pekan nanti. Jangan lupa siapkan tisu atau lap untuk air mata yang akan tumpah.





Jumat, 07 Juni 2024

3 Alasan Kuat Menjadi Penulis

Ilustrasi by ceritazha.bogspot.com


Beberapa tahun lalu seorang teman ahli graphologi menawarkan diri untuk membantu menganalisis tentang apa, sih sebenarnya passion yang kumiliki. Lalu, kukirimlah tulisan tangan beberapa paragraf padanya. Tidak butuh waktu yang lama, keluarlah hasilnya, yaitu menulis. Yap, menulis adalah passion yang kumiliki sebenarnya.

Sejak saat itu, mulai kuasah lagi kemampuan menulis yang sudah sekian lama hibernasi. dengan cara ikut event juga challenge dari berbagai komunitas menulis. Semakin sering ikut, semakin penasaran pula bagaimana sebenarnya membuat tulisan yang bagus dan menarik untuk dibaca karena beberapa kali mendapat kritik bahwa cerita pendek yang kubuat tidak memiliki emosi alias datar saja.

Berkali-kali pula ikut kelas menulis mulai dari yang gratis sampai yang berbayar. Mulai dari kelas menulis fiksi hingga menulis blog yang terbaru saat ini.

Menulis bagiku bukan hanya persoalan passion atau hobi, tetapi juga melibatkan strong why. Nah, ada beberapa strong why yang melandasiku untuk tetap belajar memperdalam ilmu kepenulisan juga mempraktikkannya.

Menulis sebagai cara untuk menebar manfaat

Mempunyai karakter yang tidak percaya diri ketika harus berbicara di depan banyak mata, gampang sekali lelah ketika berbicara, membuatku lebih nyaman  untuk menyampaikan apapun yang kuketahui lewat tulisan. Tentunya tulisan tentang hal-hal baik juga yang mempunyai manfaat untuk para pembaca dan untuk diri sendiri. Mengingat setiap tulisan yang kita buat nantinya akan dimintai pertanggung jawaban oleh Yang Maha Melihat.

Karena Cuan, dong

Terinspirasi dari kalimat  “Pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar”. Menulis itu salah satu kegiatan yang menyenangkan untukku. Mendapat uang pun adalah salah satu kebahagiaanku. Jadi, salah satu strong why menjadi penulis, ya karena dari aktifitas ini bisa menghasilkan cuan. Walaupun sekarang belum sampai ditahap itu, tetapi harapan untuk berpenghasilan dari menulis, ada.

Sebagai salah satu jalan untuk self healing

Healing bukan berarti harus pergi jalan-jalan ke tempat baru atau membeli barang-barang yang diinginkan. Healing yang sebenarnya adalah proses untuk menyembuhkan diri. 

Entah berapa tahun lalu, sempat merasakan mental illness berupa depresi ringan. Mungkin salah satu penyebabnya karena aku tidak pandai mengungkapkan perasaan dan emosi, jadi semuanya hanya kusut berputar di kepala. Di satu waktu, Allah takdirkan aku bertemu dengan seorang teman yang berhasil sembuh dari mental illness-nya. Dan kesempatan baik itu tentu tidak kusia-siakan begitu saja. Belajar darinya. Menggali ilmu bagaimana bisa terbebas dari sakit mental. Dan salah satu caranya adalah menulis. Menulis mampu untuk mengurai benang kusut yang berputar di kepala, sehingga sedikit demi sedikit beban emosi bisa terurai. Setelah berhasil terurai, tentu saja ada perasaan lebih lega dan jauh lebih tenang.

Membicarakan tentang strong why sudah. Sebagai manusia, tentu punya rencana dan harapan untuk masa depan di dunia kepenulisan.


Nah, berikut ini rencana dan harapan yang sudah tersusun, tetapi belum terlaksana dengan baik.


  1. Satu tahun ke depan aktif menulis blog sampai terkumpul minimal 100 tulisan yang bermanfaat dalam niche blog yang sudah jelas

  2. Tahun berikutnya bisa menjadikan blog sebagai penghasil cuan dengan domain yang jauh lebih bagus

  3. Bisa menerbitkan buku solo yang mampu menginspirasi banyak orang, lalu menjadi best seller, dan dicetak sampai berulang kali dalam berbagai bahasa seperti karya Pak Pramoedya Ananta Toer.

Semoga yang kusebut sebagai strong why di atas akan terus menguat dan menjadi penguatku menulis hal-hal bermanfaat. Dan rencana yang telah disusun bisa menjadi nyata.

Ehm … ngomong-ngomong apa strong why kamu menjadi penulis? Apakah ada yang sama denganku?






 

Si Remaja Mendadak Bilang Suka Lawan Jenis? Harus Bagaimana Orang Tua?

Ilustrasi by ceritazha.blogspot.com

 Anak-anak yang kemarin masih digendong, tiba-tiba sudah memasuki usia remaja. Rasanya waktu cepat sekali berlalu. Ada yang merasakan hal yang sama?


Banyak sekali kejutan yang diberikan oleh anak-anak. Tidak hanya pertumbuhan secara fisik, perkembangan cara berpikirnya ataupun prestasi sekolah, tetapi juga ungkapan seperti, “Bun, aku sekarang suka sama si itu.”


Terkejut enggak, sih mendengar pernyataan seperti itu tiba-tiba?


Kalau aku, sangat terkejut. Namun, syukurnya masih bisa mengontrol ekspresi walau dengan usaha keras tentunya.


Lalu, harus bagaimana sikap sebagai orang tua yang anaknya memasuki masa remaja? Masa mulai menyukai lawan jenis.


Nah, berdasarkan pengalaman praktik dan hasil belajarku, berikut cara menyikapinya.


Bersyukur dulu, yuk.

Ketika mendengar pernyataan sang anak bahwa dia sedang menyukai lawan jenis, kita harus bersyukur. Iya, bersyukur karena artinya anak kita normal. Karena saat ini, sudah banyak sekali kasus penyimpangan seksual pada anak  di mana orang tua banyak yang tidak tahu.


Bisa, dong menjadi pendengar yang baik.

Menjadi pendengar itu memang tidak mudah. Apalagi di depan anak, pasti ego yang muncul lebih besar. Ego sebagai orang tua yang merasa sudah lebih dulu berpengalaman dengan manis pahitnya kehidupan. Namun, untuk mengetahui perasaan atau apa yang sedang dialami anak remaja, kita harus belajar mendengarkan agar kita tidak tertinggal jauh dengan perkembangannya.


Tidak terlalu sering memberi nasihat

Coba kita kembali ke masa remaja kita dulu, yuk. Kalau sedang duduk bersama ayah ibu, lalu ujung-ujungnya diberi nasihat panjang lebar, apakah kita yang dulu masih remaja merasa nyaman? Dari pengamatan dan pengalaman sendiri, si remaja tidak akan nyaman ketika harus berhadapan dengan nasihat yang panjang. Apalagi disertai tuntutan harus begini dan begitu. Maka, sebagai orang tua baiknya perbanyak diskusi, bukan menasihati. Lewat diskusi positif, biasanya juga akan masuk sebagai nasihat, tetapi akan membuat remaja merasa jauh lebih nyaman.


SKSD sama teman-teman anak, bolehlah

Masa-masa remaja adalah masa di mana anak lebih banyak berkata, “kata temanku begini dan begitu.” 

Bisa dibilang mereka sudah banyak cerita ke teman-teman dekatnya jika ada sesuatu yang mereka alami. Nah, agar kita, orang tua tetap bisa memantau anak, maka alangkah baiknya kita juga berteman dengan sahabat-sahabatnya. 


Masa remaja, masa anak-anak sedang mencari tentang jati dirinya. Sebisa mungkin orang tua dapat menjadi pendamping dan pengarah yang baik. 


Semoga sharing session tentang si anak remaja ini bermanfaat.

Rabu, 05 Juni 2024

Trik Anti Stres untuk Emak yang Anaknya sedang Ujian Sekolah

Ilustrasi by ceritazha.blogspot.com

 Dua pekan ini, sedang musim anak-anak sekolah ujian akhir sebelum kenaikan kelas. Dua pekan pula telinga dipenuhi dengan suara-suara curhatan emak-emak yang sedang tegang bahkan sampai ada yang merasa stres ringan memikirkan anaknya bisa atau tidak menghadapi tes di sekolahnya. Banyak yang bilang, “Anaknya yang ujian, emaknya yang tegang.” 

Betul apa betul banget, Bu?


Banyak pula yang mengeluh bahwa anaknya tidak mau belajar dengan serius. Tetap bermain yang nomor satu padahal sedang ujian sebagai penentu nilai rapor. Apalagi yang anaknya sudah candu dengan yang namanya game, curhatan sang emak bisa lebih panjang dari emak-emak lainnya.


Dan curhatan mereka sempat membuatku berpikir bahwa apakah aku terlalu santai atau tidak normal? 


Beberapa tahun ke belakang, aku tidak pernah ambil pusing dan tidak pula merasa tegang ketika anak-anak sedang ujian sekolah. Terpenting untukku, mereka sudah berusaha belajar dan berusaha mengerjakan dengan jujur. Tentang bagaimana hasilnya nanti, berapa nilai yang akan tertera di rapor mereka, itu kuserahkan pada guru dan Allah saja.


Nah, setelah beberapa waktu merenungi kenapa bisa sesantai itu, sepertinya bisa kusimpulkan dan kutulis di sini triknya. Siapa tahu bisa membantu sesama emak.


4 Trik Agar Emak Tak Lagi Stres Ketika Anak sedang Ujian Sekolah


  1. Turunkan ekspektasi kepada anak. 

Mempunyai harapan baik untuk anak itu sangat normal dimiliki oleh orang tua. Bahkan harapan itu bisa menjadi doa yang akan kerap dilangitkan. Namun, ketika harapan itu sudah terlalu tinggi, maka hanya akan mengundang emosi negatif meledak dan stres jika tidak terpenuhi. Jadi, alangkah baiknya orang tua bisa melihat kemampuan sang anak sebelum melambungkan harapannya. Dan dengan sukarela serta dengan senang hati, jika harapannya terlalu tinggi, segera turunkan.


  1. Pahami isi otak anak

Menurut kajian dari dr. Aisyah Dahlan, otak anak perempuan dan laki-laki itu berbeda. Otak kanan dan otak kiri anak perempuan berkembang bersamaan sehingga memungkin untuk mereka bisa lebih fokus belajar. Sedangkan otak anak laki-laki hanya bagian kanan saja yang berkembang ketika usianya masih dibawah 18 tahun sehingga bermain adalah hal utama yang ada dipikiran mereka.


  1. Kenali Gaya Belajar Anak

Setiap anak punya keunikan masing-masing. Walaupun saudara kandung atau bahkan anak kembar sekalipun, mereka pasti punya keistimewaan sendiri-sendiri. Begitupula dengan gaya belajar yang dimiliki setiap anak tentu berbeda, maka sebagai orang tua sebaiknya mengetahui untuk memudahkan dalam membersamai mereka.


  1. Buat Kesepakatan Waktu Belajar

Ketika jadwal ujian sekolah sudah dibagikan, sesegera mungkin orang tua duduk bersama anak-anak untuk membuat kesepakatan jam belajar. Kesepakatan ini akan memudahkan orang tua untuk membatasi waktu bermain anak, sehingga tidak ada lagi kalimat, “Main terus, belajarnya kapan?”


Trik mana saja yang sudah pernah dilakukan, Mak?


Semoga bermanfaat jika ada yang masih bingung mencari solusi agar tidak stres ketika anak ujian sekolah. Dan semoga anak-anak yang sedang ujian sekolah mendapat hasil yang terbaik, juga membanggakan orang tua.


Selasa, 04 Juni 2024

Cara Mudah Membuat Anak Mau Memakai Jilbab

Ilustrasi oleh ceritazha.blogspot.com


Pagi-pagi, pergi ke warung kelontong terdekat bertujuan untuk beli sayur. Eh, setelah masuk ternyata ibu warungnya sedang membicarakan tentang jilbab bersama 2 orang pembeli yang sedang mengantre dilayani.


Menurutnya, zaman sekarang orang memakai jilbab itu sudah menjadi hal yang lumrah dan semakin banyak wanita yang memakainya ketika keluar rumah. Berbeda dengan dulu, umumnya wanita keluar rumah dengan mahkotanya yang tergerai indah dengan warna hitam legamnya bisa dilihat oleh siapapun.


Melihatku berjajar mengantre tanpa berkomentar apapun, tiba-tiba ibu warung berceletuk sambil menunjukku dengan dagunya yang sedikit dimajukan, “Kalau anaknya ini, lho telaten banget pakai jilbab. Tiap ke sini pakai jilbab.”


Jika saja mereka paham bahwa memakai jilbab bukan perkara telaten atau tidak. Penampilan anak usia 11 tahun yang sudah mau memakai jilbab ketika keluar rumah itu bukan sesuatu yang perlu dielu-elukan. Ya, memang itu sudah menjadi kewajibannya apalagi dia sudah baligh.




Mengapa jilbab wajib untuk wanita?

Seperti yang sudah disampaikan oleh Rasulullah dalam haditsnya bahwa aurat seorang wanita adalah semua bagian tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Dan Allah juga memerintahkan agar seluruh wanita beriman yang sudah baligh untuk menutup auratnya.


Adapun dalilnya ada di Qs al-ahzab ayat 59

“Wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan anak perempuanmu serta perempuan yang beriman supaya mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka”


Bukan bertujuan untuk mengekang atau membatasi ruang gerak seorang wanita. Justru Allah sedang memuliakan dan menjaga wanita dengan kewajiban berjilbabnya. Selain itu, jilbab juga bisa menjadi identitas diri kita sebagai seorang muslimah.


Mari kita membuat analogi dengan makanan. Coba kita amati jajanan yang tidak dibungkus dan jajanan yang dibungkus menggunakan plastik. Yang mana jajanan yang mudah dihinggapi lalat?

Yap, pasti yang tidak dibungkus. Nah, manakah yang akan dipilih oleh kebanyakan pembeli? 

Ya, sudah pasti makanan yang tidak dihinggapi lalat, kan. Pasti lebih bersih dan sehat.


Begitu pula tujuan Allah mewajibkan wanita menutup auratnya, salah satunya memakai jilbab. Allah sedang menjaga kualitas diri muslimah agar tidak mudah disentuh oleh sembarang orang. Hanya orang-orang yang disebut mahramlah yang boleh bersentuhan.



Cara mudah membuat anak mau memakai jilbab

Lalu, bagaimana caranya agar anak mau memakai jilbab ketika keluar rumah tanpa dipaksa, juga tanpa ada protes?


  1. Beri contoh. Ini hal paling penting yang pertama harus kita lakukan sebagai orang tua karena anak adalah peniru yang sangat ulung.

  2. Carikan lingkungan yang mendukung anak agar mudah memahami akan kewajiban menutup aurat. Baik lingkungan pergaulan maupun lingkungan sekolah.

  3. Perkenalkan anak dengan aurat dan cara menjaganya sejak kecil agar mereka semakin terbiasa.

  4. Berikan fasilitas berupa baju yang menutup aurat beserta jilbabnya, lalu biasakan memakainya ketika keluar rumah atau menemui orang yang bukan mahram.

  5. Sering-sering ajak anak mendengarkan kajian atau membacakan buku tentang tema tersebut sebagai sounding untuk mereka.

  6. Jangan lupa banyak-banyak berdoa meminta pada Allah agar dimudahkan menjadi anak salihah. Ini tidak kalah pentingnya dengan cara yang nomor 1, loh.


Bagaimana? Bukan sesuatu yang sulit, kan membuat anak mau menutup auratnya?

Senin, 03 Juni 2024

Review Novel Pulang-Pergi Tere Liye

 

Buku Novel Pulang-Pergi karya Tere Liye

Judul: Pulang-Pergi

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Sabakgrip

Halaman: 414


Blurb

“Ada jodoh yang ditemukan lewat tatapan pertama. Ada persahabatan yang diawali lewat sapa hangat. Bagaiman jika takdir bersama ternyata, diawali dengan pertarungan mematikan? Lantas semua cerita berkelindan dengan, pengejaran demi pengejaran mencari jawaban? Pulang-Pergi.”


Cerita Singkat

Kisah tentang seorang lelaki yang dulunya menjadi tukang pukul yang kuat dan cerdas. Bujang namanya alias Si Babi Hutan. Saat dia pulang ke Talang untuk mengunjungi makam sang mamak, datang sebuah helikopter yang ditumpangi oleh salah satu anak buah Otets, pemimpin brotherhood Bratva mengirimkan sebuah pesan.


Setelah membaca pesan tersebut, Bujang merasa kesal sekali karena tidak hanya dikirim sekali itu saja. Dia ingin sekali menghindar dari situasi itu. Namun, dia juga merasa khawatir dengan keseimbangan keluarga shadow economy yang akan terganggu jika Otets mengamuk.


Maka pergilah dia ke Manila untuk menemui seorang kakek tua yang diharapkan bisa membantunya. Namanya Salonga, seorang penembak nomor 1 di dunia sekaligus guru Bujang. Dengan susah payah Bujang membujuk Salonga untuk membatalkan permintaan Otets menikahi putrinya, tapi gagal. Salonga tidak mau turut campur. 


Bujang kembali membujuk Salonga. Kali ini dia meminta Salonga untuk berbicara pada Otets agar rencana pertunangannya diundur. Akhirnya Salonga pun setuju untuk membantu. Maka berangkatlah Bujang, Salonga, dan salah satu murid Salonga, Junior menuju kediaman Otets.


Belum sempat Salonga berbincang bersama Otets untuk menyampaikan permintaan Bujang, mendadak acara pertunangan sudah diubah menjadi acara pernikahan. Salonga dan Bujang tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menerima. 


Bukan kebahagiaan seperti pernikahan pada umumnya yang didapat ketika acara digelar. Justru malam itu, suasana keributan yang menakutkan mendadak terjadi. Salah satu anak buah Otets yang paling diandalkan, Natascha menghianatinya. Dia melakukan penyerangan bersama pasukan yang sudah dilatihnya bertahun-tahun. Malam itu, Otets meninggal di tangan Natascha. Sedangkan putrinya, Maria melarikan diri bersama Bujang, Salonga, Junior, dan Thomas.


Mereka melarikan diri ke berbagai negara. Bukan perjalanan yang mudah karena posisi mereka selalu diketahui oleh orang-orang suruhan Natascha. Tempat persembunyiannya selalu diketahui oleh pembunuh-pembunuh bayaran  yang sudah profesional. Bahkan persembunyian yang dulu dibangun oleh Otets dan hanya diketahui oleh Otets serta Maria dapat ditemukan oleh pasukan militer suruhan Natascha. 


Beruntunglah bala bantuan dari si kembar, Yuki dan Kiko serta White datang tepat pada waktunya sehingga mereka bisa selamat.

Namun, bukan berarti perjalanan mereka untuk menemui keluarga Maria di kota Kiev untuk meminta bantuan membalaskan dendam pada Natascha berjalan dengan mulus. Masih banyak perjuangan yang harus mereka lewati dengan taruhan nyawa.


Baca juga Review Buku Uncersored


Review

Novel dengan genre action ini sungguh sangat memacu adrenalin pembaca. Pertempuran demi pertempuran digambarkan dengan baik oleh penulis sehingga dapat meningkatkan emosi siapapun yang membaca. Ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti, jadi tidak sulit untuk mencerna kalimat demi kalimatnya. Terdapat beberapa istilah asing yang digunakan sehingga menambah kosakata baru bagi pembaca. 


Penggambaran karakter para tokohnya pun sudah jelas dan kuat, jadi pembaca bisa mengimajinasikan bagaimana sosok-sosok tersebut selama membaca. Setting tempat juga diceritakan dengan detail sehingga pembaca bisa membayangkan keindahannya, dinginnya ketika salju turun, dan mencekamnya suasana pertempuran.


Tere Liye berhasil membuat pembaca tidak berhenti di tengah jalan ketika membaca. Karena disetiap akhir bab selalu dibuat penasaran dengan perjalanan rombongan Bujang. Pembunuh bayaran mana lagi yang akan mereka temui di tengah perjalanan? Akankah mereka selamat sampai tempat tujuan yang aman? Apakah mereka akan  berhasil melawan black widow dan merebut kembali Saint Petersburg?


Baca Review Drakor Gyeongseong Creature


Pesan Moral

Sebenarnya dalam novel ini banyak pesan moral yang disampaikan oleh penulis. Mulai dari kebersamaan Bujang dan kawan-kawannya yang solid sampai akhir. Selain mereka saling percaya, yang membuat mereka bisa bertahan berjalan bersama adalah adanya rasa saling menghargai pendapat satu sama lain walau ada perbedaan dan saling menghormati kelebihan yang dipunyai satu sama lain. Bahkan Salonga yang merupakan guru Bujang sangat menghargai rencana-rencana strategi yang dipunyai Bujang.


Natascha memberikan gambaran bahwa ketika kita mengambil keputusan disaat emosi, maka bukan kemenangan sejati yang didapatkan. Justru kekalahan yang akan semakin mendekat. Dan dari tokoh ini pula kita bisa belajar bahwa sebaiknya tidak menyimpan dendam karena bisa saja dendam kita dimanfaatkan oleh orang lain dan pada akhirnya malah kita yang hancur.


Dari sikap Ivan dan Elena yang tetap bersedia membantu dan melindungi rombongan Bujang ketika Natascha menawarkan harga yang sangat fantastis bagi yang berhasil menemukan mereka. Kita bisa belajar untuk tidak cepat silau dengan iming-iming nominal besar kemudian melupakan jasa orang yang pernah baik pada kita. Tetap bersyukur dengan yang sudah kita punyai saat ini.


Yang paling menarik dalam novel ini adalah sikap kakek nenek yang bersedia menampung Bujang dan rombongan di rumahnya serta sikap Paman Dimitri. Mereka tidak mau tahu urusan orang lain, tidak mau banyak mengomentari orang lain juga. Selama orang bersikap baik pada mereka akan dibalasnya dengan kebaikan pula. Sungguh manusia yang lumayan langka jika bisa bersikap demikian.


Cerita masa lalu Otets dan Dimitri, menjadi bahan renungan yang baik untuk kita agar tidak terlalu ambisius mengejar harta, tahta, dan kekuasaan. Apalagi sampai mengorbankan nyawa orang-orang yang tidak tahu menahu tentang kepentingan kita.

Review Buku

Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1

  Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1 Poster Drakor Gyeongseong Creature Sumber: google.com   Cerita Singkat Gyeon...