![]() |
| Ilustrasi oleh ceritazha.blogspot.com |
Pagi-pagi, pergi ke warung kelontong terdekat bertujuan untuk beli sayur. Eh, setelah masuk ternyata ibu warungnya sedang membicarakan tentang jilbab bersama 2 orang pembeli yang sedang mengantre dilayani.
Menurutnya, zaman sekarang orang memakai jilbab itu sudah menjadi hal yang lumrah dan semakin banyak wanita yang memakainya ketika keluar rumah. Berbeda dengan dulu, umumnya wanita keluar rumah dengan mahkotanya yang tergerai indah dengan warna hitam legamnya bisa dilihat oleh siapapun.
Melihatku berjajar mengantre tanpa berkomentar apapun, tiba-tiba ibu warung berceletuk sambil menunjukku dengan dagunya yang sedikit dimajukan, “Kalau anaknya ini, lho telaten banget pakai jilbab. Tiap ke sini pakai jilbab.”
Jika saja mereka paham bahwa memakai jilbab bukan perkara telaten atau tidak. Penampilan anak usia 11 tahun yang sudah mau memakai jilbab ketika keluar rumah itu bukan sesuatu yang perlu dielu-elukan. Ya, memang itu sudah menjadi kewajibannya apalagi dia sudah baligh.
Mengapa jilbab wajib untuk wanita?
Seperti yang sudah disampaikan oleh Rasulullah dalam haditsnya bahwa aurat seorang wanita adalah semua bagian tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Dan Allah juga memerintahkan agar seluruh wanita beriman yang sudah baligh untuk menutup auratnya.
Adapun dalilnya ada di Qs al-ahzab ayat 59
“Wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan anak perempuanmu serta perempuan yang beriman supaya mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka”
Bukan bertujuan untuk mengekang atau membatasi ruang gerak seorang wanita. Justru Allah sedang memuliakan dan menjaga wanita dengan kewajiban berjilbabnya. Selain itu, jilbab juga bisa menjadi identitas diri kita sebagai seorang muslimah.
Mari kita membuat analogi dengan makanan. Coba kita amati jajanan yang tidak dibungkus dan jajanan yang dibungkus menggunakan plastik. Yang mana jajanan yang mudah dihinggapi lalat?
Yap, pasti yang tidak dibungkus. Nah, manakah yang akan dipilih oleh kebanyakan pembeli?
Ya, sudah pasti makanan yang tidak dihinggapi lalat, kan. Pasti lebih bersih dan sehat.
Begitu pula tujuan Allah mewajibkan wanita menutup auratnya, salah satunya memakai jilbab. Allah sedang menjaga kualitas diri muslimah agar tidak mudah disentuh oleh sembarang orang. Hanya orang-orang yang disebut mahramlah yang boleh bersentuhan.
Cara mudah membuat anak mau memakai jilbab
Lalu, bagaimana caranya agar anak mau memakai jilbab ketika keluar rumah tanpa dipaksa, juga tanpa ada protes?
Beri contoh. Ini hal paling penting yang pertama harus kita lakukan sebagai orang tua karena anak adalah peniru yang sangat ulung.
Carikan lingkungan yang mendukung anak agar mudah memahami akan kewajiban menutup aurat. Baik lingkungan pergaulan maupun lingkungan sekolah.
Perkenalkan anak dengan aurat dan cara menjaganya sejak kecil agar mereka semakin terbiasa.
Berikan fasilitas berupa baju yang menutup aurat beserta jilbabnya, lalu biasakan memakainya ketika keluar rumah atau menemui orang yang bukan mahram.
Sering-sering ajak anak mendengarkan kajian atau membacakan buku tentang tema tersebut sebagai sounding untuk mereka.
Jangan lupa banyak-banyak berdoa meminta pada Allah agar dimudahkan menjadi anak salihah. Ini tidak kalah pentingnya dengan cara yang nomor 1, loh.
Bagaimana? Bukan sesuatu yang sulit, kan membuat anak mau menutup auratnya?

memang dengan memberi contoh itu yang paling utama sih mba. Bagi aku juga begitu. Memberi contoh itu yang paling utama. Hanya saja kadang aku merasa aneh aja kenyataannya yang sering aku temui anak kecil dipakaikan jilbab ketika keluar hanya saja ibunya tidak. Aku pribadi merasa agak kurang adil aja sih.
BalasHapusIya banyak fenomena begitu. Mungkin si ibu belum sadar betapa pentingnya menjadi contoh untuk anaknya.
HapusIya ada baiknya memang untuk si ibu memperbaiki cara berpakaian dan mengenakan jilbab. Karena kebiasaan yang terlihat akan dengan mudah untuk dicontoh sianak . Jadi kelak si ibu tidak perlu lagi harus mengajarkan panjang lebar tentang keutamaan mengenakan jilbab.
BalasHapusIyak betul sekali kak
HapusMenanamkan nilai agama dan ibadah pada anak memang baiknya melalui teladan ya kak. Bagaimana orang tua dan orang dewasa di sekitarnya bisa menciptakan lingkungan yg memberikan contoh baik dalam kehiduoan sehari hari.
BalasHapusIya kak karena anak-anak itu mesin fotocopy paling canggih
HapusAku baca ini sambil nganguk-nganguk. Benar, juga. Anak adalah peniru yang handal, maka, sejak dini perlu memperkenalkan dan menanamkan ttg batas-batas aurat,
BalasHapusIya kak. Sebagai orang tua wajib memberi contoh yang baik kalau mau anaknya baik
HapusAku suka banget sama tulisan Kak Riza terutama untuk cara-caranya yang sangat damai tanpa paksaan dan no protes. Memang sudah seharusnya sebagai orang dewasa kita bisa memberikan contoh yang baik dan pengertian pada anak sedini mungkin
BalasHapusTerima kasih kak. Betul betul betul
HapusAnak adalah peniru ulung. saya setuju kak, kita para orang tua ini memang haruslah menjadi contoh bagi putra-putrinya. mencarikan lingkungan yang tepat dan baik dapat menumbuhkan kecintaan akan nilai-nilai yang ditanamkan orang tua kepada putra-putrinya
BalasHapusSepakat banget kak asri
HapusKarena pada saat kedua orang tua hanya menginginkan karakter dan sifat-sifat baik pada diri anaknya, maka setidaknya ayah dan ibu harus terlebih dahulu memiliki semua karakter tersebut. karena faktanya memang anak-anak tidak hanya mengadaptasi perilaku kedua orang tuanya, tapi juga memiliki kecenderungan untuk meniru apa yang mereka lihat, dan saksikan sehari-hari
BalasHapusIyaaa betul bangeeet ini kak
HapusKuncinya tetap di kita sebagai orang tuanya yah, Kak. Anak itu diibaratkan kertas kosong yang siap di coret apapun.
BalasHapusIyaa kak bener. Yang menjadikan anak baik atau tidak adalah pondasi dari orang tua
HapusJadi ingat dulu saya berhasil pakai hijab karna tips No.2, setelah masuk SMP islam terpadu baru belajar pakai hijab hehe. Selain karna kewajiban ada peran ustazah juga yang menjadi role model kala itu. Memang betul lingkungan berpengaruh terhadap perkembangan anak ya bun.
BalasHapusAlhamdulillah ya berada di lingkungan yang baik. Rezeki banget itu
BalasHapusAwal-awal aku berhijab, saat kelas 5 atau 6, guru yang suruh semua siswi saat mapel olahraga, sekarang malah keterusan pakai hijab.
BalasHapusAlhamdulillah, ya, Kak diberikan guru yang baik artinya
Hapus