![]() |
| Sumber:galeri ceritazha.blogspot.com |
Penulis: Patrick Kellan
Penerbit: Patrick Kellan Publisher
Mengisahkan tentang apa?
"Jadilah seperti Nirani setiap saat. Dan jadilah seperti Mita di saat tertentu saja"
Sebuah pemikiran yang tercetus setelah menamatkan buku ini dan akan selalu kuingat demi mengamankan suami dan rumah tangga.
Novel ini mengangkat tema yang sudah umum sebenarnya. Tentang drama rumah tangga yang juga sudah banyak ditulis orang di banyak platform baca online maupun buku cetak.
Mengisahkan tentang seorang pria–Bang Dama yang terlalu bersikap baik kepada seorang anak magang–Nirani sampai kebablasan. Selain menghancurkan masa depan Nirani, Dama pun akhirnya menghancurkan rumah tangganya sendiri. Istrinya–Mita meminta berpisah tanpa adanya usaha berkomunikasi sebelumnya. Bahkan anak Dama pun terkena dampaknya, dia hancur juga masa depannya.
Bagaimana Rasanya Setelah Membaca Novel ini?
Novel bergenre drama rumah tangga ini terasa sangat berbeda alurnya ketika digarap oleh penulis satu ini. Seperti biasa, seorang Patrick Kellan selalu menulis dengan melihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan orang.
Jujur membaca novel ini penuh dengan emosi, tetapi tidak bisa menyalahkan salah satu pihak.
Dibeberapa bab awal, sempat merasa kesal
dengan salah satu tokohnya—Bang Dama. Sepenuhnya aku menyalahkan perilakunya yang serba terlalu kepada wanita lain.
Setelah bab demi bab kubaca dan dicerna perlahan, akhirnya kusadari bahwa tidak
sepatutnya melimpahkan semua kesalahan pada Bang Dama karena
bukan hanya dia yang bersalah. Ada penyebab yang menjadikan Bang Dama berbuat dan berperilaku yang kurang baik untuk keutuhan rumah tangganya.
Mau menyalahkan Nirani? Setelah membaca banyak halaman, sangat dibuat dilema dengan tokoh ini. Ingin menyalahkan, tapi dia juga pantas untuk dikasihani.
Bagaimana dengan istri Bang Dama–Mita? Sama saja. Penulis membuat tokoh ini seakan menjadi korban yang paling tersakiti, tapi kalau dilihat lebih jeli, Mita pun punya andil menjadi penyebab rumah tangganya kacau.
Nah, loh bingung kan mau menyalahkan tokoh yang mana?
Itulah salah satu istimewanya novel ini. Tidak ada salah satu tokoh yang disudutkan. Semua sama, punya kesalahan dan kebaikan layaknya kita di dunia nyata.
Cerita ini punya plot twist yang sangat bagus menurutku karena sulit sekali ditebak alur ceritanya. Disetiap bab selalu ada kejutan yang membuatku tidak bisa berhenti membaca kalau belum sampai tamat. Ini menjadi salah satu bukti bahwa penulis sangat piawai memilah kata dan merangkainya sehingga bisa dengan mudah dicerna kisahnya serta dilahap pesan moralnya.
Pesan Moral Apa yang Didapatkan?
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah Nirani ini. Diantaranya, sebangga-bangganya seorang suami ketika istrinya bisa mandiri, ternyata mereka tetap menginginkan istrinya bermanja-manja karena fitrah seorang lelaki yang selalu ingin merasa dibutuhkan.
Hidup berumah tangga tidak akan lepas dari masalah. Maka, serumit apa pun masalah itu, tetap butuh dikomunikasikan dengan baik sebelum mengambil keputusan. Baiknya juga tidak mengambil keputusan ketika emosi negatif masih menguasai hati dan pikiran seperti Mita.
Ketika sepasang suami istri tidak hanya hidup berdua, mereka sudah punya anak, maka alangkah baiknya seburuk-buruknya sifat pasangan, jangan pernah membuka aibnya di depan anak. Faktanya hal itu akan terekam kuat di memori anak, sehingga di masa depan bisa jadi sifat orang tuanya akan ditiru atau anak akan kehilangan kepercayaan terhadap orang tua. Kalau sudah begitu, bisa jadi anak akan menjauh atau malah benci kepada orang tuanya. Akhirnya dia akan kehilangan sosok orang tua yang sebenarnya masih sangat dia butuhkan.
Nah, begitu dalam pesan moral dari novel ini untuk pembacanya. Begitu riil juga karakter serta kisahnya. Rugi rasanya kalau tidak baca.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar