![]() |
Sumber: canva app |
Penulis: Patrick Kellan
enerbit: Patrick Kellan Publisher
Halaman: 113
Blurb
“Mungkin keluarga adalah orang-orang yang kamu pikir akan selalu ada. Karena itu kamu sering mengabaikan mereka seolah kebersamaan kalian bisa tercipta kapan saja. Makanya kamu mau duduk mendekat hanya pada saat butuh mereka. Untuk bertanya atau meminta”
Tentang apa novel 'Gilang Rindu Pulang'?
Tiba-tiba harus berpisah dengan kedua orang tua dan juga seorang adik rupanya menjadi pukulan yang sangat berat bagi anak berusia 13 tahun. Walaupun ketika mereka semua ada, hubungan Gilang dengan mereka tidak selalu hangat.
Ada masanya Gilang tidak peduli dengan nasihat dan pertanyaan ibunya, ada masanya dia suka sekali menjahili sang adik atau merasa sebal. Namun, nyatanya ketika mereka tidak lagi ada di dekat Gilang, hidupnya kehilangan tujuan pulang. Gilang akhirnya merasakan rindu pulang.
Bagaimana Kesan Setelah Membaca?
“Nangis aku baca cerita ini, Bu.”
Komentar si Kakak ketika selesai membaca novel ini. Ya, memang sesedih itu kisah Gilang Rindu Pulang ini setelah aku pun membacanya sampai tamat.
Novel yang memang ditulis untuk anak remaja ini punya konflik yang sederhana, tapi sangat mengena. Sarat akan pesan moral tidak hanya untuk para remaja, melainkan juga untuk orang tua.
Karakter Gilang di sini sangat mewakili anak-anak remaja pada umumnya. Sehingga membuat pembaca dengan mudah turut merasakan apa yang dirasakan oleh Gilang.
Dari kisah Gilang ini, kita bisa belajar bahwa semenyebalkan apapun orang tua atau saudara, merekalah tempat pulang paling nyaman. Jadi, di saat mereka masih ada di dekat kita, manfaatkan waktu untuk membangun hubungan yang hangat bersama mereka. Karena tidak selamanya akan bersama-sama. Perpisahan selalu ada didepan mata entah itu karena kematian atau hal lain.
Dari sudut pandang orang tua, yang bisa kusimpulkan dari novel ini adalah ngemong anak remaja itu sangat berbeda dengan anak masih balita. Sebagai orang tua harus selalu mengikuti perkembangan informasi agar bisa mengobrol dengan asyik dan nyambung seperti anak sedang mengobrol dengan temannya. Kalau kita tidak up date informasi, maka anak remaja kita akan seperti Gilang yang lebih nyaman mengobrol panjang lebar bersama teman-temannya.
Tidak bisa lagi sembarangan memberi nasihat apalagi setiap hari dengan nasihat yang sama dan intonasi menuntut. Atau memberi banyak pertanyaan yang lebih terkesan sedang menginterogasi si Remaja.
Selain sarat akan pesan moral, novel ini juga patut dibaca untuk kalian yang sedang mengalami reading slump. Jumlah halamannya hanya 113 dengan font yang tidak terlalu kecil. Bentuk bukunya yang tidak sebesar novel biasanya juga sangat membantu untuk memudahkan digenggam ke mana-mana agar segera selesai membaca.
Ah, iya, tidak butuh waktu lama juga untuk membacanya. Mungkin bisa tamat dalam waktu 30 sampai 60 menit bahkan kurang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar