Minggu, 30 Januari 2022

Tahap Ulat - Lahap Hanya pada Makanan yang Dibutuhkan

 



Musim sudah berganti, sehingga telur yang sudah 4 pekan  kemarin bertahan akhirnya menetas menjadi seekor ulat kecil yang masih sangat rentan.


Untuk bertahan hidup hingga nanti akhirnya menjadi kupu-kupu cantik, maka ulat membutuhkan sumber makanan yang penuh nutrisi dan harus berhati-hati ketika memilih makanannya. Terpenting lagi, harus dijaga jangan sampai makan terlalu kenyang. Jadi, harus bisa menjaga fokus.


Sesuai dengan telur jingga yang beberapa waktu lalu sudah saya buat, maka untuk pekan pertama menjadi ulat saya butuh mengunyah tentang seluk beluk emosi dari sudut pandang ilmu psikologi, kedokteran, dan agama.






Ada beberapa ilmu yang juga saya butuhkan ketika mempelajari lebih dalam tentang manajemen emosi, yaitu tentang innerchild dan self healing. Sebenarnya masih banyak ilmu lain yang saya butuhkan, tapi untuk 6 bulan ke depan rasanya cukup melahap 3 ilmu diatas dulu. 




Ternyata bukan hanya saya yang butuh mendalami tentang manajemen emosi. Beberapa teman juga mengambil topik yang sama, sehingga sumber ilmu dari mereka dapata saya jadikan sebagai referensi tambahan agar semakin matang mendalaminya.




Terakhir, di Potluckku sedikit saya bagikan ilmu apa yang sudah pernah saya dapatkan dan praktikkan, yaitu menjadi pendamping anak-anak calon penjaga kalam Allah. Semoga bisa bermanfaat.







Minggu, 23 Januari 2022

Merdeka Belajar, Belajar Merdeka - Tahap Telur (Aliran Rasa

 


Merdeka Belajar, Belajar Merdeka - Tahap Telur (Aliran Rasa)


Tidak mudah. Namun, tidak boleh menyerah. Kelas Bunda Cekatan ini tantangannya sungguh luar biasa. Tugasnya cuma satu, yaitu menyelami diri sendiri demi kebahagiaan dan kebermanfaatan diri nantinya. 


Sungguh tidak sesederhana itu. Benar adanya bahwa mengenali diri sendiri lebih sulit dibanding mengenali orang lain. Buktinya, mencari ilmu apa yang sedang sangat dibutuhkan saja harus dapat pencerahan  dulu dari teman satu grup belajar.


Biarpun tidak mudah, tapi ada rasa bahagia karena akhirnya sedikit berhasil mengenali diri setelah perenungan  panjang. Sampai-sampai membuat peta belajar sudah di hari jatuh tempo pengiriman tugas.


Semoga kedepan peta belajarku bisa membawa langkah kaki ini berjalan lurus tetap pada jalurnya walaupun godaan pasti banyak sekali. 


Peta Belajarku

 


Peta Belajarku


Yuhuuu … Sudah sampai di pekan keempat pada tahapan telur-telur. Setelah berkutat mencari telur, pekan ini akhirnya membuat peta belajar.


Apa sih peta belajar itu?

Jadi, peta belajar itu adalah teknik mengembangkan kreatifitas dan produktivitas yang dapat meningkatkan efektivitas belajar.


Bukan hal mudah untuk membuatnya. Harus menyelami jauh lebih dalam pada kebutuhan  belajar diri sendiri. Banyak godaan keterampilan dan ilmu yang juga perlu dipelajari sebenarnya. Namun, kembali lagi pada telur jingga yang dibuat pekan lalu. Ada keterampilan yang berada dikuadran penting dan mendesak, jadi itulah yang diprioritaskan untuk dipelajari terlebih dulu.


Membuat peta belajar harus jelas tujuannya agar di zona selanjutnya tidak oleng lalu berpotensi karam. Memilih ilmu pun harus ada skala prioritasnya karena satu keterampilan saja bisa membutuhkan banyak sekali ilmu. Jadi, di peta belajar kali ini saya prioritaskan belajar ilmu yang benar-benar mendesak dan mungkin menjadi dasar untuk mengembangkan keterampilan saya.


Inilah peta belajarku yang mungkin nanti akan ada revisi-revisi.





Minggu, 16 Januari 2022

Apa yang Kubutuhkan Sebenarnya





Semakin ke sini semakin jelas arah tujuan belajar di kelas bunda cekatan ini. Semakin ke sini semakin harus berpikir mendalam tentang apa yang dibutuhkan diri sendiri.


Setelah pekan lalu berpikir keras dan akhirnya mendapatkan telur-telur merah yang berisi ketrampilan-ketrampilan yang kubutuhkan untuk mendukung aktivitas yang kubisa dan suka. Pekan ini berpikir keras kembali serta menimbang ketrampilan mana yang paling-paling dibutuhkan dari semua keterampilan yang menurutku penting.


Ahha … setelah bersemedi lumayan lama, akhirnya kupilih telur merah 'manajemen emosi'. Kenapa? 


Sebenarnya sudah lama merasa butuh ilmu manajemen emosi karena merasa ku bukan orang yang pintar mengelola emosi negatif. Ketika emosi negatif sudah muncul, sering sekali anak-anak yang menjadi korban. Sedangkan  anak adalah peniru yang sangat ulung. Ya, sudah terlihat sekarang dari bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah yang lebih sering menggunakan emosi negatifnya.


Menurutku juga kalau aku bisa mengontrol emosi dengan baik, maka bisa juga melakukan aktivitas yang kusuka lainnya dengan jauh lebih baik.






Sebenarnya yang berkaitan dengan manajemen emosi ini masih lumayan asing dari jangkauanku. Namun, setelah membaca dan berpikir, untuk sementara waktu ilmu yang kubutuhkan ada 3 yang berada di telur jingga.




Aku manusia yang lemah dengan audio ini lebih suka membaca dan menandai di bagian-bagian yang menurutku penting. Namun, bukan berarti aku tidak suka mendengarkan audio. Tetap suka, tapi sering kali tiba-tiba kehilangan fokus. Jadi wajib mendengarkan berulang-ulang. Selain itu, aku juga manusia yang pelupa jadi, untuk mengingat hal penting harus membuat catatan atau ringkasan materi untuk dipelajari ulang.





Bismillah. Semoga terjaga semangatnya.



#institutibuprofesional

#hutankupucekatan

#lacakkekuatanmu

#jurnalmainteluroranye



Minggu, 09 Januari 2022

Telur Merah - Pilihan Kita Punya Latar Belakang yang Berbeda dengan Mereka

 


Setelah libur beberapa minggu perkuliahan, akhirnya sudah dimulai lagi ketahap pencarian telur merah. Wehehe … apakah itu?

Sabaar. Simak pelan-pelan.


Setelah menemukan 5 aktivitas yang kubisa dan suka, kini saatnya menelisik lebih dalam. Sungguh ternyata tidak segampang ketika mendengarkan arahan dari magika dan kunang-kunang. Harus ekstra sabar serta fokus mengamati diri sendiri.


5 aktivitas yang masuk ke kuadran bisa dan suka bisa dibaca dipostingan sebelumnya.


Butuh penguatan kepada diri sendiri bahwa ketika aku berbeda dengan kebanyakan orang, itu tidak apa-apa. Masing-masing diciptakan dengan keunikan sendiri-sendiri. Pun ketika aku ternyata melakukan kesalahan, itu hal wajar. Kesalahan bisa menjadi sebuah pelajaran berharga agar kedepan tidak akan terperosok ke kubangan yang sama.


Ditahap ini, aku harus memilah ketrampilan apa saja yang dapat mendukung kegiatan dikuadran bisa dan suka. Sebenarnya banyak ketrampilan yang aku temukan, tapi akhirnya harus sangat dipilih berdasarkan skala prioritas kebutuhan.




Setelahnya, masih harus membagi aktivitas tersebut kedalam 4 kuadran, yaitu

Penting-mendesak

Penting-tidak mendesak

Tidak penting-mendesak

Tidak penting-tidak mendesak


Nah looo … puyeng nggak tu?

Sejujurnya yaa lumayanlah. Harus banyak bertanya kepada diri sendiri. Ah, memahami diri sendiri itu enggak gampang juga ternyata.




Tahapnya belum selesai sampai di 4 kuadran dong. Masih ada satu lagi, yaitu memilih aktivitas dari kuadran tersebut menjadi telur merah yang nantinya selama 6 bulan ke depan akan dipelajari lebih dalam. Demi menemukan potensi luar biasa dari diri sendiri agar bermanfaat tidak hanya untuk diri, tapi untuk orang lain juga.







#institutibuprofesional


#hutankupucekatan


#telurmerah


#lacakkekuatanmu


#jurnalmaintelurmerah

Jumat, 10 Desember 2021

Mencari Telur Hijauku (tugas 1 kelas Bunda Cekatan)

Mencari Telur Hijauku



Dulu, sebelum menjadi bagian dari komunitas Ibu Profesional, selalu berpikir bahwa kebahagiaan anak, suami, dan orangtua itu yang utama. Kebahagiaan diri sendiri bisa diletakkan dinomor dua atau nomor sekian. Terpenting orang disekitar bahagia dulu.


Bertahun-tahun sempat berpikir bahwa apalah mimpi-mimpi besar saya dulu yang jelas tidak akan tergapai. Merasa diri sudah sangat sibuk dengan urusan rumah, apalagi urusan anak-anak sehingga tidak ada lagi waktu untuk mengejar mimpi. Jangankan mengejar, memikirkannya pun sudah tidak sanggup.


Namun, semua pemikiran itu akhirnya lenyap setelah masuk di kelas Matrikulasi beberapa tahun yang lalu. Ternyata pemikiran saya tersebut salah. Allah menciptakan makhluknya dengan segala bekal yang sangat lengkap untuk mengarungi kehidupan.


Saya sebagai ibu, adalah jantung keluarga. Jika seorang ibu bahagia dengan perannya, maka anggota keluarga akan mengikutinya. Jadi, benar sekali bahwa ibu harus bahagia dulu sebelum membahagiakan orang-orang dekatnya.


Menjadi seorang wanita yang sudah bersuami apalagi sudah mempunyai anak, memang seringkali harus memegang banyak peran. Kadang juga diwajibkan untuk bisa mengerjakan segala hal dengan sempurna hingga lupa diri ini sebenarnya punya potensi yang luar biasa sebagai jalan mewujudkan mimpi-mimpi yang sudah dirangkai sejak masih berseragam abu-abu dulu. 


Di sinilah saya berada sekarang, kelas Bunda Cekatan yang akan menuntun saya untuk mulai menggali lebih dalam tentang potensi diri. Demi mewujudkan mimpi yang sudah tertunda dan demi membahagiakan diri.


Tidak ada yang benar-benar instan di dunia ini. Menemukan potensi pun saya harus melalui beberapa proses. Merekam semua aktivitas sehari-hari sebagai seorang perempuan, istri, dan ibu. Mulai dari aktivitas setelah membuka mata hingga datang waktunya memejamkan mata kembali. Baik aktivitas yang saya sukai ataupun yang tidak saya suka. Termasuk aktivitas yang menurut saya receh atau tidak umum dilakukan oleh orang lain. 



Setelahnya, saya harus memilah semua aktivitas tersebut dan dibagi menjadi 4 kuadran. Menuliskan bagian ini, membuat saya akhirnya melirik kembali tugas ke-7 di kelas matrikulasi. Ternyata ada yang berubah pada diri saya setelah beberapa tahun berlalu. Hal yang manusiawi sekali karena keadaan juga berubah.


Empat kuadran sudah ditemukan. Namun, tugas belum berakhir. Saya harus memisahkan 5 aktivitas yang termasuk dikuadran suka dan bisa. Kemudian menjadikannya kompas strong why yang nantinya akan menuntun saya untuk benar-benar menemukan potensi yang akan menjadikan saya sebagai ibu yang produktif serta bahagia. This is it kompas strong why saya.





#institutibuprofesional

#hutankupucekatan

#telurhijau

#lacakkekuatanmu

#jurnalmaintelurhijau


Rabu, 22 April 2020

Review Buku Rumah Bersama





Judul buku: Rumah Bersama (Serba serbi dalam grup)
Nama penulis: Riza Umami, dkk
Nama penerbit: TMH publishing



Rumah Bersama ⁣
(Serba-serbi dalam grup)
Buku antologi faksi yang menceritakan segala hiruk pikuk di sebuah grup Whatsapp.⁣ Berbagai pengalaman, pelajaran, ujian, serta hikmah berada di sebuah grup diceritakan oleh teman-teman kontributor dengan gaya tulisan masing-masing. Beberapa dengan gaya menulisnya yang puitis, beberapa dengan gaya menulis yang santai.
Ada pengalaman yang menyenangkan dan menyebalkan diungkap teman-teman ketika ada member yang tidak mematuhi aturan grup atau out of topic

Ada ujian yang masyaallah sekali menerpa mereka ketika sedang belajar di sebuah grup menulis, seperti terjadinya tsunami Aceh beberapa tahun silam, pemadaman listrik di wilayah Banten beberapa waktu lalu, namun tidak mematahkan semangat mereka belajar di sebuah grup. Hingga ada yang akhirnya bertemu dengan jodohnya melalui grup juga.⁣
Berganti-ganti perasaan ketika membaca buku ini. Ada rasa ikut senang ketika membaca cerita pertemuan dengan jodoh lewat grup. Ada rasa haru ketika akhirnya ada yang bertemu dengan penulis bernama pena "Mawar Berdarah" yang tidak pernah absen bertanya ketika ada materi di bagikan di grup. Ada rasa kesal karena pengalaman yang sama harus mengulang-ulang memberi info yang sama kepada member grup. 

Tapi yang paling penting ada banyak hikmah yang bisa dipetik dari semua cerita teman-teman. Hikmah apa yang harus dilakukan ketika menjadi warga baru di grup, harus bagaimana kita ketika sudah masuk ke grup, semangat berjuang selalu ketika masuk ke grup belajar walaupun rintangan menghadang.

Dan ada sebuah pesan yang amat dalam bagi saya ketika membaca kisah di halaman hampir akhir. 
"Tulisan kita akan diminta pertanggung jawaban, maka berkaryalah karena Allah dengan mengajak yang baik dan mencegah yang mungkar".

Review Buku Pemimpi(n) Amandemen



Judul: Pemimpi(n) Amandemen
Penulis: Wildan Alamsyah
Penerbit: Loveable


"Mimpi aja dulu, bangunnya nanti kalau nyawa udah kumpul dan badan siap tempur"

Asyik ya quote-nya? 

Buku pemimpi(n) ini ditulis dengan gaya bahasa yang renyah banget kaya kerupuk baru digoreng. Baca 212 halaman benar-benar nggak berasa. Dari prolog sampai halaman akhir bacanya nggak bisa berhenti ketawa. Walaupun ada rasa terharu dan sedih juga. Nggak sampai 12 jam sudah selesai sampai biodata author. Bacanya berasa lagi ngobrol hadap-hadapan sama wildan pula.haha..halu

Sebenarnya ini kisah perjalanan hidup seorang remaja yang suka sekali bermimpi. Hingga akhirnya satu persatu mimpinya dikabulkan Allah menjadi nyata, dan bisa sampai di titik sukses seperti sekarang. Eitss jangan terlalu fokus dulu sama suksesnya, tapi mari kita lirik lagi perjalanannya menuju sukses.

Perjalanannya untuk meraih sukses tidaklah semulus pipi artis korea. Dia mengalami jatuh bangun di dunia pendidikan, dimarahi orangtuanya, diuji dengan hubungan persahabatannya, hingga direndahkan orang-orang sekitarnya. Tapi dia tidak pernah putus asa. Dia bangkit dengan karya dan kreativitasnya.

Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari buku pemimpi(n) ini. Pertama, saya belajar bahwa tidak selamanya anak bandel itu tidak punya masa depan. Anak bandel yang mau berubah, bisa sukses juga kok. Kedua, ketika pendapat anak tidak sejalan dengan orangtua maka bicarakan baik-baik, bukan memaksakan kehendak orangtua dan mengatasnamakan demi kebaikan anak. 

Ketiga, selalu memberi dukungan anak untuk berkarya sesuai passionnya. Karena bisa jadi itulah jalan mereka meraih sukses. Keempat, ketika orang terdekat kita tidak mau diajak keluar dari zona nyaman dan berubah menjadi yang lebih baik, tidak sepatutnya kita meninggalkan mereka begitu saja. Tetap saling menyayangi, tolong menolong, dan saling mendoakan.

Kelima, ketika ada orang yang tidak suka atau merendahkan kita, tidak perlu kita balas dengan perlakuan yang sama seperti mereka. Cukup diam kemudian balas dengan karya dan kesuksesan kita. Keenam, ketika Allah pertemukan kita dengan orang-orang yang tulus maka jangan sia-siakan mereka, sebisa mungkin jangan menyakiti mereka. Ketujuh, seberapapun bandelnya anak, tetap jadilah anak yang berbakti kepada orangtua, tetap pikirkan cara untuk membuat bangga orangtua. Kedelapan, sebandel-bandelnya anak, pasti dia punya kelebihan. 

Terimakasih untuk penulis buku ini yang sudah berbagi perjalanan hidupnya dari masa kelam hingga berhasil meraih mimpi-mimpinya dengan sukses. 





Review Buku Saya Pamit Jilid 2



Judul buku: Saya Pamit
Nama penulis buku: Ria Ricis
Nama penerbit: Loveable
IG pengulas: @rizaum


Buku ini mengisahkan perjalanan hidup seorang Ria Yunita yang tidak semulus netizen pikirkan, dan tentunya penuh hikmah. Cerita ketika dia ditinggalkan, dikhianati, diremehkan, di bully, hingga akhirnya dikumpulkan dengan orang-orang yang tulus.

Cerita bagaimana dia bangkit dari keterpurukan dan menjadi seorang wanita yang sekarang sukses menjadi youtuber  dengan channel lebih dari dua dan dengan subscriber hampir dua puluh juta di salah satu channelnya. Subscriber di channelnya yang lain? Nggak tahu saya. Silahkan dilihat sendiri 😂.

Sepanjang membaca buku ini saya turut merasa sedih sekaligus merasa kagum. Sedih karena ujian yang harus dihadapinya adalah ujian yang tidak mudah serta bertubi-tubi datangnya. Kagum karena di usia semuda itu bisa menghadapi segala ujiannya dengan kesabaran, kebesaran hati dan selalu melibatkan Allah.

Dari semua cerita di buku ini, bagian yang paling menyentuh saya adalah cerita di halaman 21 dan halaman 127. Dari cerita di halaman 21 saya belajar tentang bagaimana kita harus berbesar hati, ikhlas menerima maaf dari orang yang sudah mendzolimi kita dan bagaimana mengesampingkan ego sehingga tidak merasa diri kita yang paling benar serta ikhlas meminta maaf juga.

Di balik ujian yang luar biasa selalu ada nikmat yang luar biasa pula. Ketika kita di tinggalkan orang yang mungkin sudah lama dekat dengan kita, disitulah proses Allah sedang memilihkan kita untuk berkumpul dengan orang-orang yang lebih baik dan tulus kepada kita. Ketika kita tahu ada orang-orang yang berbuat tidak baik kepada kita, tidak perlu kita membalas perbuatan mereka. Cukup doakan mereka dengan doa yang baik dan meminta ampunan kepada Allah. Inilah yang saya dapat ambil hikmahnya dari kisah di halaman 127.

Lika liku perjalan hidup yang dituangkan ke buku setebal 199 halaman ini berhasil menyadarkan saya bahwa untuk meraih sukses besar itu butuh perjuangan yang serius, butuh kebesaran hati, keluasan ikhlas, dan kesabaran yang tidak berbatas karena ujian yang harus dihadapi juga akan luar biasa. Dan yang paling utama adalah patuhi apa kata orang tua selagi tidak melanggar hukum Allah.

Tentang kepercayaan, ketika memberikan kepercayaan kepada orang lain sebaiknya berikan dengan sewajarnya saja.

Selalu mencintai keluarga. Patuh kepada orangtua adalah salah satu kunci sukses.



"Karena hal besar akan datang kepada orang-orang yang bersabar"





Sabtu, 18 April 2020

Ketika Panik Berlebihan Menyerang Di Tengah Badai Covid-19. Inilah 10 Trik Mengatasinya



Ketika Panik Berlebihan Menyerang Di Tengah Badai Covid-19. Inilah 10 Trik Mengatasinya.

Sejak ditemukan kasus covid-19 pertama kali di Indonesia sekitar dua setengah bulan lalu, hingga saat ini virus tersebut semakin meluas.

Up date berita tentang virus pun semakin mudah ditemukan di media sosial. Namun sayang sekali, diantara banyaknya berita yang beredar, sebagian adalah berita yang tidak benar atau tidak sesuai fakta yang ada.

Santernya berita yang beredar luas, baik berita benar ataupun berita yang tidak sesuai fakta, ternyata semakin lama menimbulkan efek yang tidak baik bagi kesehatan mental masyarakat. Banyak yang akhirnya mengalami kepanikan berlebihan, bahkan sampai ada yang sudah di tahap stres ringan.

Untuk mencegah agar tidak mengalami panik yang berlebihan selama menghadapi wabah virus ini, berikut tips yang bisa anda coba lakukan.

1. Stop membaca atau mendengar. Ketika sudah merasakan panik atau takut yang berlebih akibat berita-berita tentang covid-19, sebaiknya segera hentikan atau batasi untuk mencari, membaca ataupun mendengar berbagai informasi tentang covid-19 untuk sementara waktu sampai kepanikan menghilang dan kondisi mental membaik.

2. Mencari informasi hanya dari sumber yang bisa dipercaya. Semakin banyak kita membaca atau mendengar berita yang tidak benar maka besar kemungkinan kepanikan akan meningkat juga.

3. Berdamai dengan kepanikan yang melanda. Menerima dengan legowo kenyataan bahwa diri kita sedang diserang kepanikan akan mewabahnya virus saat ini akan lebih baik dibandingkan dengan kita berpura-pura baik-baik saja.

4. Segera atur mindset bahwa semua yang terjadi atas kehendak Allah. Termasuk mewabahnya covid-19 ini juga pasti atas ijin dari Allah.

5. Pikirkan hikmah positif dari mewabahnya virus ini. Setelah berhasil mengatur mindset bahwa adanya covid-19 ini atas kehendak Allah, kemudian cari hikmah apa saja yang kita rasakan selama wabah ini melanda. Insyaallah banyak hikmah yang bisa dipetik dari adanya wabah yang terjadi.

6. Jangan lupa perbanyak bersyukur. Karena bersyukur adalah sumber dari kebahagiaan. Dan dengan berbahagia maka imunitas tubuh akan terjaga sehingga kita tidak mudah sakit.

7. Mencari kesibukan. Untuk mengalihkan perhatian dari berita-berita covid-19, sebaiknya kita menyibukkan diri dengan melakukan hal-hal yang membuat kita bahagia.

8. Selalu menjaga pola hidup sehat agar kita bisa dengan tenang menjalani hidup ditengah terjadinya wabah seperti sekarang ini. Menjaga pola hidup sehat dengan cara mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, olahraga teratur, minum air putih yang cukup, tidur cukup, dan jangan lupa rajin mencuci tangan setelah memegang benda-benda disekitar kita.

9. Menjaga komunikasi dengan orang-orang terdekat. Disaat semua aktifitas dialihkan di rumah saja, maka menjaga komunikasi dengan telepon atau video call dengan keluarga dan teman-teman bisa menjadi salah satu jalan untuk menjaga kesehatab mental kita.

10. Jangan lupa perbanyak berdoa, meminta perlindungan kepada Allah.


*Sumber: dirangkum dari berbagai sumber.

Review Buku

Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1

  Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1 Poster Drakor Gyeongseong Creature Sumber: google.com   Cerita Singkat Gyeon...