Jumat, 10 Desember 2021

Mencari Telur Hijauku (tugas 1 kelas Bunda Cekatan)

Mencari Telur Hijauku



Dulu, sebelum menjadi bagian dari komunitas Ibu Profesional, selalu berpikir bahwa kebahagiaan anak, suami, dan orangtua itu yang utama. Kebahagiaan diri sendiri bisa diletakkan dinomor dua atau nomor sekian. Terpenting orang disekitar bahagia dulu.


Bertahun-tahun sempat berpikir bahwa apalah mimpi-mimpi besar saya dulu yang jelas tidak akan tergapai. Merasa diri sudah sangat sibuk dengan urusan rumah, apalagi urusan anak-anak sehingga tidak ada lagi waktu untuk mengejar mimpi. Jangankan mengejar, memikirkannya pun sudah tidak sanggup.


Namun, semua pemikiran itu akhirnya lenyap setelah masuk di kelas Matrikulasi beberapa tahun yang lalu. Ternyata pemikiran saya tersebut salah. Allah menciptakan makhluknya dengan segala bekal yang sangat lengkap untuk mengarungi kehidupan.


Saya sebagai ibu, adalah jantung keluarga. Jika seorang ibu bahagia dengan perannya, maka anggota keluarga akan mengikutinya. Jadi, benar sekali bahwa ibu harus bahagia dulu sebelum membahagiakan orang-orang dekatnya.


Menjadi seorang wanita yang sudah bersuami apalagi sudah mempunyai anak, memang seringkali harus memegang banyak peran. Kadang juga diwajibkan untuk bisa mengerjakan segala hal dengan sempurna hingga lupa diri ini sebenarnya punya potensi yang luar biasa sebagai jalan mewujudkan mimpi-mimpi yang sudah dirangkai sejak masih berseragam abu-abu dulu. 


Di sinilah saya berada sekarang, kelas Bunda Cekatan yang akan menuntun saya untuk mulai menggali lebih dalam tentang potensi diri. Demi mewujudkan mimpi yang sudah tertunda dan demi membahagiakan diri.


Tidak ada yang benar-benar instan di dunia ini. Menemukan potensi pun saya harus melalui beberapa proses. Merekam semua aktivitas sehari-hari sebagai seorang perempuan, istri, dan ibu. Mulai dari aktivitas setelah membuka mata hingga datang waktunya memejamkan mata kembali. Baik aktivitas yang saya sukai ataupun yang tidak saya suka. Termasuk aktivitas yang menurut saya receh atau tidak umum dilakukan oleh orang lain. 



Setelahnya, saya harus memilah semua aktivitas tersebut dan dibagi menjadi 4 kuadran. Menuliskan bagian ini, membuat saya akhirnya melirik kembali tugas ke-7 di kelas matrikulasi. Ternyata ada yang berubah pada diri saya setelah beberapa tahun berlalu. Hal yang manusiawi sekali karena keadaan juga berubah.


Empat kuadran sudah ditemukan. Namun, tugas belum berakhir. Saya harus memisahkan 5 aktivitas yang termasuk dikuadran suka dan bisa. Kemudian menjadikannya kompas strong why yang nantinya akan menuntun saya untuk benar-benar menemukan potensi yang akan menjadikan saya sebagai ibu yang produktif serta bahagia. This is it kompas strong why saya.





#institutibuprofesional

#hutankupucekatan

#telurhijau

#lacakkekuatanmu

#jurnalmaintelurhijau


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Buku

Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1

  Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1 Poster Drakor Gyeongseong Creature Sumber: google.com   Cerita Singkat Gyeon...