Rabu, 22 April 2020

Review Buku Pemimpi(n) Amandemen



Judul: Pemimpi(n) Amandemen
Penulis: Wildan Alamsyah
Penerbit: Loveable


"Mimpi aja dulu, bangunnya nanti kalau nyawa udah kumpul dan badan siap tempur"

Asyik ya quote-nya? 

Buku pemimpi(n) ini ditulis dengan gaya bahasa yang renyah banget kaya kerupuk baru digoreng. Baca 212 halaman benar-benar nggak berasa. Dari prolog sampai halaman akhir bacanya nggak bisa berhenti ketawa. Walaupun ada rasa terharu dan sedih juga. Nggak sampai 12 jam sudah selesai sampai biodata author. Bacanya berasa lagi ngobrol hadap-hadapan sama wildan pula.haha..halu

Sebenarnya ini kisah perjalanan hidup seorang remaja yang suka sekali bermimpi. Hingga akhirnya satu persatu mimpinya dikabulkan Allah menjadi nyata, dan bisa sampai di titik sukses seperti sekarang. Eitss jangan terlalu fokus dulu sama suksesnya, tapi mari kita lirik lagi perjalanannya menuju sukses.

Perjalanannya untuk meraih sukses tidaklah semulus pipi artis korea. Dia mengalami jatuh bangun di dunia pendidikan, dimarahi orangtuanya, diuji dengan hubungan persahabatannya, hingga direndahkan orang-orang sekitarnya. Tapi dia tidak pernah putus asa. Dia bangkit dengan karya dan kreativitasnya.

Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari buku pemimpi(n) ini. Pertama, saya belajar bahwa tidak selamanya anak bandel itu tidak punya masa depan. Anak bandel yang mau berubah, bisa sukses juga kok. Kedua, ketika pendapat anak tidak sejalan dengan orangtua maka bicarakan baik-baik, bukan memaksakan kehendak orangtua dan mengatasnamakan demi kebaikan anak. 

Ketiga, selalu memberi dukungan anak untuk berkarya sesuai passionnya. Karena bisa jadi itulah jalan mereka meraih sukses. Keempat, ketika orang terdekat kita tidak mau diajak keluar dari zona nyaman dan berubah menjadi yang lebih baik, tidak sepatutnya kita meninggalkan mereka begitu saja. Tetap saling menyayangi, tolong menolong, dan saling mendoakan.

Kelima, ketika ada orang yang tidak suka atau merendahkan kita, tidak perlu kita balas dengan perlakuan yang sama seperti mereka. Cukup diam kemudian balas dengan karya dan kesuksesan kita. Keenam, ketika Allah pertemukan kita dengan orang-orang yang tulus maka jangan sia-siakan mereka, sebisa mungkin jangan menyakiti mereka. Ketujuh, seberapapun bandelnya anak, tetap jadilah anak yang berbakti kepada orangtua, tetap pikirkan cara untuk membuat bangga orangtua. Kedelapan, sebandel-bandelnya anak, pasti dia punya kelebihan. 

Terimakasih untuk penulis buku ini yang sudah berbagi perjalanan hidupnya dari masa kelam hingga berhasil meraih mimpi-mimpinya dengan sukses. 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Buku

Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1

  Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1 Poster Drakor Gyeongseong Creature Sumber: google.com   Cerita Singkat Gyeon...