Rabu, 26 Juni 2024

Ulasan Cerita Calon Arang by Pramoedya Ananta Toer

Foto: bukuprogresif.com


 Judul: Cerita Calon Arang

Penulis: Pramoedya Ananta Toer

Penerbit: Lentera Dipantara


Halaman: 94


Sinopsis


Buku ini menceritakan tentang seorang wanita bernama Calon Arang yang mempunyai ilmu hitam. Kehebatannya dalam dunia teluh sungguh tak tertandingi sehingga tidak ada orang yang tidak takut dengannya.


Kejahatannya semakin menjadi-jadi ketika dia marah. Banyak orang di kampungnya yang menjadi korban teluh mati bergelimpangan di jalan-jalan. Tidak hanya itu, bersama murid-muridnya, dia semakin memperluas teluhnya hingga ke kota. Bahkan dia berniat untuk meneluh Raja Erlangga, raja yang saat itu memerintah negara Daha (sekarang Kediri).


Raja Erlangga sangat sedih mendengar berita tentang keadaan rakyatnya. Dia mengutus prajuritnya untuk menangkap Calon Arang. Namun, kesaktian wanita tua itu nyatanya tidak bisa dikalahkan oleh prajurit.


Perbuatan dukun wanita bersama muridnya semakin menjadi-jadi. Raja Erlangga pun akhirnya meminta bantuan kepada Empu Baradah sebagai usaha untuk menghentikan teluh yang semakin merajalela membunuh rakyatnya.


Apakah Empu Baradah berhasil menghentikan perbuatan Calon Arang? Dengan cara apa Empu Baradah akan menghentikannya?


Baca, yuk bukunya.


Ulasan

Pak Pram menurutku tidak pernah gagal membuat karya, termasuk Cerita Calon Arang ini. Walaupun beliau menulis ulang cerita ini, rasanya ciri khas beliau tidak lantas hilang.


 Kali ini, karena berbentuk dongeng yang biasanya banyak dibaca anak-anak, maka gaya penulisan Pak Pram sangat berbeda dengan Bumi Manusia yang pernah aku baca. Beliau tidak menggunakan perumpamaan-perumpamaan. Justru cerita ini ditulisnya dengan bahasa yang jelas dan lugas. Namun, tetap dengan gaya bahasa khas beliau.


Namun, dongeng ini aku rasa kurang pas dibaca oleh anak-anak karena ada beberapa adegan pembunuhan, misalnya. Bahasan tentang teluh mungkin juga belum bisa dipahami oleh anak-anak.


Walaupun ini dongeng, beliau tetap menggambarkan karakter tokoh-tokohnya dengan jelas sehingga memudahkan pembaca untuk berimajinasi. 


Penggambaran setting tempat dan waktu pun memudahkan pembaca untuk larut dalam suasana yang mengerikan, mencekam, dan kadang menegangkan. Bagaimana tidak? Dalam cerita ini dijelaskan oleh Pak Pram mayat-mayat tergeletak dipinggir jalan begitu saja. Tidak ada keluarga atau masyarakat yang berani menguburkan saking takutnya dengan teluh Calon Arang.


Tidak seperti novelnya yang lain, buku ini termasuk tipis dengan jumlah halaman kurang dari 100 lembar. Pembaca tidak akan butuh waktu lama untuk menyelesaikannya. Bisa tamat dalam sekali duduk saja.


Hikmah yang Bisa Dipetik

Dalam cerita ini, sangat jelas pesan moral yang bisa dipetik. Bahwa kebaikan akan mengalahkan kejahatan meskipun butuh waktu, pengorbanan, dan juga strategi.


Calon Arang sebenarnya adalah penggambaran seorang ibu pada umumnya. Seorang ibu yang marah karena merasa banyak masyarakat yang menggunjingkan putrinya sehingga naluri ingin melindungi dan membela sang putri dengan kemampuan yang dia punya. Dalam cerita ini pun, digambarkan bahwa boleh jadi seorang wanita itu jahat kepada orang lain, tetapi jika sudah berhadapan dengan anak, dia akan menjadi wanita yang penuh kasih sayang.


Dari Raja Erlangga kita memperoleh hikmah bahwa setinggi-tingginya posisis kita, tetap saja kita adalah makhluk sosial. Makhluk yang membutuhkan orang lain untuk membantu urusan yang tidak mampu diselesaikan sendiri. Maka dari itu kita tetap harus bersikap baik dan bijak.


Kehidupan keluarga Empu Baradah setelah kepergian sang istri kemudian menikah lagi juga menarik untuk dilirik. Bagaimana si anak, Wedawati menyikapi ibu tirinya yang tidak menyukainya. Dia menunjukkan sikap yang bijak dengan diam, tidak melaporkan kepada sang Ayah, dan tidak pula berkoar kepada para tetangga. Cukup pergi menjauh dari orang yang tidak menyukainya walau berat meninggalkan rumah masa kecilnya.



Main Air sampai Kulit Keriput Hanya dengan Rp 10.000 di Wisata Sumber Maron

 

Sumber: Localguide/AgungCS27



Libur panjang sekolah sudah dimulai dari hari Senin kemarin. Kalian sudah pergi jalan-jalan ke mana saja? Atau masih diam di rumah menyusun rencana?


Kalau kemarin, aku sudah mampir ke tempat wisata yang ada di kota tetangga. Mumpung sejalan dengan arah pulang dari rumah nenek anak-anak, jadi sekalian main, deh. Bersyukur kemarin tempatnya tidak sepadat waktu pertama kali ke sana beberapa tahun yang lalu. Mungkin karena hari aktif, jadi masih banyak orang tua yang harus bekerja.


Dari sekian banyak tempat wisata yang ada di Kabupaten Malang, tempat ini tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Bagi kalian yang suka bermain air, tempat ini sangat aku rekomendasikan karena semua wahana bersentuhan dengan air. Wisata Sumber Maron namanya. 


Lokasi tempat Wisata Sumber Maron

Tempat wisata ini terletak di Dusun Adi Luwih, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Akses ke tempat wisata ini sudah beraspal mulus, kok. Kalau belum tahu lokasinya pun bisa dicari dengan mudah di google map dengan kata kunci “Wisata Sumber Maron”.


Harga Tiket Masuk

Pasti kalian tidak akan melewatkan untuk berwisata di tempat ini kalau tahu harga tiketnya. Dijamin tidak akan membuat isi dompet terlalu kempes. Hanya dengan Rp 10.000 kamu beserta keluarga sudah bisa menikmati wahana air yang ada di Sumber Maron ini sampai puas, bahkan sampai kulit di tangan dan kakimu mengkerut. Namun, untuk anak yang masih berusia dibawah 3 tahun tidak dikenai tiket masuk. Lumayan, kan mengurangi pengeluaran.


Untuk kalian yang membawa mobil, siapkan uang untuk parkir sebesar Rp 5.000. Kalau aku kemarin mendapat lokasi parkir yang strategis karena jalan masuk ke tempat wisata ada di belakang lahan parkir ini. Nah, lokasinya yang ini berada di paling ujung ketika kita memasuki gang.


Jika kalian mengendarai sepeda motor, menurut informasi yang aku dapat tarif parkirnya sebesar Rp 3.000. Untuk lokasi tempat parkir, tenang saja kalian tidak perlu bingung mencari-cari karena kalau sudah berada di gang, akan ada banyak sekali tukang parkir yang memintamu masuk ke area mereka. Cari saja lokasi parkir yang terdekat dengan akses masuk tempat wisata agar kamu tidak terlalu lelah berjalan.


Wahana yang Ada di Wisata Sumber Maron

Wisata Sumber Maron mempunyai wahana untuk bermain yang dijamin akan membuat kalian malas pulang saking serunya. Pokoknya surga dunia sekali untuk kalian yang suka bermain air.


Berikut beberapa wahana bermain yang ada di tempat wisata Sumber Maron

  • River Tubing

Bisa dibilang wahana ini adalah tujuan utama wisatawan datang ke sini karena belum banyak tempat wisata yang mempunyai wahana river tubing ini. Kalau kalian belum tahu  river tubing, baca dulu bagian ini, jangan di skip. 


River tubing adalah wahana bermain di sungai  menggunakan ban besar sebagai tempat untuk kita duduk. Kalau aku lihat kemarin, sungai yang digunakan untuk wahana ini mempunyai arus yang tidak terlalu deras dan tidak terlalu dalam, jadi aman.


Nah, untuk menikmati arus sungai sepanjang 500 meter ini, kita bisa menyewa ban yang telah disediakan oleh para pengelola dengan tarif Rp 5.000 saja sepuasnya. Bisa bolak balik lebih dari 3 kali, loh kalau mau.


  • Kolam Renang Jumbo

Kalau sudah puas bermain river tubing, kalian bisa berpindah untuk berenang atau berendam ke kolam jumbo yang menjadi lokasi adanya sumber air. Namun, perlu diwaspadai karena ada yang dalamnya sampai 2 meter. Kalian juga harus berhati-hati karena ada bebatuan di dasar kolam tersebut sehingga ada peringatan untuk tidak melompat ketika masuk kolam.


Peringatan pun sudah dipasang oleh pihak pengelola di pinggir kolam, jadi patuhilah peraturan yang ada demi keselamatan kalian.


  • Menikmati Air Terjun

Menurut kabar yang beredar, daya tarik lainnya dari tempat wisata ini adalah adanya air terjun Grojogan Sewu setingga sekitar 5 meter. Kalian bisa berenang di bawah air terjun atau bisa menikmati sambil duduk-duduk di bebatuan besar di sekitar air terjun. 


Kalau ada yang tidak suka bermain air bagaimana?

Tenang, kalian tetap bisa menikmati keindahan alamnya sambil duduk di warung-warung yang berjajar disepanjang jalan area tempat wisata. Ada berbagai macam makanan yang dijajakan. Mulai dari pisang goreng, ubi goreng, tahu isi, bakso, mie instan, dan aneka makanan ringan seperti kerupuk, kripik, dan lain-lain.


Tidak hanya makanan berat dan ringan, ada berbagai oleh-oleh berupa bunga hiasan, baju, kaus, kerupuk mentah, makanan tradisional instan, dan aksesoris. Wah, pokoknya lengkap dan puas, bisa-bisa sampai pusing juga memilih oleh-oleh.


Eits, lalu yang sudah basah-basahan bisa ganti baju di mana?

Kalau aku lihat kemarin, sih sepertinya setiap warung yang berjajar itu menyediakan toilet. Jangan lupa siapkan uang sebesar Rp 2.000 jika kalian berniat mandi. Ada beberapa warung yang juga menyediakan fasilitas penitipan barang-barang kalian dengan tarif sebesar Rp 5.000, jadi tidak perlu khawatir barang akan hilang.


Hmmm … lengkap, kan fasilitasnya?

Tidak akan ragu lagi, kan untuk berwisata ke sana?

Terpenting yang perlu diingat kalau ke sana ketika akhir pekan pasti akan ramai pengunjung. Jadi, carilah waktu yang tepat menurut kalian masing-masing.


Semoga bermanfaat rekomendasi tempat wisata murah meriah dan tentu menyenangkan ini.



Senin, 24 Juni 2024

Nilai Rapor Anak Kurang Memuaskan? Beberapa Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan oleh Orang Tua

Sumber: istockphoto.com

Ayah dan Ibu sudah menerima rapor anak-anak? Bagaimana hasil belajar anak selama satu semester kemarin? Apakah ada yang merasa kurang puas dengan hasil belajar mereka yang tertulis di rapor?


Untuk Ayah dan Ibu yang setelah melihat hasil belajar anak-anaknya merasa kurang puas, yuk simak beberapa hal yang sebaiknya tidak kalian lakukan. Demi menjaga kesehatan mental sang anak, loh.


  1. Marah-marah

“Janganlah marah-marah, maka bagimu surga”


Begitulah sebuah hadits yang dihafalkan anak-anak ketika belajar di jenjang TK dulu. Ayah, Ibu, tidak perlu memarahi anak-anak ketika nilai rapor mereka kurang memuaskan menurut kita. Kemarahan kita hanya akan meninggalkan bekas luka di hati, bahkan mereka bisa membawa luka itu sampai dewasa nanti.


Bagaimanapun nilai yang tertera di rapor, itu adalah hasil usaha anak, jadi sepatutnya kita sebagai orang tua dapat menghargai mereka. Bagaimana caranya?


Ya, dengan tidak perlu marah kepada mereka. Ucapkan saja terima kasih atas usaha kerasnya.


  1. Membandingkan anak dengan temannya

Coba bayangkan ketika kalian yang dibandingkan dengan orang lain, bagaimana rasanya? Suka atau tidak? 


Kutebak pasti kalian tidak akan suka. Pasti akan merasa kesal. Jadi, alangkah lebih bijak sebagai orang tua, kita tidak perlu melakukan hal tersebut. 


“Bukan bermaksud membandingkan, tapi untuk memberi motivasi kepada anak, kok.”


Ada, kok cara lain untuk memberi motivasi kepada anak. Misalnya, dengan memberi afirmasi positif bahwa dia bisa lebih baik jika jam belajarnya ditambah 10-15 menit. Jadi, tidak perlu membandingkan dengan temannya. Lebih baik ajak anak membandingkan kemampuannya yang kemarin dengan saat ini. Pasti mereka akan bangga pada dirinya karena tahu kemampuannya sudah berkembang.


  1. Menghukum anak

Nilai rapor kurang memuaskan orang tua, lalu anak dihukum? Ini persis model parenting zaman saya masih menjadi pelajar belasan tahun silam. Masa iya sekarang masih mau menganut pengasuhan yang seperti itu?


Menurutku menghukum anak bukanlah jalan yang baik kalau tujuannya agar mereka berubah menjadi lebih baik. Malah ada kemungkinan berefek seperti dimarahi, menimbulkan luka hati. 


Justru akan lebih bijak kalau mereka dirangkul, lalu diajak berdiskusi agar orang tua tahu apa yang menjadi masalah bagi anak saat belajar. Apa kesulitan terbesar mereka sehingga nilainya kurang?


  1. Menuntut anak

“Ibu nggak mau tahu. Semester depan kamu harus dapat nilai sempurna!”


Wah, bagaimana perasaan anak ketika mendengar tuntutan begini? Kalau aku mungkin justru akan merasa terbebani. Bisa jadi malah tambah stres juga.


Nah, kalau sudah merasa terbebani kemungkinan besar anak tidak akan bisa menikmati proses belajarnya. Bisa juga mereka akan menjadi anak yang penuh denga kecurangan demi memenuhi tuntutan orang tua. 


Jadi, ayah, ibu tidak perlu menuntut anak, ya. Mereka bukan tersangka.


Anak-anak zaman sekarang yang sering disebut dengan generasi strawberry, tidak bisa disamakan pola asuhnya dengan generasi milenial. Maka, sebagai orang tua harus terus memupuk semangat belajarnya demi memberi pendidikan terbaik untuk mereka. Karena pendidikan utama itu bukan daei sekolah, melainkan dari rumah.


“Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu” (Ali bin Abi Thalib)


Minggu, 23 Juni 2024

Resign dari Kementerian Agama, Ibu Satu Anak ini Sukses Menjadi Bloger Profesional

 

Sumber: www.jeyjingga.com

Jihan Mawaddah, seorang wanita yang terlahir dan besar di Kota Malang. Dia menyukai dunia menulis sejak duduk di bangku SD, kemudian memulai menulis di blog saat duduk di SMP. Namun, ternyata untuk serius menekuni dunia blogging dia mulai pada tahun 2018 saat mengikuti event Oprec ODOP 7. Saat itu, motivasinya mengikuti event adalah mencari teman menulis setiap hari. 


Saat mengikuti ODOP, dia bertekad untuk membeli domain, lalu fokus mengembangkan blognya sendiri. Sebelumnya, dia pernah menulis artikel di sebuah media, tetapi merasa tidak mendapatkan apa-apa. Penghasilannya hanya bisa ditarik ketika sudah mencapai jumlah tertentu saja. Sedangkan untuk mendapat penghasilan yang besar di media tersebut, artikel yang ditulis harus memperoleh banyak viewers. Nah, jika tidak? Ya, bisa kita bayangkan sendiri apa yang dihasilkan penulis.


Perjalanan Menjadi Bloger Profesional

Wanita dengan segala kesibukan dan talentanya, bukan tidak mungkin bisa menjadi orang yang sukses. Berstatus sebagai seorang istri dan juga ibu dari seorang putri, tidaklah mudah untuk membagi waktu serta tenaga agar bisa fokus mengembangkan blognya, tetapi tidak sampai melupakan keluarganya. Harus ada yang dikorbankan demi menggapai tujuan. 


Seperti yang sudah diungkapkannya saat diminta sharing bagaimana cara membagi waktu antara menulis dan keluarga. Jihan mengatakan bahwa dia menulis ketika putrinya yang kala itu masih berusia 2 tahun sudah tidur lelap di malam hari. Padahal pada umumnya seorang ibu akan memanfaatkan waktu tersebut untuk ikut beristirahat.


Lain waktu, lain pula manajemen waktu yang harus diterapkan. Menurutnya, setelah resign dari kantor Kementerian Agama dan putrinya sudah menjadi anak sekolahan, dia memanfaatkan waktu paginya di jam kerja untuk berkarya. 


Demi memperdalam ilmu tentang blogging dan menambah jam terbang, dulu dia rajin mengikuti kelas-kelas blog gratis juga beberapa kali kursus berbayar pun dilakoni. Kemudian untuk menambah portofolio, dia pun rajin mengikuti lomba-lomba blogging yang saat itu banyak digelar. Hasilnya? Sungguh luar biasa. Dia berhasil mendapatkan gelar juara tidak hanya sekali atau tiga kali, tetapi puluhan kali.


Ibu satu anak ini sungguh luar biasa. Dia mampu bertahan dan menaklukkan tantangan demi tantangan dalam proses perjalanannya menjadi bloger profesional. Sampai dia masuk di tahap mendapatkan banyak penawaran kerjasama dari merek-merek tertentu yang tentu saja menghasilkan cuan. 


Nah, jika kalian ingin membaca dan menikmati karya seorang Jihan Mawaddah bisa berkunjung ke sini langsung. Artikel yang dia tulis sangat bermanfaat dan dijamin tidak akan bosan membacanya.


Tips Istikamah ala Jihan Mawaddah


Temukan big why. 

Kenapa kita memilih menulis? Tujuan menulis kita itu apa? Hal ini sangat penting untuk kita pikirkan agar punya arah yang jelas. Setelah menemukan big why, jadikan pegangan agar kita tetap di jalur yang benar.


“Kalau kita nggak cukup termotivasi untuk mencapainya dan akhirnya nggak konsisten berarti tujuannya kurang mengena dan mungkin juga kurang kuat.” Begitu menurut wanita yang saat ini sedang mengemban amanah menjadi ketua ODOP 2024. 


Tentukan Goals dan Timeline

Hal ini tidak kalah penting sebagai usaha kita untuk menentukan sejauh apa harus melangkah demi mencapai tujuan. 


Menurut Jihan, tips agar istikamah lainnya adalah dengan menentukan goals jangka panjang dan jangka pendek.


Jangan lupa pula untuk menentukan timeline. Berapa lama harus mengejar goals jangka pendek, berapa lama pula harus berlari menyelesaikan goals jangka panjang. Tujuannya agar kita sampai di tujuan tepat pada waktunya dan tidak ada waktu yang terbuang sia-sia.


Sangat menarik ketika mengulik tentang perjalanan seorang Jihan Mawaddah menjadi bloger profesional. Banyak insight yang bisa diambil dari ceritanya dan bisa pula di ATM (amati, tiru, dan modifikasi). 


Salah satu insight yang bisa diperoleh dari cerita perjalanannya adalah tidak ada yang instan untuk menjadi seorang profesional yang mendapat kepercayaan pihak-pihak tertentu. Dan tentunya harus rela berkorban entah waktu ataupun materi.



Sabtu, 22 Juni 2024

Tips Menjemput Jodoh untuk Kalian Para Singlelillah


"Dan sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan." (Qs. An Najm: 45)


Banyak yang berkata bahwa rezeki, jodoh, dan maut hanya Tuhan yang tahu. Iya, karena Tuhan memang mempunyai sifat Maha Tahu. Namun, untuk rezeki dan jodoh, kalau tidak diusahakan rasanya yang tahu, ya hanya Tuhan sampai kapanpun. Kita tidak akan tahu siapa dan di mana jodoh kita.


Menikah adalah salah satu sunnah Rasulullah. Menikah adalah menyempurnakan sebagian dari agama bagi seorang muslim. Lagipula hukum menikah menjadi wajib ketika seseorang memang sudah mampu.


Ditambah lagi adanya budaya orang di negara ini yang kerap mempertanyakan “kapan menikah?” kepada para singlelillah. Paling sering terjadi sepertinya saat berkumpul keluarga besar. Sampai-sampai mereka merasa tertekan dan minder ketika berkumpul bersama keluarga. Lebih parahnya lagi, mereka pada akhirnya memutuskan untuk tidak ikut acara berkumpul daripada harus menerima pertanyaan rutin tersebut.


Nah, berhubung aku sudah melalui fase itu, maka hari ini akan kubagikan tips untuk menjemput jodoh terbaik kita. Bagaimana caranya?


Perbaiki diri dulu, sebelum meminta jodoh yang baik

Tips pertama ini, dulu kudapat saat masih single dengan kegalauan tingkat internasional tentang jodoh. Dari kajian ini akhirnya aku paham bahwa tidak hanya menuntut Allah untuk memberikan jodoh yang baik, tetapi kita harus lebih dulu menjadi pribadi yang baik. 


Laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik pula. Sedangkan laki-laki yang keji, untuk wanita yang keji. Dari janji Allah inilah menyadarkanku untuk memperbaiki diri dalam hal beribadah, berpakaian, dan berperilaku. 


Tidak perlu menjadi orang yang sempurna kebaikannya, terpenting kita mau untuk terus belajar demi terus memperbaiki diri.


Banyak-banyak Berdo’a

The power of do’a katanya, sih tidak ada tandingannya. Berdo’a itu bukan pilihan terakhir dari sebuah ikhtiar, tetapi keharusan utama dan pertama.


Bagaimana do’anya?

Ya, berdoalah ingin jodoh yang baiknya seperti apa? Pekerjaannya yang bagaimana? Usianya berapa? Dan lain-lain.


Paling penting, tetapi banyak dilupakan adalah berdo’a tentang keluarga jodoh. Mintalah pada Allah agar diberikan jodoh yang keluarganya bisa menerima, tulus dalam memberi kasih sayang, dan bersikap baik pada kita bagaimanapun kita nanti.


Jangan lupa juga sertakan alasan mengapa kita ingin jodoh yang baik, mengapa kita ingin jodoh dengan pekerjaan yang begini dan begitu, dan seterusnya. 


Jangan Menutup Diri

Bukan artinya kita buka-bukaan dengan bebas, bergaul sana sini, tetapi kita ikhtiar dengan memperluas pertemanan. Tentunya pertemanan di lingkungan yang baik dan sehat, bukan sembarangan. Tetap harus pilah dan pilih lingkungan. Bergaul pun juga harus tetap sesuai adab, apalagi ketika bergaul dengan lawan jenis harus tetap tahu batasan.


Tak usah sungkan meminta bantuan orang lain

Mungkin ada teman, tetangga ataupun saudara yang berkenan membantu mengusahakan jodoh, kenapa tidak? Katakan saja kriteria yang dicari bagaimana secara gamblang agar tidak menimbulkan kebingungan atau kecewa di belakang.


Sudahkah pernah mencoba tips di atas?

Kalau belum, semangat mencoba para singlelillah.

Jumat, 21 Juni 2024

Makan Makanan yang Mengandung Kenangan Masa Lalu. Apa Saja, ya?

 


Kenangan masa lampau memang sulit untuk dilupakan. Ya, walaupun tidak ada niat mengingat, tetapi ada saja momen tiba-tiba teringat. Iya, kan?


Salah satu penyebab aku tiba-tiba kembali ke masa lalu adalah ketika sedang makan makanan tertentu. Ada beberapa makanan yang mengandung cerita tak terlupakan hingga kini. Hayo, apa saja, ya kira-kira?


Berikut 3 makanan yang selalu mengingatkanku pada masa lalu:


Jajanan Tradisional 

Kalau sekarang makan jajanan tradisional yang namanya cenil, kicak, gatot, dan getuk pasti teringat kebiasaan ibu dan penjual makanan tersebut di pasar. Dulu, saat masih duduk di bangku SD, setiap hari Minggu pagi selalu ikut ibu ke pasar tradisional. Demi mendapat jatah jajan pasar. 


Setelah ikut keliling ke tukang sayur dan bahan masakan lainnya, lalu berakhir belok ke seorang penjual jajanan tradisional. Mbah Sokinah nama aslinya, tetapi dulu punya panggilan khusus dari kami. Hmm … agak rasis, tetapi itu panggilan hanya ibu dan aku yang tahu. Kami kadang menyebutnya mbokde ireng. Psst … jangan ada yang tertawa kalau tahu artinya.


Mbokde Ireng orang yang baik. Sembari menunggu dia membungkus, aku selalu disodori salah satu jajannya untuk di makan di situ. Kadang diberi getuk sepotong atau ireng-ireng. Mungkin tujuannya agar aku tidak bosan dan rewel ketika menunggu antrean. 


Ya, benar saja aku yang doyan makan ini anteng menunggu sampai selesai acara bungkus membungkusnya.


Es Tebu

Sudah beberapa tahun ini ramai sekali di pinggir jalan orang-orang berjualan es tebu. Tebu digiling menggunakan mesin agar terpisah air dan ampasnya. Setelah itu, dipindahkan ke kantong plastik yang diisi es batu kemudian barulah sari tebu dimasukkan. 


Nah, kalau melihat orang jualan es tebu ini aku langsung teringat dulu zaman masih kecil suka sekali makan tebu bersama teman-teman sekitar rumah. Dapat tebu lonjoran dari meminta kepada truk-truk pengangkut yang lewat jalan raya belakang rumah atau minta ke tetangga yang menanam. 


Setelah dapat tebunya, kadang kami kupas menggunakan pisau, kadang juga dikupas memakai gigi masing-masing. Setelah itu, ya, dikunyah kuat-kuat untuk memeras air dari ampasnya. Wah, kalau sudah menikmati tebu bersama teman-teman rasanya sudah tidak ada kenikmatan lain yang bisa menggantikan. Karena tidak setiap hari bisa mendapatkan tebu tersebut.


Cilot Pak Lan

Cilot legend yang menjadi favorit sebagian besar siswa SMAN 1 Blitar dan juga masyarakat Blitar sampai kini. Dulu, saat masih masa SMA aku bukan orang yang suka dengan jajanan ini. Karena ibu memang menghindarkanku dari jajanan sejenis cilot. Beliau khawatir dengan kesehatanku karena melihat saus yang dipakai.


Kalau tidak salah ketika SMA kelas 2, ada seorang teman yang memaksaku agar mencicipi cilot tersebut. Berkali-kali dia membujuk untuk mencicipi, berkali-kali lula kutolak.


Namun, entah kenapa ketika temanku itu tidak sedang dalam mode membujuk, malah aku yang tertarik mencicipi punyanya. Sekali mencoba, eh, kok enak ternyata. Maka setelah itu hampir setiap hari aku membeli cilot Pak Lan itu tanpa saus. 

Apakah ini namanya karma?

Entahlah.


Nah, pengalaman kalian sendiri bagaimana? Adakah makanan yang mengandung kenangan masa lalu?

Cerita, yuk.



Review Buku

Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1

  Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1 Poster Drakor Gyeongseong Creature Sumber: google.com   Cerita Singkat Gyeon...