Jumat, 21 Juni 2024

Makan Makanan yang Mengandung Kenangan Masa Lalu. Apa Saja, ya?

 


Kenangan masa lampau memang sulit untuk dilupakan. Ya, walaupun tidak ada niat mengingat, tetapi ada saja momen tiba-tiba teringat. Iya, kan?


Salah satu penyebab aku tiba-tiba kembali ke masa lalu adalah ketika sedang makan makanan tertentu. Ada beberapa makanan yang mengandung cerita tak terlupakan hingga kini. Hayo, apa saja, ya kira-kira?


Berikut 3 makanan yang selalu mengingatkanku pada masa lalu:


Jajanan Tradisional 

Kalau sekarang makan jajanan tradisional yang namanya cenil, kicak, gatot, dan getuk pasti teringat kebiasaan ibu dan penjual makanan tersebut di pasar. Dulu, saat masih duduk di bangku SD, setiap hari Minggu pagi selalu ikut ibu ke pasar tradisional. Demi mendapat jatah jajan pasar. 


Setelah ikut keliling ke tukang sayur dan bahan masakan lainnya, lalu berakhir belok ke seorang penjual jajanan tradisional. Mbah Sokinah nama aslinya, tetapi dulu punya panggilan khusus dari kami. Hmm … agak rasis, tetapi itu panggilan hanya ibu dan aku yang tahu. Kami kadang menyebutnya mbokde ireng. Psst … jangan ada yang tertawa kalau tahu artinya.


Mbokde Ireng orang yang baik. Sembari menunggu dia membungkus, aku selalu disodori salah satu jajannya untuk di makan di situ. Kadang diberi getuk sepotong atau ireng-ireng. Mungkin tujuannya agar aku tidak bosan dan rewel ketika menunggu antrean. 


Ya, benar saja aku yang doyan makan ini anteng menunggu sampai selesai acara bungkus membungkusnya.


Es Tebu

Sudah beberapa tahun ini ramai sekali di pinggir jalan orang-orang berjualan es tebu. Tebu digiling menggunakan mesin agar terpisah air dan ampasnya. Setelah itu, dipindahkan ke kantong plastik yang diisi es batu kemudian barulah sari tebu dimasukkan. 


Nah, kalau melihat orang jualan es tebu ini aku langsung teringat dulu zaman masih kecil suka sekali makan tebu bersama teman-teman sekitar rumah. Dapat tebu lonjoran dari meminta kepada truk-truk pengangkut yang lewat jalan raya belakang rumah atau minta ke tetangga yang menanam. 


Setelah dapat tebunya, kadang kami kupas menggunakan pisau, kadang juga dikupas memakai gigi masing-masing. Setelah itu, ya, dikunyah kuat-kuat untuk memeras air dari ampasnya. Wah, kalau sudah menikmati tebu bersama teman-teman rasanya sudah tidak ada kenikmatan lain yang bisa menggantikan. Karena tidak setiap hari bisa mendapatkan tebu tersebut.


Cilot Pak Lan

Cilot legend yang menjadi favorit sebagian besar siswa SMAN 1 Blitar dan juga masyarakat Blitar sampai kini. Dulu, saat masih masa SMA aku bukan orang yang suka dengan jajanan ini. Karena ibu memang menghindarkanku dari jajanan sejenis cilot. Beliau khawatir dengan kesehatanku karena melihat saus yang dipakai.


Kalau tidak salah ketika SMA kelas 2, ada seorang teman yang memaksaku agar mencicipi cilot tersebut. Berkali-kali dia membujuk untuk mencicipi, berkali-kali lula kutolak.


Namun, entah kenapa ketika temanku itu tidak sedang dalam mode membujuk, malah aku yang tertarik mencicipi punyanya. Sekali mencoba, eh, kok enak ternyata. Maka setelah itu hampir setiap hari aku membeli cilot Pak Lan itu tanpa saus. 

Apakah ini namanya karma?

Entahlah.


Nah, pengalaman kalian sendiri bagaimana? Adakah makanan yang mengandung kenangan masa lalu?

Cerita, yuk.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Buku

Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1

  Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1 Poster Drakor Gyeongseong Creature Sumber: google.com   Cerita Singkat Gyeon...