Jumat, 05 Juli 2024

Tips Membangun Kepercayaan Diri yang Wajib Dicoba

 


Bagi sebagian orang percaya diri itu mahal sampai-sampai sulit untuk dimiliki. Krisis kepercayaan diri itu dipicu oleh banyak hal, misalnya saja karena terlalu sering disalahkan, merasa tidak didengar dan tidak dihargai, mendapatkan label yang negatif dari orang sekitar, dan lain sebagainya.


Namun, ternyata tidak selamanya kepercayaan diri itu akan terus bersembunyi. Menurut pengalaman pribadiku, kita bisa melatihnya. Ya, pasti butuh waktu yang tidak singkat, tetapi kalau memang kita mau berusaha, bisa-bisa saja.


Lalu, bagaimana caranya? 


Berikut beberapa tips untuk membangun kepercayaan diri ala aku

  1. Kenali Diri

Poin ini adalah awal dari langkah untuk membangun kepercayaan diri kita. Mengenali diri punya makna yang mendalam sebenarnya. Bukan hanya tahu tentang hobi kita, makanan favorit, ataupun warna kesukaan. 


Penting untuk kita mengetahui kelebihan dan keunikan diri agar tahu bahwa kita bukan butiran debu. Kita adalah berlian yang mungkin saat ini belum terlihat kilaunya karena masih perlu diasah.


Mengetahui kelemahan diri pun juga perlu, bukan untuk meratapi atau menjelekkan diri sendiri, tetapi sebagai pengingat agar tidak sombong.


Temukan juga apa yang membuat kita bahagia, apa yang membuat kita emosi, dan apa, sih aktivitas yang paling kita sukai. 


  1. Fokus pada Kelebihan

Setelah tahu apa kelebihan dan keunikan yang kita punyai, kita harus fokus pada hal ini. Tuhan menciptakan setiap manusia itu memiliki kelebihan masing-masing, maka kita harus menghargainya. 


Dengan cara apa?

Ya, fokus saja mengembangkan kelebihan kita. Misalkan kelebihan kita adalah pandai merangkai kata, terus berlatih dan belajar menulis agar jam terbang semakin banyak. 


Kalau kelebihan kita adalah senang berbicara, ya latihlah terus sampai kita menjadi ahli. Kalau sudah ahli, pasti akan percaya diri berbicara di depan umum.


  1. Cari Lingkungan yang Positif

Lingkungan memang salah satu hal yang sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Ada sebuah hadits yang mengatakan bahwa ketika kita dekat dengan penjual minyak wangi, maka bau kita juga akan ikut wangi. Sebaliknya, jika kita berada bersama tukang pandai besi, maka kalau tidak hangus pakaian atau badan yang berbau. 


Maka dari itu, mencari lingkungan yang baik dan positif adalah suatu hal yang amat penting. Lingkungan yang selalu memberikan dukungan dalam hal kebaikan ini akan mempengaruhi tingkat kepercayaan diri kita juga, loh.


  1. Afirmasi Positif

Seberapa besar pengaruh afirmasi positif? 

Kalau menurutku, sangat besar. Jika afirmasi positif itu kita ulang-ulang, maka pelan-pelan akan masuk dan menancap di alam bawah sadar kita sehingga secara tidak sadar itulah yang akan kita lakukan.


Misalnya, kita sedang tidak percaya diri karena merasa postur tubuh yang mungil. Maka cobalah memberi afirmasi sesering mungkin dengan kalimat, “aku mungil, aku tampak lebih muda daripada usiaku, dan aku tidak akan kesulitan untuk masuk mobil.”


Nah, coba rasakan bagaimana respon tubuh setelah afirmasi positif itu dilakukan.


  1. Jangan Terlalu Mendengarkan Orang Lain

Untuk sebagian orang hal ini memang sulit, tetapi belajarlah untuk terkadang merasa bodo amat. Tidak usah semua yang dikatakan orang lain dimasukkan ke hati lalu menjadi beban pikiran kita sampai memengaruhi kepercayaan diri sendiri.


Kadang orang lain mengatakan sesuatu bukan melihat dari kacamata kita, tetapi dari sudut pandang mereka pribadi. Padahal ada banyak perbedaan diantara kita dan mereka. Jadi, berikan batasan kapan waktunya kita mendengarkan orang lain, kapan waktunya kita bersikap bodo amat.


  1. Kuasai Bidang yang Kita Sukai

Beberapa waktu yang lalu aku mendengarkan kajian dari dr. Aisyah Dahlan. Beliau mengatakan bahwa kita sebenarnya punya beberapa bakat. Namun, bakat di urutan nomor 1 sampai 3 yang jika dilatih terus akan melejit di waktu yang tidak terlalu lama. 


Jadi, itulah pentingnya kita mengenali diri dan mengetahui kelebihan kita. Supaya tahu apa bidang yang sesuai bakat kita, kemudian bisa belajar sampai menguasai bidang tersebut. Pada akhirnya potensi kita akan melejit sesuai dengan bakat yang kita miliki.


  1. Jangan Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain

Yakinilah kita ini dilahirkan dengan segala perbedaan dan keunikan masing-masing. Jadi, tidak patut untuk dibandingkan dengan orang lain. 


Bandingkanlah diri sendiri saat ini dengan beberapa waktu yang lalu saja. Tujuannya agar kita tahu seberapa berkembangnya kita atau adakah kemunduran dalam hal-hal tertentu yang kita alami.


Ingatlah bahwa rumput tetangga tidak selalu lebih hijau dibanding rumput kita sendiri.



Untuk kalian yang sedang berjuang untuk membangun kepercayaan diri, jangan ragu untuk mencoba tips ini. Semoga sukses.

4 Rekomendasi Cemilan Anti Ribet untuk Membuatnya



Ada yang suka ngemil seperti aku dan anak-anakku? Yuk, kita kumpul di sini buat berbagi resep cemilan yang anti ribet-ribet club untuk membuatnya.


Daripada terus menerus beli jajanan di warung yang banyak mengandung pengawet, MSG berlebihan, pemanis buatan, dan bahan-bahan lain yang kurang baik untuk tubuh lebih baik buat sendiri, dong. Apalagi buatan ibu pakai bumbu cinta buat anak-anak dan pasangannya pasti lebih enak rasanya.


Berikut 4 resep cemilan anti ribet 


  1. Salad Jelly


Sumber: pinterest/fokusmuria


Cemilan yang satu ini paling cepat habisnya kalau aku bikin di rumah. Apalagi dibuat saat cuaca sedang terik, pasti habis dalam sekejap. Syukurny cara buatnya simple dan cepat, jadi tidak terlalu butuh mengeluarkan tenaga.


Cara membuatnya:

  • Siapkan beberapa bungkus bubuk jelly atau agar-agar. Bisa juga dicampur jelly dan agar-agar supaya teksturnya lebih kokoh. Aku biasanya pakai merk nutrijell dan agar-agar sriti. Kalau untuk rasanya, menurutku yang paling cocok adalah rasa buah-buahan

  • Masak sampai matang lalu dinginkan sampai benar-benar bisa diiris dengan bentuk sesuai selesa. Kalau kalian punya cetakan jelly ball bisa juga dipakai. Malah tidak perlu diiris lagi

  • Siapkan saus saladnya dengan bahan mayonaise, susu kental manis, jeruk nipis atau lemon. Untuk kalian yang kurang suka mayonaise, bisa juga diganti dengan yoghurt rasa ataupun plain. 


Kalau pakai yoghurt, tidak perlu lagi diberi perasan jeruk nipis karena asamnya sudah pas menurutku. Namun, kembali lagi sesuakani dengan selera masing-masing, ya. Jadi, cek rasa dulu sebelum dihidangkan untuk keluarga.

  • Kalau suka keju, boleh diberi topping keju juga agar rasanya tambah lengkap. Ada manis, asam, dan gurihnya.


  1. Lumpia Pisang/Pisang Coklat


Sumber: pinterest/onlyroses_vas


Cemilan ini sebenarnya cara buatnya juga simple, tapi agak butuh ketelatenan untuk melipat kulitnya dan mengatur banyaknya isian supaya tidak meluber.


Berikut cara membuatnya:

  • Siapkan pisang yang sudah matang pastinya. Bisa pakai pisang kepok, raja nangka, atau pisang kepok gandul. Bisa disesuaikan dengan pisang yang ada di daerah masing-masing asalkan pisang yang cocok untuk dimasak. 


Iris dadu kecil-kecil, lalu rendam sebentar dengan air garam agar tidak berubah coklat warnanya. 

  • Pindahkan pisang ke wajan. Beri gula dan bubuk kayu manis, lalu masak sampai pisang matang. Tidak butuh waktu terlalu lama untuk memasaknya. Jangan lupa diaduk-aduk agar gula dan kayu manis tercampur rata.

  • Setelah matang, biarkan dulu sampai dingin. 

  • Sembari menunggu pisang dingin, siapkan kulit lumpianya dulu. Siapkan juga alas untuk menggulung lumpia pisangnya dan juga wadah untuk meletakkan yang sudah digulung.

  • Setelah pisang dingin, ambil kulit lumpia di atas alas yang telah disiapkan tadi. Beri pisang yang sudah diolah tadi kira-kira satu sendok makan. Lipat seperti bentuk amplop atau seperti lumpia sayur seperti biasa sampai bahan yang habis.

  • Setelah semua sudah terbungkus rapi, proses selanjutnya adalah goreng lumpianya sampai kecoklatan. Gunakan api sedang saja agar tidak gosong.


  1. Tape Gulung


Sumber: pinterest/Delish Kitchen


Sebenarnya cemilan ini adalah modifikasi dari lumpia pisang. Pisang digantikan oleh tape singkong. Jajanan ini juga bisa diperoleh di penjual gorengan sebenarnya. Namun, akan lebih puas jika bisa membuat sendiri dengan kreasi sendiri, kan. Jadi, yuk coba buat sendiri.


  • Siapkan kulit lumpia dan tape singkong yang sudah matang merata, ya biar mudah dihancurkan.

  • Hancurkan tape singkong sampai lembut, beri susu kental manis lalu aduk hingga tercampur rata semua.

  • Siapkan kulit lumpia di atas alas bersih. Letakkan tape yang sudah dihaluskan di atasnya, bisa diberi topping keju atau coklat parut. 

  • Gulung kecil sampai ujung kulit lumpia lalu rekatkan dengan air atau campuran tepung terigu dan air. Kalau yang lebih cepat merekat, pakai campuran terigu dan air saja. Gulung sampai bahan habis.

  • Setelah semua tergulung rapi, goreng di api sedang agar tidak gosong.

  • Kalau sudah kecoklatan segera angkat dan tiriskan minyaknya. Lalu tata di piring dan siap disajikan.


  1. Apel Pastry


Sumber: pinterest/Delish


Cara membuatnya hampir mirip dengan lumpia pisang sebenarnya, hanya saja kali ini memakai apel sebagai isiannya. Kulitnya pun juga menggunakan pastry yang dibeli di toko bahan kue. 


Berikut cara membuatnya:

  • Siapkan pastry yang sudah dibeli dan dikeluarkan dari freezer

  • Potong menjadi bentuk persegi atau segitiga, lalu diamkan dulu

  • Potong kecil-kecil apel hijau yang sudah dicuci dan dikupas kulitnya. Rendam ke air garam dulu sebentar agar tidak berubah warna menjadi coklat

  • Setelah ditiraskan dari air garam, letakkan di wajan, lalu beri gula dan bubuk kayu manis. Nyalakan kompor, setelah wajan panas lalu aduk-aduk hingga tercampur rata dan matang apelnya. Bisa diberi sedikit perasan jeruk nipis atau lemon agar rasanya lebih segar.

  • Setelah apel dingin, siapkan pastry yang telah dipotong tadi. Letakkan satu sendok makan apel di atas pastry, lalu bungkus hingga rapat. Ulangi sampai bahan habis semua

  • Tata di atas loyang atau panci air fryer, olesi pastry menggunakan kuning telur yang sudah dikocok. Setelah selesai, panggang sampai kulit pastry berwarna kecoklatan

  • Setelah matang, apel pastry siap dihidangkan untuk keluarga tercinta.


Adakah yang sudah pernah membuat cemilan di atas?

Kalau belum, boleh dicoba dengan takaran kira-kira, sesuai selera masing-masing saja, ya. Selamat mencoba.





Rabu, 03 Juli 2024

Sehari Menikmati Dinginnya Telaga Sarangan

Sumber: wisatadanbudaya.magetan.go.id

 

Telaga Sarangan, tempat wisata yang sudah tidak asing di telingaku, tetapi belum pernah sekalipun mengunjunginya. Namun, hari ini akhirnya Allah beri rezeki untuk menikmati hawa dingin di Telaga Sarangan.


Tempat wisata ini terletak di Kabupaten Magetan sehingga butuh waktu kurang lebih selama 5 jam perjalanan dari Kota Blitar. Kami berangkat pukul 03.30 dini hari menggunakan mobil pribadi lewat jalur selatan. 


Berangkat sebelum subuh, membuat kami harus mampir ke masjid untuk menunaikan salat subuh di Kabupaten Trenggalek tepat ketika jam menunjukkan angka pukul 05.00. Setelah sekitar 30 menit, kamipun melanjutkan perjalanan kembali.


Sepanjang perjalanan, mobil melaju tidak terlalu cepat, tetapi juga tidak lambat. Melewati jalanan yang belum terlalu ramai karena masih pagi, melewati beberapa perbatasan kabupaten, jalanan yang berkelok, dan tanjakan yang tidak terlalu banyak. Sekitar pukul 09.00 kami sampai di Telaga Sarangan yang ternyata sudah lumayan ramai pengunjung.





Sampai di gerbang masuk, kami disambut oleh petugas yang berjaga di loket pembelian tiket. Terpampang list harga tiket masuk untuk dewasa sebesar Rp 20.000 dan anak-anak sebesar Rp 10.000 sudah beserta pajaknya Rp 1000.


Setelah membayar tiket, mobil diizinkan untuk masuk dan mencari tempat parkir tentunya. Nah, dari sinilah perjuangan dimulai. Kami harus berjalan lumayan panjang untuk mencapai lokasi Telaga berada. Tidak hanya panjang, jalannya pun sedikit menanjak. Jadi, bisa dipertimbangkan kalau mengajak lansia ke sana.


Disepanjang perjalanan kami disambut oleh deretan penjual sayur yang warnanya sangat menggoda mata. Ada sayur brokoli, kembang kol, tomat, sawi, dan kawan-kawannya. Kalau ada sayur, sudah pasti ada jajaran bumbu-bumbu yang ditawarkan juga. Wah, sungguh menggoda, bahkan lebih menggoda ketimbang deretan snack yang dipamerkan oleh para penjual yang kami temukan ketika sudah semakin mendekati lokasi telaga.





Tidak hanya ada yang menggoda mata, ada pula yang menggoda hidung disepanjang jalan. Hayo, apa kira-kira? 

Bau kotoran kuda yang lalu lalang disewakan kepada para pengunjung. Hmmm … sungguh sensasi yang tak terduga sebelumnya walaupun tidak parah, sih baunya.


Nah, untuk menyewa kuda kita harus mengeluarkan uang sebesar Rp 80.000. Mahal, ya? Aku rasa tidak juga kalau melihat seberapa panjang rute perjalanannya. Apalagi pendampingnya juga ikut jalan memutari telaga. Wah, betapa kuat kaki bapak-bapak itu.


Lalu, apalagi yang bisa dinikmati di sana?

Selain air telaga dan kuda, kita bisa menyewa speed boat ataupun perahu bebek, loh. Tarif speed boat lumayan, sih menurutku. Sekali putaran tarifnya Rp 80.000, dua kali putaran harus menyiapkan Rp 150.000, dan kalau tiga kali putaran harus mengeluarkan Rp 200. 000. 


Untuk perahu bebek, tidak terlalu menguras kantong sebenarnya. Hanya dengan Rp 50.000 sudah bisa menaikinya. Perahu bebek ini sangat cocok bagi pengunjung yang tidak bernyali dibawa kebut-kebutan. Kalau yang punya nyali besar bisa dicoba menyewa speed boat saja. Uji nyali sambil meluapkan emosi karena bisa sambil teriak-teriak ketika dibawa ngebut oleh sopirnya.


Selama di sana ada satu kuliner yang menjadi perhatian utamaku, yaitu sate kelinci. Hampir setiap satu meter ada penjual sate kelinci dan ayam, mulai dari yang masih muda, bapak-bapak, hingga ibu-ibu. Harga per 12 tusuk untuk sate kelinci adalah Rp 15.000, kalau tambah dengan lontong menjadi Rp 20.000 jika tidak salah dengar.


Sebenarnya penasaran dengan rasa sate kelinci, tetapi aku tidak berani membelinya karena teringat dengan imutnya si kelinci ketika masih hidup. Huhh … jadilah penasaran ini kubawa pulang saja.


Tidak dapat sate kelinci, strawberry pun jadi. Ya, setelah menimbang-nimbang untuk membeli sate kelinci dan berakhir tetap tidak tega. Akhirnya aku memilih untuk membeli strawberry yang ukurannya lumayan besar karena tidak pernah kutemui di Blitar. Awalnya dibanderol dengan harga Rp 25.000 per 250 gram. Namun, setelah tawar menawar yang tidak alot oleh penjual diberikan sedikit potongan menjadi Rp 65.000 mendapat 3 pak dengan berat masing-masing 250 gram. Alhamdulillah, ya rezeki.


Kalau diingat-ingat dan dibandingkan, harga makanan dan jajanan di sana sebenarnya tidak jauh berbeda dengan di Blitar. Mungkin hanya terpaut sekitar Rp 2000 saja. Tidak terlalu mahal bukan?


Semoga bisa menjadi rekomendasi tempat berlibur bersama keluarga di saat masih masa-masa liburan sekolah ini. Tidak perlu bingung mencari tempat menginap kalau ke sana. Di sepanjang jalan menuju telaga banyak berjajar hotel dan villa yang bisa disewa. Tinggal mencari tahu harganya saja karena aku tidak menginap di sana, jadi tidak bisa memberikan informasi tentang penginapan.


Semoga bermanfaat buat kalian yang sedang mencari tempat berlibur.



Selasa, 02 Juli 2024

Kehabisan Ide untuk Menulis? Yuk, Coba Cari Ide dari Sini


Sudah sejak tahun 2020 dulu aku banyak bergabung ke komunitas-komunitas menulis. Entah saat ada event saja ataupun menjadi anggota tetap. Seringkali mendapati ada sesama anggota yang punya keluhan yang sama denganku, yaitu tentang sulitnya mencari ide menulis. 


Fakta yang kudapati setelah malang melintang di beberapa komunitas menulis, ternyata bukan hanya penulis pemula yang punya masalah tersebut. Penulis yang sudah menjadi mentor dengan karya yang banyak penggemarnya pun kadang mengalami buntu ide alias writer block istilah kerennya.


Dari beberapa teman penulis, para mentor, serta pengalaman pribadiku, sebenarnya tidak begitu sulit menemukan ide menulis. Hanya saja mau atau tidak mencarinya.


Nah, berikut beberapa tempat untuk menemukan ide menulis:

  1. Galeri  gawai

Jangan sepelekan isi galeri gawai kita. Buat yang suka jeprat-jepret itu harta karun banget untuk membuat konten. 


Lha, kalau yang kurang suka foto-foto seperti aku agak repot, sih sebenarnya. Namun, kalau sudah tertanam di alam bawah sadar bahwa kita butuh konten untuk blog, ya secara otomatis akan tiba-tiba mengeluarkan gawai untuk mengabadikan tempat menarik yang kita kunjungi. 


Nah, dari galeri gawai itulah kadang aku menemukan berbagai ide menulis untuk beberapa hari. Entah itu dalam bentuk tips atau ulasan tempat wisata.


  1. Tempat main atau tempat wisata

Coba, deh kalau sedang mengalami writer block, keluar dari rumah untuk jalan-jalan. Tidak perlu ke tempat yang jauh dari rumah atau tempat wisata mahal. Bisa jadi pergi ke taman kota melihat kondisi taman atau mengamati orang yang sedang di sana akan muncul ide untuk menulis.


Bisa juga sambil bersepeda motor pelan-pelan mengamati apa saja yang ada di jalanan saat itu. Lalu, muncullah ide menulis untuk hari itu dan hari-hari berikutnya.


  1. Memori otak

Layaknya PC atau laptop, otak kita juga mampu menyimpan banyak kenangan, mulai dari kenangan pahit sampai kenangan yang membahagiakan.


Aku cukup sering mencari ide menulis dengan mengorek-ngorek memori otak. Memori tentang kejadian manapun yang bisa kuambil hikmanya atau kujadikan sebagai tips yang bermanfaat bagi para pembaca.


Cara ini lumayan sederhana, kan? Tidak perlu ke luar rumah, tidak perlu mengeluarkan uang. Hanya perlu waktu sejenak untuk fokus membongkar tumpukan kenangan.


  1. Buku yang dibaca

Ini dia cara yang juga sering kugunakan ketika writer block melanda. Kubaca-baca judul buku mana yang menarik untuk diulas. Kalau buku itu sudah lama selesai dibaca, maka harus mengingat tentang isi buku lebih dulu sebelum mengulas. Jadilah buka-buka, baca lagi secara cepat.


  1. Berita di media sosial

Saat ini, media sosial sudah berkembang pesat. Isinya dari berita penting, berita yang sesuai fakta, hingga berita-berita yang hanya mencari sensasi saja.


Dari berita-berita yang sedang viral tersebut bisa juga, loh untuk dijadikan ide menulis. Caranya, cari dan baca berita yang serupa dari berbagai sumber. Kemudian tarik kesimpulan, tulis opini pribadi tentang berita tersebut atau bisa juga melahirkan ide menulis tentang pelajaran yang bisa dipetik.


  1. Cerita tetangga atau teman

Untuk kalian yang suka berkumpul dengan teman atau tetangga, pasti akan gampang menemukan info terbaru. Entah soal tetangga sebelah atau berita artis atau film terbaru yang sedang tayang. 


Bisa juga pembicaraan adu nasib sesama teman atau tetangga yang kita ambil benang merahnya atau ambil pelajaran yang bisa kita bagikan. Jadi, deh ide menulis untuk mengisi blog kita.


Sebenarnya ide menulis itu bisa datang dari mana saja. Seperti rezeki yang kerap kali datang dari arah manapun.


Hanya saja kadang kita yang kurang peka atau memang sedang dibelenggu oleh rasa malas. Maka dari itu, kita harus menajamkan indra yang kita miliki. Tajamkan penglihatan dan pendengaran kita agar ide cepat tertangkap oleh radar kita.


Selamat mencoba buat kalian yang sedang mengalami writer block.

Njajan di Taman Djadjan Aliza. Banyak Pilihan Kuliner, Dijamin Kenyang




Malam ini, kali kedua mengunjungi tempat wisata kuliner yang belum lama ini dibuka. “Taman Djadjan Aliza” namanya. Kalau tidak salah menebak, tempat kuliner ini didirikan oleh komunitas TDA (Tangan di Atas). 


Tempat ini berlokasi di jl. A. Yani 115, persis di depan SMAN 1 Blitar. Baru pada 1 Juni 2024 kemarin tempat ini resmi dibuka dengan jam operasional mulai pukul 10.00-22.00wib. Walaupun berada di jalan raya yang ramai lalu lalang kendaraan, tapi tempat ini tetap nyaman untuk menghabiskan waktu bersama keluarga ataupun teman.


Konsep tempat yang dibuat layaknya kafe outdoor, dengan tatanan yang estetik, dan tersedianya sarana bermain anak membuat betah para pengunjung untuk berlama-lama di sini. Buktinya semalam aku melihat pemandangan yang menarik, seorang ibu muda dengan telatennya menyuapi si anak yang tidak bisa diam memutari mini playground sambil makan. Ya, mungkin ada kurang lebih satu jam seperti itu terus sampai selesai makan lalu barulah mereka pulang.




Di tempat ini, kalau tidak salah hitung ada sekitar 8-10 booth yang tersedia. Mulai dari makanan berat seperti nasi lalapan, ayam bakar, bakso, pempek, roti-rotian, dan lain-lain. Jajanan yang tergolong makanan lumayan ringan pun ada, seperti gorengan, seblak, wonton, sate taican, kentang goreng, dan masih banyak lagi. Nah, kalau untuk minuman, ada minuman dingin serta hangat. Mmm … sepertinya masih banyak yang belum kusebutkan karena memang tidak hafal.


Berbeda dengan tempat-tempat kuliner lainnya, di Taman Djadjan Aliza ini tidak dipungut biaya parkir kendaraan. Lumayanlah, ya hemat Rp 2000 bagi pengendara motor dan hemat Rp 3000 untuk yang membawa mobil.


Tempat parkirnya memang tidak terlalu luas untuk sepeda motor, tetapi tetap bisa berjajar rapi karena ada yang bertugas merapikan. Parkir sepeda motor terletak di halaman depan taman, sedangkan parkir mobil ada di belakang lokasi sehingga tidak memenuhi bahu jalan jika sedang ramai pengunjung.


Ketika semalam di tempat ini agak lama, setelah kuperhatikan dengan saksama rupanya semua penjual di sini terlihat masih muda-muda. Terlihat juga mereka sudah punya pembagian kerja sendiri yang sudah jelas. 




Untuk penjual, ya tugasnya melayani pelanggan yang membeli produknya. Ada yang sekaligus mengantar ke meja pelanggan juga, sih, tapi ada juga yang tidak. Untuk yang tidak diantar oleh penjualnya, terlihat ada sendiri orang yang mengantar ke meja pelanggan atau pelanggan yang mengambil pesanan.


Nah, ketika ada pengunjung yang sudah selesai dan pulang, akan ada orang-orang tertentu yang membersihkan meja-mejanya. Selain membersihkan meja, mereka juga harus mengembalikan wadah-wadah makanan ke pemiliknya masing-masing. Tertata rapi sekali pembagian kerjanya walaupun ini tempat kuliner baru.


Tentang fasilitas yang lain, jangan khawatir, ada, kok. Sudah tersedia kamar mandi yang terlihat masih bersih luar dan dalamnya.

Kerennya lagi, ternyata disediakan juga musala yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. 


Kalau tangan kita kotor setelah dipakai makan, tidak perlu bingung mencari tempat cuci tangan. Sudah disediakan wastafel juga di dekat toilet.


Namun, sayang tempat yang berpotensi ramai dikunjungi kedepannya ini, masih kurang tempat duduknya. Ya, semoga nanti seiring dengan semakin dikenalnya tempat ini, akan ada penambahan tempat duduk dan perluasan lokasi. 


Menurutku ada yang kurang lagi, yaitu untuk penjaja minuman yang hanya ada di satu booth saja dengan variasi yang sudah cukup banyak, sih. Namun, kalau sering ke sana rasanya jadi masih kurang variannya. Semoga ke depannya akan ada variasi baru lagi.




Info selanjutnya yang paling ditunggu-tunggu kalau ada review tempat kuliner atau review makanan pasti tentang harga. Hmmm … tentang harga masih dalam batas wajar, kok. Ada harga, ada rasa. Untuk makanan kalau aku tidak salah ingat harganya mulai dari Rp 5.000 sampai belasan ribu. Sedangkan untuk minuman berkisar antara Rp 10.000 sampai Rp 15.000. Hanya air mineral yang ada manis-manisnya yang harganya dibawah Rp 5.000.


Soal rasa makanan dan minuman, aku rasa sesuai dengan harganya. Enak, kok. Namun, yang menjadi favorit anak-anak sepertinya bakso Cak Tam dan pempek Pak Ndan yang cukonya pas sekali di lidah. Masih banyak yang belum dicoba, jadi belum berani mengambil kesimpulan mana yang benar-benar menjadi favorit.


Bagaimana? Semakin penasaran main ke Taman Djadjan Aliza?

Untuk warga Blitar, segera saja meluncur bersama yang tersayang.



Review Buku

Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1

  Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1 Poster Drakor Gyeongseong Creature Sumber: google.com   Cerita Singkat Gyeon...