Minggu, 27 Februari 2022

Tahap Ulat Pekan 5 - Yuk, Kita Camping


Tahap Ulat Pekan 5 - Yuk, Kita Camping


Camping yuk. Salah satu aktivitas yang selalu saya tunggu-tunggu. Biasanya sebulan sekali sih diajak camping ke hutan wisata. Namun, pekan ini campingnya berbeda. Camping bersama para ulat unyu yang ada di kelas bunda cekatan.


Camping bersama ulat unyu hampir sama dengan camping di dunia nyata saya. Harus memaksakan diri berbaur dan berkenalan dengan teman-teman baru. Bedanya, di camping ground para ulat harus mencatat siapa teman barunya itu dan sedikit mencari tahu tentang apel kesukaan mereka.








Selain bersenang-senang bersama teman baru, tugas utama ulat masih tetap sama, yaitu makan lagi, makan terus. Bersyukur makanan yang ada di kebun apell ini semakin banyak jumlahnya dan semuanya bergizi tinggi. Namun, pekan ini makanan yang saya inginkan sayangnya belum ada di hutan. Akhirnya dengan senang hati sayapun mencarinya di luar hutan. Alhamdulillah ketemu. Makanannya sangat lezat dan menyehatkan.





Minggu, 20 Februari 2022

Tahap Ulat Pekan 4- Masih Melahap Makanan

 


Tahap Ulat Pekan 4- Masih Melahap Makanan


Beberapa pekan menjadi ulat unyu yang tugasnya masih tetap sama, yaitu makan dengan lahap. Sampai di pekan ke-4 ini, makanan lezat yang menggoda ada banyak sekali. Namun, harus tetap sesuai kebutuhan.


Di pekan ini, harus melahap beberapa makanan sekaligus, yaitu makanan besar serta beberapa camilan yang sesuai peta belajar. Rasanya semakin banyak melahap, bukan merasa kenyang malah semakin merasa lapar. Semakin tahu, semakin merasa bahwa diri ini masih sangat minim ilmu.


Rasanya masih banyak sekali ilmu tentang emosi dan cara mengolahnya yang belum saya tahu. Begitu juga dengan ilmu tentang self healing yang berada di peta belajar, masih sangat minim. Alhamdulillah beberapa teman yang menyajikan materi tersebut sangat membantu mencerahkan.


Berikut makananku di pekan ini beserta beberapa makanan camilan di pekan ini.










Minggu, 13 Februari 2022

Tahap Ulat Pekan 3 - Keluarga baru, panen ilmu


Tahap Ulat Pekan 3 - Keluarga baru, panen ilmu


Terharu masih bisa bertahan sampai di tahap ini. Di mana ulat sudah berada di kebun apel yang artinya tugasnya melahap makanan sebanyak-banyaknya. Namun, tetap harus tahu akan kebutuhannya. 


Masuk ke lingkungan keluarga baru yang memiliki tujuan belajar sama tentu sangat menyenangkan. Bertemu banyak teman sesama ulat yang berasal dari berbagai penjuru daerah. Berikut cerita singkatnya



Wah, benar sekali jungle of knowledge ini bisa membahayakan karena berbagai makanan lezat dihidangkan dan bisa dicicipi dengan gratis. Maka dari itu harus kuat memegang peta belajar yang sudah dibuat diawal. Lalu, harus berani mengatakan mantra yang sudah diajarkan oleh Bu Septi, "Menarik, tapi saya tidak tertarik". Yaa walaupun berat untuk mempraktikkan mantra tersebut.


Pekan ini, saya mendapat makanan utama dari go live kepala keluarga sendiri di FB grup hutan kupu cekatan mengenai kenalan dengan asal muasal emosi.






 

Minggu, 06 Februari 2022

Tahap Ulat Pekan 2 - Bergeser dari Zona Nyaman Belajar

 


Tahap Ulat Pekan 2 - Bergeser dari Zona Nyaman Belajar


Menjadi ulat kecil yang akhirnya berada di dalam jungle of knowledge itu harus hati-hati. Banyak sekali makanan bergizi yang bertebaran. Namun, tidak bisa melahap semuanya karena kalau terlalu banyak makan malah akan menjadi racun. 


Di pekan ke-2 tahap ulat ini tugas ulat kecil masih tetap sama, yaitu melahap makanan yang dibutuhkan. Hanya fokus pada makanan yang dibutuhkan. Ya, sedikit diselingi camilan tidak apa-apa asal tidak kebablasan. Pekan ini makanan yang saya butuhkan masih sama tentang manajemen emosi. 





Di pekan ini, tidak hanya melahap ilmu dari sesama ulat kecil, tapi juga harus berbagi ilmu yang saya punya dan sudah pernah dipraktikkan. Katanya, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dibagikan kepada orang lain. Sebenarnya saya masih fakir ilmu, tapi melihat kembali aktivitas suka dan bisa serta sudah saya praktikkan, maka saya memilih untuk membagikan tips cara menghafal al qur'an dengan mudah.


Ah, iya di pekan ini cara belajar dan berbagi saya sedikit bergeser dari zona nyaman. Kali ini saya belajar dan juga berbagi ilmu dengan menggunakan audio content alias podcast.


Belajar menggunakan media podcast itu lumayan  sulit buat saya karena bukan tipe belajar audio. Fokus saya gampang sekali buyar ketika mendengarkan. Jadi harus diulang kembali serta dicatat karena saya juga pelupa.


Pengalaman berbagi ilmu menggunakan podcast? Wah, tentu sangat menantang dan seru ketika proses membuat. Saya yang tidak terbiasa bicara dengan suara, walaupun tidak terlihat wajah, tetap saja diselimuti rasa gugup. Hal itu membuat saya harus berulang-ulang merekam suara sampai benar-benar berhasil,tidak ada kekeliruan mengucapkata demi kata.


Ehm ... Podcast perdana saya bisa didengarkan di link berikut ini ya teman-teman. Semoga bermanfaat.













Minggu, 30 Januari 2022

Tahap Ulat - Lahap Hanya pada Makanan yang Dibutuhkan

 



Musim sudah berganti, sehingga telur yang sudah 4 pekan  kemarin bertahan akhirnya menetas menjadi seekor ulat kecil yang masih sangat rentan.


Untuk bertahan hidup hingga nanti akhirnya menjadi kupu-kupu cantik, maka ulat membutuhkan sumber makanan yang penuh nutrisi dan harus berhati-hati ketika memilih makanannya. Terpenting lagi, harus dijaga jangan sampai makan terlalu kenyang. Jadi, harus bisa menjaga fokus.


Sesuai dengan telur jingga yang beberapa waktu lalu sudah saya buat, maka untuk pekan pertama menjadi ulat saya butuh mengunyah tentang seluk beluk emosi dari sudut pandang ilmu psikologi, kedokteran, dan agama.






Ada beberapa ilmu yang juga saya butuhkan ketika mempelajari lebih dalam tentang manajemen emosi, yaitu tentang innerchild dan self healing. Sebenarnya masih banyak ilmu lain yang saya butuhkan, tapi untuk 6 bulan ke depan rasanya cukup melahap 3 ilmu diatas dulu. 




Ternyata bukan hanya saya yang butuh mendalami tentang manajemen emosi. Beberapa teman juga mengambil topik yang sama, sehingga sumber ilmu dari mereka dapata saya jadikan sebagai referensi tambahan agar semakin matang mendalaminya.




Terakhir, di Potluckku sedikit saya bagikan ilmu apa yang sudah pernah saya dapatkan dan praktikkan, yaitu menjadi pendamping anak-anak calon penjaga kalam Allah. Semoga bisa bermanfaat.







Minggu, 23 Januari 2022

Merdeka Belajar, Belajar Merdeka - Tahap Telur (Aliran Rasa

 


Merdeka Belajar, Belajar Merdeka - Tahap Telur (Aliran Rasa)


Tidak mudah. Namun, tidak boleh menyerah. Kelas Bunda Cekatan ini tantangannya sungguh luar biasa. Tugasnya cuma satu, yaitu menyelami diri sendiri demi kebahagiaan dan kebermanfaatan diri nantinya. 


Sungguh tidak sesederhana itu. Benar adanya bahwa mengenali diri sendiri lebih sulit dibanding mengenali orang lain. Buktinya, mencari ilmu apa yang sedang sangat dibutuhkan saja harus dapat pencerahan  dulu dari teman satu grup belajar.


Biarpun tidak mudah, tapi ada rasa bahagia karena akhirnya sedikit berhasil mengenali diri setelah perenungan  panjang. Sampai-sampai membuat peta belajar sudah di hari jatuh tempo pengiriman tugas.


Semoga kedepan peta belajarku bisa membawa langkah kaki ini berjalan lurus tetap pada jalurnya walaupun godaan pasti banyak sekali. 


Peta Belajarku

 


Peta Belajarku


Yuhuuu … Sudah sampai di pekan keempat pada tahapan telur-telur. Setelah berkutat mencari telur, pekan ini akhirnya membuat peta belajar.


Apa sih peta belajar itu?

Jadi, peta belajar itu adalah teknik mengembangkan kreatifitas dan produktivitas yang dapat meningkatkan efektivitas belajar.


Bukan hal mudah untuk membuatnya. Harus menyelami jauh lebih dalam pada kebutuhan  belajar diri sendiri. Banyak godaan keterampilan dan ilmu yang juga perlu dipelajari sebenarnya. Namun, kembali lagi pada telur jingga yang dibuat pekan lalu. Ada keterampilan yang berada dikuadran penting dan mendesak, jadi itulah yang diprioritaskan untuk dipelajari terlebih dulu.


Membuat peta belajar harus jelas tujuannya agar di zona selanjutnya tidak oleng lalu berpotensi karam. Memilih ilmu pun harus ada skala prioritasnya karena satu keterampilan saja bisa membutuhkan banyak sekali ilmu. Jadi, di peta belajar kali ini saya prioritaskan belajar ilmu yang benar-benar mendesak dan mungkin menjadi dasar untuk mengembangkan keterampilan saya.


Inilah peta belajarku yang mungkin nanti akan ada revisi-revisi.





Minggu, 16 Januari 2022

Apa yang Kubutuhkan Sebenarnya





Semakin ke sini semakin jelas arah tujuan belajar di kelas bunda cekatan ini. Semakin ke sini semakin harus berpikir mendalam tentang apa yang dibutuhkan diri sendiri.


Setelah pekan lalu berpikir keras dan akhirnya mendapatkan telur-telur merah yang berisi ketrampilan-ketrampilan yang kubutuhkan untuk mendukung aktivitas yang kubisa dan suka. Pekan ini berpikir keras kembali serta menimbang ketrampilan mana yang paling-paling dibutuhkan dari semua keterampilan yang menurutku penting.


Ahha … setelah bersemedi lumayan lama, akhirnya kupilih telur merah 'manajemen emosi'. Kenapa? 


Sebenarnya sudah lama merasa butuh ilmu manajemen emosi karena merasa ku bukan orang yang pintar mengelola emosi negatif. Ketika emosi negatif sudah muncul, sering sekali anak-anak yang menjadi korban. Sedangkan  anak adalah peniru yang sangat ulung. Ya, sudah terlihat sekarang dari bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah yang lebih sering menggunakan emosi negatifnya.


Menurutku juga kalau aku bisa mengontrol emosi dengan baik, maka bisa juga melakukan aktivitas yang kusuka lainnya dengan jauh lebih baik.






Sebenarnya yang berkaitan dengan manajemen emosi ini masih lumayan asing dari jangkauanku. Namun, setelah membaca dan berpikir, untuk sementara waktu ilmu yang kubutuhkan ada 3 yang berada di telur jingga.




Aku manusia yang lemah dengan audio ini lebih suka membaca dan menandai di bagian-bagian yang menurutku penting. Namun, bukan berarti aku tidak suka mendengarkan audio. Tetap suka, tapi sering kali tiba-tiba kehilangan fokus. Jadi wajib mendengarkan berulang-ulang. Selain itu, aku juga manusia yang pelupa jadi, untuk mengingat hal penting harus membuat catatan atau ringkasan materi untuk dipelajari ulang.





Bismillah. Semoga terjaga semangatnya.



#institutibuprofesional

#hutankupucekatan

#lacakkekuatanmu

#jurnalmainteluroranye



Minggu, 09 Januari 2022

Telur Merah - Pilihan Kita Punya Latar Belakang yang Berbeda dengan Mereka

 


Setelah libur beberapa minggu perkuliahan, akhirnya sudah dimulai lagi ketahap pencarian telur merah. Wehehe … apakah itu?

Sabaar. Simak pelan-pelan.


Setelah menemukan 5 aktivitas yang kubisa dan suka, kini saatnya menelisik lebih dalam. Sungguh ternyata tidak segampang ketika mendengarkan arahan dari magika dan kunang-kunang. Harus ekstra sabar serta fokus mengamati diri sendiri.


5 aktivitas yang masuk ke kuadran bisa dan suka bisa dibaca dipostingan sebelumnya.


Butuh penguatan kepada diri sendiri bahwa ketika aku berbeda dengan kebanyakan orang, itu tidak apa-apa. Masing-masing diciptakan dengan keunikan sendiri-sendiri. Pun ketika aku ternyata melakukan kesalahan, itu hal wajar. Kesalahan bisa menjadi sebuah pelajaran berharga agar kedepan tidak akan terperosok ke kubangan yang sama.


Ditahap ini, aku harus memilah ketrampilan apa saja yang dapat mendukung kegiatan dikuadran bisa dan suka. Sebenarnya banyak ketrampilan yang aku temukan, tapi akhirnya harus sangat dipilih berdasarkan skala prioritas kebutuhan.




Setelahnya, masih harus membagi aktivitas tersebut kedalam 4 kuadran, yaitu

Penting-mendesak

Penting-tidak mendesak

Tidak penting-mendesak

Tidak penting-tidak mendesak


Nah looo … puyeng nggak tu?

Sejujurnya yaa lumayanlah. Harus banyak bertanya kepada diri sendiri. Ah, memahami diri sendiri itu enggak gampang juga ternyata.




Tahapnya belum selesai sampai di 4 kuadran dong. Masih ada satu lagi, yaitu memilih aktivitas dari kuadran tersebut menjadi telur merah yang nantinya selama 6 bulan ke depan akan dipelajari lebih dalam. Demi menemukan potensi luar biasa dari diri sendiri agar bermanfaat tidak hanya untuk diri, tapi untuk orang lain juga.







#institutibuprofesional


#hutankupucekatan


#telurmerah


#lacakkekuatanmu


#jurnalmaintelurmerah

Jumat, 10 Desember 2021

Mencari Telur Hijauku (tugas 1 kelas Bunda Cekatan)

Mencari Telur Hijauku



Dulu, sebelum menjadi bagian dari komunitas Ibu Profesional, selalu berpikir bahwa kebahagiaan anak, suami, dan orangtua itu yang utama. Kebahagiaan diri sendiri bisa diletakkan dinomor dua atau nomor sekian. Terpenting orang disekitar bahagia dulu.


Bertahun-tahun sempat berpikir bahwa apalah mimpi-mimpi besar saya dulu yang jelas tidak akan tergapai. Merasa diri sudah sangat sibuk dengan urusan rumah, apalagi urusan anak-anak sehingga tidak ada lagi waktu untuk mengejar mimpi. Jangankan mengejar, memikirkannya pun sudah tidak sanggup.


Namun, semua pemikiran itu akhirnya lenyap setelah masuk di kelas Matrikulasi beberapa tahun yang lalu. Ternyata pemikiran saya tersebut salah. Allah menciptakan makhluknya dengan segala bekal yang sangat lengkap untuk mengarungi kehidupan.


Saya sebagai ibu, adalah jantung keluarga. Jika seorang ibu bahagia dengan perannya, maka anggota keluarga akan mengikutinya. Jadi, benar sekali bahwa ibu harus bahagia dulu sebelum membahagiakan orang-orang dekatnya.


Menjadi seorang wanita yang sudah bersuami apalagi sudah mempunyai anak, memang seringkali harus memegang banyak peran. Kadang juga diwajibkan untuk bisa mengerjakan segala hal dengan sempurna hingga lupa diri ini sebenarnya punya potensi yang luar biasa sebagai jalan mewujudkan mimpi-mimpi yang sudah dirangkai sejak masih berseragam abu-abu dulu. 


Di sinilah saya berada sekarang, kelas Bunda Cekatan yang akan menuntun saya untuk mulai menggali lebih dalam tentang potensi diri. Demi mewujudkan mimpi yang sudah tertunda dan demi membahagiakan diri.


Tidak ada yang benar-benar instan di dunia ini. Menemukan potensi pun saya harus melalui beberapa proses. Merekam semua aktivitas sehari-hari sebagai seorang perempuan, istri, dan ibu. Mulai dari aktivitas setelah membuka mata hingga datang waktunya memejamkan mata kembali. Baik aktivitas yang saya sukai ataupun yang tidak saya suka. Termasuk aktivitas yang menurut saya receh atau tidak umum dilakukan oleh orang lain. 



Setelahnya, saya harus memilah semua aktivitas tersebut dan dibagi menjadi 4 kuadran. Menuliskan bagian ini, membuat saya akhirnya melirik kembali tugas ke-7 di kelas matrikulasi. Ternyata ada yang berubah pada diri saya setelah beberapa tahun berlalu. Hal yang manusiawi sekali karena keadaan juga berubah.


Empat kuadran sudah ditemukan. Namun, tugas belum berakhir. Saya harus memisahkan 5 aktivitas yang termasuk dikuadran suka dan bisa. Kemudian menjadikannya kompas strong why yang nantinya akan menuntun saya untuk benar-benar menemukan potensi yang akan menjadikan saya sebagai ibu yang produktif serta bahagia. This is it kompas strong why saya.





#institutibuprofesional

#hutankupucekatan

#telurhijau

#lacakkekuatanmu

#jurnalmaintelurhijau


Review Buku

Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1

  Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1 Poster Drakor Gyeongseong Creature Sumber: google.com   Cerita Singkat Gyeon...