Jumat, 21 Juni 2024

Ketika anak bertanya, “Negara-negara Mana Saja yang Ingin Ibu Kunjungi? Kenapa?”


Entah berapa hari yang lalu, saat sedang scrolling si Sulung membaca sebuah pertanyaan “Negara mana saja yang ingin kamu kunjungi?”. Bukan dia yang menjawab, malah pertanyaan tersebut dilontarkan padaku.


Sebenarnya mimpi keliling negara itu ada sejak masih muda dulu sampai saat ini. Apalagi sekarang lumayan sering bertemu dengan para bule yang sedang touring singgah di rumah. Wah, semakin membuncah keinginan itu. Namun, ketika tahu keindahan Indonesia tak kalah luar biasa, maka keinginan terbesarku keliling Indonesia dulu, deh suatu saat nanti.


Ya, tapi karena pertanyaannya adalah negara mana saja yang ingin kukunjungi, jadi jawab sajalah sesuai keinginan.


5 Negara yang Ingin Kukunjungi beserta Alasannya, yaitu


  1. Arab Saudi

Negara nomor wahid yang paling ingin kukunjungi adalah Arab Saudi. Mungkin bukan hanya aku, mayoritas umat muslim pasti ingin ke negara ini.


Ya, apalagi kalau bukan untuk melaksanakan ibadah umrah ataupun haji. Selain itu, memang dari dulu aku suka dengan bahasanya. Walaupun sudah belajar bertahun-tahun ketika muda sampai sekarang masih tetap belum bisa, tetapi negara ini tetap menjadi nomor satu yang ingin kukunjungi. Minimal dua kali seumur hidup.


  1. Palestina

Banyak yang menyebut bahwa negara ini adalah negara para nabi, negara yang dipenuhi dengan keberkahan. Negara yang amat penting dalam peristiwa bersejarah umat islam, yaitu isra’ mi’raj di masjid Al Aqsa.


Setidaknya sekali seumur hidup aku berdoa bisa menjejakkan kaki ke negeri ini. Entah kapan nanti yang pasti menunggu rezeki datang dan tentu menunggu keamanan Palestina kembali. 


  1. Turki

Bukan gara-gara menonton sebuah film yang tahun lalu sempat viral lantas punya keinginan ke negara ini. Lebih tepatnya karena pernah menonton vlog seorang youtuber yang pergi ke Cappadochia dengan pemandangan balon-balon udara beterbangan. Cantik sekali.


Selain itu, sebenarnya karena aku pernah membaca komik tentang penaklukkan negara ini oleh pasukan muslim. Jadi, berharap bisa melihat jejak-jejak sejarah di sana suatu saat nanti.


  1. Kanada

Kenapa ingin ke Kanada? Sebenarnya korban dari sebuah channel youtube juga, sih ini. Gara-gara sering melihat konten seorang ibu yang aslinya berasal dari kota yang sama denganku. Beliau menceritakan bagaimana kehidupan di Kanada dengan fasilitas pendidikan dan kesehatan gratis. 


Namun, yang jauh lebih menarik untukku sebenarnya adalah kita bisa melihat aurora di negara ini. Warna dan bentuknya yang sangat indah ini tidak bisa ditemui di Indonesia. Dan menurut google di Kanada inilah tempat yang paling terlihat ketika ada aurora.


  1. Korea Selatan

Negara yang dari dulu kukagumi dengan budaya membungkuknya. Sangat terlihat bagaimana mereka menghormati orang lain dengan budaya tersebut. 


Selain itu, masyarakatnya yang dengan kuat menggenggam tradisi dan budaya yang dipunyai juga sangat menarik untukku. Orang-orangnya yang pekerja keras dan terbiasa gerak cepat mampu membuatku berdecak kagum.




Rabu, 19 Juni 2024

Family Time, Serunya Mendaki Gunung Betet sampai Puncak. Ngos-ngosan yang Berakhir Bahagia

 

Foto galeri ceritazha.blogspot.com

Hari tasyrik kedua, sekolah anak-anak masih libur. Tiba-tiba saja ada yang mengajak main ke gunung. Yeay, semua langsung berseru dengan semangat, lalu segera bersiap-siap.


Sebenarnya ajakan mendaki gunung ini disebabkan adanya rengekan anak sulung beberapa minggu yang lalu. Dia yang sudah ke sana bersama teman-teman dan gurunya masih kurang puas. Katanya hanya sebentar di puncak karena cuaca sudah sangat panas sehingga tidak punya dokumentasi. Kemarin, Rabu pagi, si Ayah akhirnya mewujudkan keinginannya kembali.


Perjalanan menuju Gunung Betet

Kami berangkat dari rumah pukul 06.00 wib mengendarai 2 sepeda motor dengan membawa 2 tas ransel berisi peralatan masak dan makan. Tentu yang tidak boleh tertinggal adalah bahan makanan berupa mie instan juga baso. Tidak butuh waktu lama untuk sampai lokasi karena memang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Karena tidak ada penitipan motor yang dirasa aman, maka kami menitipkan kendaraan di rumah teman suami. 


Setelah motor berada di tempat yang aman, barulah kami mulai mendaki. Let’s go!


Sebenarnya jalur pendakian ada 2. Jalur yang landai, tetapi akan banyak menemui tanaman berduri kecil-kecil seperti yang pernah dilewati si Sulung ketika bersama teman sekolahnya. 


Nah, jalur lainnya tidak ada tanaman berduri, tetapi lumayan menanjak. Ya, sukseslah untuk membuat kita ngos-ngosan. Dan jalur inilah yang dipilih si Ayah untuk mencapai puncak.


Lucunya, kami sempat agak salah arah karena mengikuti anak-anak tangga yang ternyata menuju ke pemakaman. Padahal saat di bawah kita sebenarnya sudah membaca tulisan ada makam. Ya, syukurnya suami cepat sadar, jadi segera berbalik arah dan menuju jalur yang benar. 


Jalur yang benar untuk menuju puncak ternyata berupa tanah liat yang kering dan pecah-pecah ditutupi oleh banyak daun jati kering yang gugur. Di samping kanan kiri kami, rerumputan pun banyak yang mengering. Hal itu, dikarenakan memang sudah masuk musim panas di daerah ini. 


Jalan setapak yang cukup menanjak ternyata tidak menyurutkan semangat melangkah anak-anak untuk sampai puncak. Ya, walaupun napas kami lumayan tersengal-sengal, tapi masih bisa diatur.


Kira-kira setelah berjalan selama 45 menitan, sampailah kami di puncak Gunung Betet. Yeay, maasya Allah kami semua girang bukan kepalang. Apalagi melihat hamparan hijau yang luas di bawah sana. Langit yang biru dengan cahaya matahari yang mulai menghangat. Sungguh indah ciptaanNya.


Terus, kalau sudah di puncak mau apa?


Foto galeri ceritazha.blogspot.com

Tentu saja kami sibuk berfoto gantian. Ehm … aku dan si sulung maksudnya. Sementara si Ayah dan adik sibuk menyiapkan kompor dan kawan-kawannya untuk memasak sarapan.


Lapar sudah melanda kami berempat, maka kegiatan berfoto untuk sementara dihentikan dulu. Aku dan si Sulung akhirnya turun tangan membantu duo lelaki memasak dan menyiapkan mie instan.


Sembari menikmati indahnya alam ciptaan Allah, kami menikmati sarapan bersama, ngobrol bersama, sekaligus membuat dokumentasi berupa video dan juga foto tentunya. 


Ah, sungguh nikmat manalagi yang akan kudustakan. Momen seperti ini, kebersamaan yang masih full team seperti ini, pemandangan luar biasa itu, belum tentu bisa dinikmati setiap pekan atau setiap bulan. Maka, sungguh harus dinikmati setiap momen indah yang ada walaupun capai sedikit melanda. Yang penting masih tetap happy semua.









Selasa, 18 Juni 2024

Galau Memilih Sekolah untuk Anak? Ini Dia 5 Tips untuk Mengurangi Galau



Dalam proses menentukan pilihan memang selalu diliputi rasa bingung dan galau. Apalagi pilihan yang akan menentukan masa depan. Wah, sudah jelas galaunya maksimal karena pasti ada rasa takut jika salah memilih.


Tidak terkecuali memilihkan sekolah untuk anak. Pengalaman pribadiku, galaunya maksimal ketika memilihkan sekolah untuk anak pertama saat itu. Meminta rekomendasi saudara yang sudah berpengalaman menyekolahkan pun malah galaunya semakin bertambah.


Nah, di saat galaunya sudah sampai ubun-ubun akhirnya aku memilih untuk diam sebentar. Mengambil jeda untuk mengalihkan pikiran demi menjaga kewarasan dan menemukan solusi tentunya. Setelah itu, ketika isi pikiran lebih jernih, barulah satu-persatu keruwetan pikiran diuraikan perlahan.


Baca juga 2 Resep Masakan Simple buat Kalian yang Kurang Telaten Memasak Daginng


Dari hasil menguraikan pikiran, kemudian ketemulah 5 tips untuk mengurangi kegalauan ketika memilihkan sekolah anak


  1. Mencari persamaan visi misi

Setiap keluarga pasti punya visi misi masing-masing. Dari visi misi keluarga dan visi misi yang dipunya sekolah, lalu kita bisa bandingkan. Adakah persamaannya? Mayoritas berbeda ataukah sama?


Jika yang lebih banyak adalah persamannya, maka kita bisa memasukkannya ke dalam list calon sekolah anak. Karena punya visi yang sama dengan sekolah anak itu sangat penting. Kita akan bisa bekerja sama dengan baik bersama pihak sekolah untuk memberikan pendidikan terbaik untuk anak. Kita pun akan lebih menghargai para pengajarnya. 


Ketika orang tua bisa menghargai para gurunya, anak-anak pun akan mendapat ilmu yang berkah. Insya Allah.


  1. Melihat cara berpakaian para guru

Dulu, ketika aku bingung mencarikan sekolah anak, entah kenapa yang membuatku tertarik untuk pertama kali adalah cara berpakaian para gurunya. Untuk seorang muslim tentu saja pakaiannya harus menutup aurat dengan baik dan benar. Bukan asal menutup, ya kalau prinsipku. 


Kenapa begitu? 

Anak lebih banyak melakukan apa yang mereka lihat, bukan yang mereka dengar. Jadi, menurutku mereka harus mendapat contoh yang baik. Apalagi seorang guru yang biasanya sangat dipatuhi anak-anak dibandingkan orang tuanya sendiri.


  1. Bertanya kepada pihak sekolah tentang seluk beluk sekolah

Ini tidak kalah penting. Kita mengetahui seluk beluk sekolah, mulai dari kurikulum yang dipakai, pembiasaan apa yang ditanamkan, budaya apa yang biasa mereka lakukan, bagaimana cara berkomunikasi dengan murid, bagaimana memperlakukan murid, dan lain-lain.


Dari informasi tentang seluk beluk sekolah, kita akan tahu apakah visi misinya benar-benar dilaksanakan atau hanya tulisan belaka. Kita juga punya gambaran akan seperti apa anak diperlakukan dan dibiasakan.


  1. Mencari informasi dan testimoni kepada walimurid

Poin ini sebenarnya bisa menjadi petunjuk, tetapi bisa pula menjadi bahan menggalau lagi. Dari wali murid senior kita pasti akan mendapatkan penilaian yang tidak obyektif karena berdasarkan pengalaman masing-masing pastinya. Jadi, ada kemungkinan kita akan semakin bingung.


Nah, untuk mencegah kebingungan carilah lebih dari 5 testimoni wali murid. Lalu bandingkan apakah lebih banyak keluhan atau pujian terhadap sekolah tersebut.


  1. Mencari informasi pembiayaan sekolah

Sembari melakukan 4 tips di atas, jangan lupa mencari informasi mengenai besarnya seluruh pembiayaan sekolah. Sekalian untuk mengukur kemampuan kita menyekolahkan anak di tempat tersebut.


Jangan sungkan untuk bertanya mengenai apakah boleh dicicil? Apakah akan ada biaya-biaya tambahan untuk kegiatan nantinya? Apakah ada potongan harga? Jika ada, syaratnya apa?



Harus detail, ya agar jelas semuanya. Kalau semua informasi sudah jelas, pasti akan lebih enak untuk membuat pertimbangan bersama pasangan dan anak jika sudah bisa dilibatkan.


Semoga 5 tips di atas bisa membantu mengurai kegalauan kalian.


Senin, 17 Juni 2024

2 Resep Masakan Simple Buat Kamu yang Kurang Telaten Memasak Daging


Sukacita Hari Raya Idul Adha masih sangat terasa. Di berbagai media sosial tersebar foto-foto kebersamaan keluarga dengan kegiatannya mengolah daging kurban. Suara para tetangga yang sibuk dengan dagingnya pun tidak kalah riuh sampai hari ini.


Lalu, bagaimana denganku? Sebagai orang yang tidak begitu maniak dengan daging, maka sebagian besar daging sudah masuk dengan tenang ke dalam lemari pendingin. Siang kemarin sudah memasak hanya sebagian kecil saja. Masak pun hanya menggunakan resep masakan yang simple karena buru-buru untuk makan siang.


Selain itu, karena aku tidak begitu telaten memasak dan untuk memasak dengan resep yang prosesnya panjang pun dibutuhkan mood yang benar-benar bagus. Untuk menghasilkan masakan dengan cita rasa yang tidak sanggup ditolak oleh lidah keluarga.


Kalau kalian dagingnya sudah dimasak apa saja hari ini? Suka masakan simple atau yang ribet dengan proses panjang?

Nah, untuk yang tim tidak telaten memasak,  maunya resep simple memasak daging, boleh dicoba 2 resep berikut ini.


2 Resep Simple Masakan Berbahan Daging untuk Kalian yang Kurang Telaten Memasak


Oseng Daging Cincang dan Buncis

Sumber: food.detik.com

Bahan yang dibutuhkan:

  • Daging secukupnya. Bisa dihaluskan dengan mixer atau chopper. Bisa juga diiris kecil dengan pisau yang tajam

  • Buncis dipotong sesuai selera. Oseng dengan minyak sedikit dan api sedang untuk menghilangkan bau khasnya

  • Wortel diiris memanjang seperti korek api

  • Bawang merah dan putih secukupnya

  • Kemiri secukupnya

  • Cabai jika suka pedas

  • Merica bubuk sedikit saja agar tidak terlalu pedas dan panas di lidah

  • Saus tiram

  • Kecap manis

  • Air

  • Gula dan garam


Cara Memasak:

  1. Haluskan bawang merah dan putih, kemiri, juga cabai

  2. Setrlah halu, tumis bumbu halus sampai harum, lalu masukkan daging giling atau cincang. Oseng sebentar sampai daging berubah warna semua

  3. Masukkan air secukupnya, lalu biarkan mendidih

  4. Masukkan wortel

  5. Setelah wortel setengah matang, masukkan buncis. Tunggu sampai duo sayur agak matang.

  6. Masukkan bumbu garam, gula, kecap, saus tiram, dan merica

  7. Koreksi rasa. Kalau sudah enak, siap disajikan.


Baca juga 5 Pertanyaan yang Sering Dipertanyakan Anak tentang Hari Raya Idul Adha beserta Jawabannya

Sup Daging Mix Sayur


Sumber: fimela.com


Bahan yang perlu disiapkan:

  • Daging dipotong kecil-kecil agar cepat empuk

  • Wortel, buncis, dan kentang potong sesuai selera saja

  • Daun bawang diiris sesuai selera

  • Bawang goreng

  • Bawang merah dan putih

  • Merica bubuk

  • Pala bubuk

  • Garam dan gula

  • Air


Cara memasak:

  1. Didihkan air, lalu masukkan daging

  2. Haluskan bawang merah dan putih, merica, juga pala

  3. Bumbu halus ditumis sampai harum dengan api sedang dan minyak sedikit

  4. Setelah matang, masukkan bumbu yang sudah ditumis ke dalam panci berisi daging rebus

  5. Setelah daging mulai empuk, masukkan wortel dan kentang lebih dulu

  6. Setelah sayur yang pertama setengah matang, masukkan buncis.

  7. Setelah semua sayur matang, segera masukkan gula, garam, daun bawang serta bawang goreng

  8. Koreksi rasa, lalu sajikan segera jika sudah pas dilidah

Sumber: aplikasi cookpad


Setelah membaca dua resep di atas, resep simple mana yang akan menjadi daftar olahan daging berikutnya? 


Semoga menginspirasi dan selamat mencoba.


Minggu, 16 Juni 2024

5 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Anak Tentang Hari Raya Idul Adha Beserta Jawabannya

 


Momen hari raya selalu disambut dengan riang gembira oleh semua muslim di dunia. Baik hari raya idul fitri maupun hari raya idul adha. Tua, muda, dan anak-anak tidak ada yang tidak  bersukacita ketika hari itu datang. 


Namun, pada perayaan hari raya idul adha berbeda dengan perayaan hari raya idul fitri. Dan hal itu sering menjadi pertanyaan anak-anak yang masih duduk di jenjang TK sampai SD sekitar kelas 3. 


Seringkali pertanyaan yang dilontarkan anak-anak menjadi bom untuk orang tua ketika belum siap dengan jawabanya. Tidak perlu merasa panik ketika belum tahu jawaban seputar hari raya idul adha. Minta izinlah pada anak untuk mencari jawabannya dulu dengan membaca tulisan ini.


Baca juga Menjalani Hidup dengan Bahagia dari Hati. Apa yang Harus Dilakukan?


Berikut 5 pertanyaan tentang hari raya idul adha yang sering dipertanyakan anak-anak beserta cara gampang menjelaskannya.


  1. Kenapa menyembelih kambing atau sapi? Kan kasihan hewannya.

Allah yang memerintahkan untuk menyembelih kambing atau sapi saat hari raya idul adha. Dia sudah memberikan contoh dengan kisah Nabi Ibrahim. 


Kambing dan sapi yang dikurbankan pun akan dibagi-bagikan kepada orang yang tidak mampu. Tujuannya agar mereka turut merasakan nikmatnya daging hewan tersebut. Bukan hanya telur atau daging ayam saja. 


  1. Kenapa Nabi Ibrahim menyembelih anaknya? Tega sekali.

Karena Allah yang memerintahkan, jadi Nabi Ibrahim dan putranya harus patuh. Ya, walaupun dengan sangat berat hati. Nabi Ismail juga sangat ikhlas menerima perintah Allah tersebut.


Pada akhirnya, Allah pun mengganti dengan seekor domba karena keikhlasan Nabi Ibrahim beserta putranya. Jadi, Nabi Ismail tetap hidup bersama Nabi Ibrahim.


  1. Apa ada tarawih setelah nanti berbuka puasa?

Puasa sunnah sebelum hari raya idul adha berbeda dengan puasa di bulan Ramadan. Puasa di bulan Dzulhijah sunnahnya hanya satu hari di tanggal 9 saja. Malamnya, setelah berbuka tidak ada tarawih. Hanya gema takbir yang digaungkan sampai besok paginya untuk menyambut hari raya.


  1. Apakah aku boleh ikut berkurban?

Anak-anak yang belum baligh tetap boleh ikut berkurban. Justru itu adalah hal yang baik untuk belajar menjalankan perintah Allah dan juga belajar berbagi. Jadi, tidak ada salahnya anak-anak berkurban dengan uang tabungannya sendiri ataupun dengan uang pemberian dari orang tuanya.


  1. Apakah aku boleh melihat hewan  kurban yang disembelih?

Boleh saja asalkan tidak ada rasa takut setelahnya. Alangkah baiknya jika belum pernah sama sekali melihat, tetapi ingin sekali melihat, dari jarak jauh dulu. Jika sudah siap, barulah mendekat perlahan-lahan. Tentunya dengan didampingi ayah atau ibu, ya. Jangan sendirian.


Setiap pertanyaan yang keluar dari mulut anak bisa menjadi media untuk memberi pelajaran penting. Tidak terkecuali pertanyaan tentang hari raya idul adha. Jadi, pastikan orang tua tahu jawaban yang benar agar tidak menyesatkan anak nantinya. Jika belum tahu jawabannya, jujurlah. Kemudian minta izin sebentar untuk mencari jawaban yang pasti dan benar. 


Semoga anak-anak tumbuh menjadi anak yang cerdas dan membanggakan.

Review Buku

Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1

  Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1 Poster Drakor Gyeongseong Creature Sumber: google.com   Cerita Singkat Gyeon...