Dalam proses menentukan pilihan memang selalu diliputi rasa bingung dan galau. Apalagi pilihan yang akan menentukan masa depan. Wah, sudah jelas galaunya maksimal karena pasti ada rasa takut jika salah memilih.
Tidak terkecuali memilihkan sekolah untuk anak. Pengalaman pribadiku, galaunya maksimal ketika memilihkan sekolah untuk anak pertama saat itu. Meminta rekomendasi saudara yang sudah berpengalaman menyekolahkan pun malah galaunya semakin bertambah.
Nah, di saat galaunya sudah sampai ubun-ubun akhirnya aku memilih untuk diam sebentar. Mengambil jeda untuk mengalihkan pikiran demi menjaga kewarasan dan menemukan solusi tentunya. Setelah itu, ketika isi pikiran lebih jernih, barulah satu-persatu keruwetan pikiran diuraikan perlahan.
Baca juga 2 Resep Masakan Simple buat Kalian yang Kurang Telaten Memasak Daginng
Dari hasil menguraikan pikiran, kemudian ketemulah 5 tips untuk mengurangi kegalauan ketika memilihkan sekolah anak
Mencari persamaan visi misi
Setiap keluarga pasti punya visi misi masing-masing. Dari visi misi keluarga dan visi misi yang dipunya sekolah, lalu kita bisa bandingkan. Adakah persamaannya? Mayoritas berbeda ataukah sama?
Jika yang lebih banyak adalah persamannya, maka kita bisa memasukkannya ke dalam list calon sekolah anak. Karena punya visi yang sama dengan sekolah anak itu sangat penting. Kita akan bisa bekerja sama dengan baik bersama pihak sekolah untuk memberikan pendidikan terbaik untuk anak. Kita pun akan lebih menghargai para pengajarnya.
Ketika orang tua bisa menghargai para gurunya, anak-anak pun akan mendapat ilmu yang berkah. Insya Allah.
Melihat cara berpakaian para guru
Dulu, ketika aku bingung mencarikan sekolah anak, entah kenapa yang membuatku tertarik untuk pertama kali adalah cara berpakaian para gurunya. Untuk seorang muslim tentu saja pakaiannya harus menutup aurat dengan baik dan benar. Bukan asal menutup, ya kalau prinsipku.
Kenapa begitu?
Anak lebih banyak melakukan apa yang mereka lihat, bukan yang mereka dengar. Jadi, menurutku mereka harus mendapat contoh yang baik. Apalagi seorang guru yang biasanya sangat dipatuhi anak-anak dibandingkan orang tuanya sendiri.
Bertanya kepada pihak sekolah tentang seluk beluk sekolah
Ini tidak kalah penting. Kita mengetahui seluk beluk sekolah, mulai dari kurikulum yang dipakai, pembiasaan apa yang ditanamkan, budaya apa yang biasa mereka lakukan, bagaimana cara berkomunikasi dengan murid, bagaimana memperlakukan murid, dan lain-lain.
Dari informasi tentang seluk beluk sekolah, kita akan tahu apakah visi misinya benar-benar dilaksanakan atau hanya tulisan belaka. Kita juga punya gambaran akan seperti apa anak diperlakukan dan dibiasakan.
Mencari informasi dan testimoni kepada walimurid
Poin ini sebenarnya bisa menjadi petunjuk, tetapi bisa pula menjadi bahan menggalau lagi. Dari wali murid senior kita pasti akan mendapatkan penilaian yang tidak obyektif karena berdasarkan pengalaman masing-masing pastinya. Jadi, ada kemungkinan kita akan semakin bingung.
Nah, untuk mencegah kebingungan carilah lebih dari 5 testimoni wali murid. Lalu bandingkan apakah lebih banyak keluhan atau pujian terhadap sekolah tersebut.
Mencari informasi pembiayaan sekolah
Sembari melakukan 4 tips di atas, jangan lupa mencari informasi mengenai besarnya seluruh pembiayaan sekolah. Sekalian untuk mengukur kemampuan kita menyekolahkan anak di tempat tersebut.
Jangan sungkan untuk bertanya mengenai apakah boleh dicicil? Apakah akan ada biaya-biaya tambahan untuk kegiatan nantinya? Apakah ada potongan harga? Jika ada, syaratnya apa?
Harus detail, ya agar jelas semuanya. Kalau semua informasi sudah jelas, pasti akan lebih enak untuk membuat pertimbangan bersama pasangan dan anak jika sudah bisa dilibatkan.
Semoga 5 tips di atas bisa membantu mengurai kegalauan kalian.





.jpeg)
