Jumat, 02 Februari 2024

Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1


 Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1

Poster Drakor Gyeongseong Creature
Sumber: google.com

 

Cerita Singkat Gyeongseong Creature

Di episode pertama kita diperkenalkan dengan para tokoh di drakor ini. Jang Tae Sang adalah seorang kaya raya pemilik pegadaian Griya Harta Emas yang juga seorang informan handal yang kerap dimintai bantuan. Di rumahnya ada tiga orang staf yang membantunya mengelola pegadaian. 

Berawal dari permintaan seorang polisi, Jendral Ishikawa yang mencari keberadaan wanita simpanannya, Myeong Ja. Dan Chae ok yang sedang mencari ibunya yang sudah menghilang selama 10 tahun tanpa kabar, akhirnya Jang Tae Sang bekerjasama dengan Chae-ok dan ayahnya. 

Tae Sang meminta Chae ok dan ayahnya yang berprofesi sebagai pencari jejak dari Manchuria untuk membantunya menemukan keberadaan Myeong Ja. Chae ok pun meminta Tae Sang untuk menemukan orang yang bernama Sachimoto, seorang pelukis yang diharapkan tahu informasi tentang ibunya.

Adanya kerjasama tersebut rupanya membawa mereka untuk masuk ke Rumah Sakit Oengseong yang seharusnya hanya boleh dimasuki oleh orang-orang Jepang dan para pendukungnya. Tak disangka di rumah sakit itu tersimpan rahasia besar. 

Banyak orang Joseon yang ditangkap dan dipenjara di bawah rumah sakit untuk dijadikan obyek percobaan yang sangat tidak manusiawi. Dipimpin oleh Letnan Kato, percobaan menggunakan najin dan serum akhirnya berhasil mengubah seorang wanita Joseon menjadi monster yang bengis. 

Setelah Tae Sang, Chae ok, dan ayahnya berhasil masuk ke ruang rahasia di Rumah Sakit Oengseong, mereka harus berjuang melawan militer Jepang yang kejam dan juga monster yang mengerikan tersebut. Ditengah perjuangan mereka, hanya ayah Chae Ok yang tidak tertangkap oleh militer Jepang.

Chae Ok ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara oleh Letnan Kato. Di penjara inilah dia akhirnya tahu bahwa ibunya pun berada di tempat itu. Namun, sayang sekali ibunya telah berubah wujud menjadi monster. Sedangkan Tae Sang berhasil berkompromi dengan salah seorang militer Jepang yang setuju untuk membantu Tae Sang menyelamatkan diri, Chae Ok dan orang-orang Joseon yang ditangkap.

Dari semua rangkaian peristiwa yang terjadi di rumah sakit tersebut ada tangan tak kasat mata yang menggerakkan semuanya. Seorang wanita bangsawan Jepang yang menyimpan dendam kepada ibu Chae Ok dan menyimpan rasa suka kepada Tae Sang.

Apakah Jang Tae Sang, Chae Ok, dan orang-orang Joseon berhasil keluar dari rumah sakit itu dengan selamat? Bagaimana nasib Myeong Ja yang dicari Ishikawa? Bagaimana pula nasib ibu Chae Ok selanjutnya setelah berubah wujud? Apakah perasaan wanita Jepang kepada Jang Tae Sang akan terbalas?

Langsung saja kalian tonton seriesnya. Dijamin seru.


Baca juga review buku bertema rumah tangga di sini

Review Drakor Gyeongseong Creature

Gyeongseong Creature, drama Korea yang tayang perdana pada 22 Desember 2023 ini bergenre fantasi, sejarah, thriller, dan dibumbui sedikit romance. Dibintangi oleh aktor dan aktris yang sudah tidak diragukan lagi kemampuan aktingnya, yaitu Park Seo Joon yang memerankan tokoh bernama Jang Tae Sang dan Han so Hee yang berperan sebagai Yoon Chae-ok. 

Alur dalam drama ini maju mundur, jadi harus fokus ketika menonton agar tidak kehilangan runutan ceritanya. Mengambil setting di era penghujung penjajahan Jepang tahun 1945, drama ini dapat memberi gambaran bagaimana kondisi negara Korea Selatan dulu khususnya Seoul dan bagaimana kejinya penjajah Jepang.  

Pada episode awal-awal, drama ini terasa agak lambat alurnya karena pengenalan tokoh serta setting tempatnya lumayan lama sehingga agak membosankan. Namun, dimulai dari episode 4 sudah tidak lagi membosankan, melainkan menegangkan sepanjang menonton. 

Sebagai penonton, agak kurang nyaman dengan pencahayaan pada series ini, terlalu gelap. Mungkin karena setting waktunya masa-masa kelam penjajahan jadi dibuat tidak secerah drama dengan setting waktu saat ini.

Dalam beberapa berita yang beredar, chemistry antara Park Seo Joon dan Han So Hee dikatakan masih kurang. Namun, menurut saya chemistry mereka sudah bagus mengingat drama ini bukan bergenre romance, setting waktunya pun di masa penjajahan, dan mereka berdua mempunyai latar belakang kehidupan yang sulit. Jadi, tidak mungkin ada adegan romantis berkencan di restoran mewah atau memberi hadiah coklat.

Drama ini mempunyai ending terbuka karena masih akan ada season 2 yang akan tayang tahun ini juga kabarnya. Masih banyak part yang belum dijelaskan juga, seperti dendam apa yang dimiliki Maeda kepada ibu Chae Ok sampai tega menjadikan temannya obyek percobaan. 

Di episode 10, diperlihatkan Chae Ok yang sudah tidak sadarkan diri berada di dalam air bersama ibunya. Lalu, tiba-tiba membuka mata setelah najin yang keluar dari tubuh ibunya masuk ke dalam mulut Chae Ok. 

 Bagaimana nasib Chae Ok selanjutnya? Akankah hidup kembali dan bersama Jang Tae Sang ataukah berubah menjadi predator?

 Dan siapakah Hon Jae (Park Seo Joon) yang diperlihatkan sebagai pemuda yang hidup di masa kini?

Kita tunggu Gyeongseong Creature Season 2.

Sambil menunggu season 2 dan agar kalian semakin yakin untuk menonton drama ini bisa baca juga review Gyeongseong creature di sini

 Pelajaran yang Bisa Diambil

  • Ketika manusia berada dalam kondisi yang sulit dan mendesak, sebagian besar akan menuruti egonya untuk bertahan hidup tanpa memikirkan bagaimana keadaan orang terdekatnya.

  • Adalah sebuah kebenaran bahwa orang terdekatlah yang paling sering menghancurkan kepercayaan kita.

  • Akibat dari keserakahan memang tidak terasa saat itu juga. Namun, di kemudian hari pasti perlahan akan membuat kita hancur.

  • Menjadi seorang wanita yang mandiri dan bisa bersikap tegas adalah salah satu jalan untuk bisa bertahan hidup.


Sabtu, 04 November 2023

Review Buku Unsencored #teronglyf (18+)

 



Judul: Unsencored (18+)

Jumlah halaman: 279

Penulis: Citra Ayu Mustika

@olevelove

Penerbit: PT. Kawan Pustaka


Blurb


Ketika seks masih dianggap kaku untuk dibahas, tidak untuk Citra Ayu Mustika. Pemilik akun IG @olevelove ini justru menjadikan isu ini sebagai salah satu konten di media sosialnya, selain tentang ASI. Istilah #teronglyf sendiri ia buat untuk menggambarkan masalah pasutri yang lebih luas mencakup seks, perasaan, keuangan, dan masalah rumah tangga lainnya. Diluar dugaan, postingan pertama #teronglyf direspon sangat antusias oleh followersnya. Terbukti permasalahan pasutri lebih ngeri dibanding ASI. Buntutnya semakin banyak istri bahkan suami curhat masalah pribadi via DM.


Buku ini menceritakan pengalaman pribadinya ketika mengalami cinta macet dan mulai hambar, ketika rasa cinta berkurang saat gak ada uang, ketika emosi jiwa mengalamibaby blues, ketika pasangan tidak peka, dan banyak masalah kusut lainnya yang mengancam kewarasan suami istri. Diurai dengan bahasa yang santi dan blak-blakan ala mak Citra bikin buku ini seru dan tegang buat dibaca. Temukan juga tips yang bikin kamu deg-degan dan gak bakal kamu temuin di buku lain. Ada yang bisa tebak? Baca bukunya sampai habisss sebelum disensor.



Review


Saya dulu tahu buku ini dari seorang teman yang hobi baca juga. Lalu, coba-coba cari buku ini ketika ada pameran buku di sini. Dan akhirnya nemu dengan harga yang agak miring dibandingkan di toko. Ngomong-ngomong, sebenarnya buku ini sudah saya beli dan selesai baca dari beberapa tahun lalu, tapi seperti biasa dengan alasan ini itu akhirnya batal terus membuat review. Dan baru hari ini terlaksana.


Dari awal membaca blurbnya saya sudah mulai punya feeling kalau buku ini asyik dan seru isinya. Mulai membaca bab 1 saya sudah merasa klik dengan gaya penulisannya yang santai karena menggunakan bahasa gaul sehari-hari anak Jakartaan. Mak Citra pakai kata ganti "Gw" disepanjang cerita buku ini, banyak kata non baku yang digunakan, jadi terasa sedang berhadapan langsung, mendengarkan beliau cerita di depan saya sambil ngopi berdua walaupun saya hanya membaca. 


Buku ini bergenre non fiksi, tapi dijamin tidak harus menguras otak kita untuk memahami isinya.


Inti dari pembahasan di buku ini adalah hubungan antara suami istri setelah mempunyai anak–utamanya soal seks dan komunikasi. Mak Citra banyak membagikan tips bagaimana caranya membangun bonding kembali bersama pasangan setelah berstatus sebagai ayah dan ibu baru yang sibuk dengan anggota barunya. 


Selain itu, ada pula bahasan tentang bagaimana cara menjaga kewarasan seorang suami yang kerap kali diabaikan padahal hal itu juga sangat penting. Ada pembahasan tentang harus bagaimana membangun hubungan dengan mertua dan kekuatan doa seorang istri. Bisa dibilang tiga bab ini adalah bab terfavorit saya karena berhasil menjadi alarm untuk seorang pembelajar yang sering lupa ini.


Buku ini sangat cocok untuk media belajar pasangan baru yang sedang sibuk beradaptasi dengan peran barunya sebagai orang tua. Untuk pasangan lama pun sebenarnya sangat cocok juga. Isi bukunya bisa menjadi pengingat.


Terima kasih untuk penulis, Mak Citra yang sudah mau berbagi banyak tips berumah tangga.



Selasa, 29 Maret 2022

Tahap Kepompong - Day 5

 


Masa-masa haid hari pertama itu selama berada dalam tantangan 30 hari rasanya menjadi hari yang jauh lebih menantang. Emosi saya gampang sekali terpancing, sedangkan untuk menulis jurnal emosi kadang saya hanya mencuri-curi waktu.

Bersyukur dengan zikir pagi petang dan setelah salat fardlu selalu bisa menenangkan hati. Jadi,tidak terlalu meledak si emosi.





Senin, 28 Maret 2022

Tahap Kepompong - Day 4



Hari ini berasa lumayan agak berat karena sedang berjauhan dengan suami. Jadi, harus handle semua tanggung jawab di rumah. 


Mengontrol emosi pun juga lumayan kewalahan karena remnya sedang tidak ada di dekat saya. Ditambah lagi badan rasanya pegal semua karena sudah mendekati hari haid. Sempurna sekali ujian hari ke-4 kali ini dalam melatih emosi.




Ah, iya hampir saja lupa dengan tantangan untuk puasa. Yak, satu minggu ini saya menjalankan puasa bukan sembarang puasa. Bukan puasa makan dan minum, tapi puasa dari aktifitas yang unfaedah dimana biasanya menjadi pengacau pekerjaan yang benar-bemar penting.





Minggu, 27 Maret 2022

Tahap Kepompong - Day 3

 


Saya kira di hari ke-3 ini sudah akan menunjukkan kemajuan dalam pengelolaan emosi negatif. Ah, ternyata belum saatnya. Masih stuck di badge satisfaction. Bersyukur bukan kemunduran yang terjadi.

Hari yang lumayan sibuk, sampai tidak sempat mengurai emosi dengan menuliskannya. Hanya bisa menghalau emosi negatif dengan zikir. Alhamdulillah nada tingginya tidak setinggi langit ketika anak ribut bertengkar.





Sabtu, 26 Maret 2022

Tahap Kepompong - Hari ke-2

 


Hari kedua melatih ilmu alhamdulillah lebih lancar dibandingkan dengan kemarin. Hanya ada sedikit rasa kesal pagi tadi. Selanjutnya sepanjang hari rasanya tenang, damai karena berada di rumah sendirian. Anak-anak pergi latihan memanah kemudian main ke rumah temannya. 

Ternyata kesendirian dan kesepian adalah dua hal yang mampu memenuhi energi saya kembali. Selain zikir yang masih saya latih rutinkan tanpa bolong.







Jumat, 25 Maret 2022

Tahap Kepompong - Day 1

 


Huwaaaah ... Senangnya akhirnya langkah perjuangan ini sampai di tahap selanjutnya, yaitu latih ilmunya. Akhirnyaaa...

Tahap sebelum ini, bukan terlewati tanpa rintangan. Justru harus berjuang keras melawan ketidak nyamanan selama 8 pekan. Makanya pengin sekali secepatnya selesai dan berganti tahapan.hehe ...

Bukan tahapan kali ini lebih mudah. Tentu bukan. Namun, setidaknya hawa baru mungkin membawa ke zona nyaman kembali.

Di zona latih ilmunya ini sebenarnya juga tantangan yang luar biasa. Namun, lebih terasa nyaman untuk menjalani. Ya walaupun di hari pertama ini belum sepenuhnya ilmu itu berhasil dilatih karena alasan ini dan itu.

Selama 30 hari ke depan, ada 2 ilmu yang saya ingin latih dan rutinkan. Semoga besok dan seterusnya bisa menjadi sebuah kebiasaan baik di kehidupan sehari-hari.






Kamis, 17 Maret 2022

Tahap Ulat Pekan 8 - My Buddy, My Support System

 


Wohooooo...sampailah akhirnya dipenghujung pekan tahap ulat ini yang penuh dengan tantangan mengejutkan. Memang benar segala sesuatu butuh proses. Proses itu butuh perjuangan. Perjuangan yang tidak salamanya mulus. Selalu ada tanjakan, kerikil,bahkan duri yang harus dihadapi, bukan dihindari. Seperti tantangan pekan terakhir ditahap ini yang prosesnya luar biasa. Bisa dibilang bersakit-sakit dahulu, berbahagia kemudian karena akhirnya bertemu buddy. Yeeyyyyy...

Cerita bagaimana saya menemukan buddy, bisa dibaca di sin








Bukan hanya menemukan buddy,tapi juga alangkah baiknya memberikan bekal untuk perjalanan panjang dikemudian hari. Inilah bekal yang dia minta untuk mengahadapi tantangan selanjutnya


















Kamis, 10 Maret 2022

Tahap Ulat Pekan 7 - Merefleksi Kegiatan Belajarku

 


Merefleksi Kegiatan Belajarku

Huyeeee...akhirnya sampai di pekan ke-7 walau dengan langkah yang rasanya semakin tertatih, tapi mengandung keseruan yang luar biasa selama perjalanan memakan di kebun apel.


Setelah kegiatan makan lagi dan lagi di pekan lalu, saatnya sekarang merefleksi makanan yang sudah masuk ke perut. Termasuk camilan juga. Lalu melihat kebelakang lagi pada peta belajar sederhana yang sudah dibuat diawal perjalanan. 


Ada banyak makanan yang saya dapat baik di kebun apel maupun dari luar kebun. Banyak bentuk penyajian makanan yang membuat saya harus bisa beradaptasi dengan cepat untuk bisa menikmati makanannya, walau ada rasa kurang nyaman dengan penyajian tersebut.






Melirik kembali peta belajar, tema besar yang saya ambil ada 3, yaitu tentang emosi, inner child, dan self healing. 


Pada tema emosi saya sudah memakan tentang:

  1. Asal muasal emosi

  2. Serba serbi emosi

  3. Mengelola emosi negatif

  4. Manjemen emosi dengan reales

  5. Mengelola emosi untuk seorang ibu


Untuk tema innerchild, yang sudah saya makan:

  1. Mengatasi trauma anak dengan teknik innerchild dan terapi dzikir

  2. Pengaruh trauma masa kecil untuk masa dewasa


Kemudian untuk self healing makanan yang sudah masuk:

  1. Self healing pada aktivitas sehari-hari

  2. Self healing dengan teknik SEFT

  3. Self healing dengan teknik ho'oponopono

  4. Self healing dengan teknik free writing

  5. Self love


Sebenarnya rasa ingin tahu saya masih besar tentang 3 tema diatas hingga pekan ke-7 ini. Insyaa Allah akan terus digali ilmu tentang tema tersebut.







Minggu, 06 Maret 2022

Tahap Telur 6 - Hadiah untuk Temanku


Tahap Telur 6 - Hadiah untuk Temanku


Sampai pada pekan ke-6 ini, tugas utama ulat masih terus saja melahap makanan. Makananku pekan ini masih seputar innerchild yang semakin dipelajari, semakin membuat penasaran. Pekan ini diberi kebebasan untuk memakan makanan dari media apapun. Tentu saja saya memilih untuk mencari makanan yang berupa teks karena lebih cepat untuk menangkap materi dibandingkan dengan yang audio.




Sebagai manusia yang punya tetangga, punya teman juga setelah pekan lalu sibuk mencari kenalan teman baru. Pekan ini selain mencari makananku sendiri, juga mencarikan makanan kesukaan teman-teman. Untung saja pekan lalu sudah berbincang tentang makanan favorit mereka, jadi pekan ini tinggal memikirkan akan diberi dalam bentuk apa dan dibungkus memakai apa. Yaa, walaupun cukup memeras otak untuk mencarikan mereka makanan dan membungkus secantik mungkin, tapi seru pastinya. Apalagi melihat respon mereka yang mau menerima dengan senang hati walaupun hadiah yang saya berikan sangat sederhana. Semoga hadiahnya bermanfaat




 

Review Buku

Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1

  Review Drakor Akhir Tahun 2023: Gyeongseong Creature Season 1 Poster Drakor Gyeongseong Creature Sumber: google.com   Cerita Singkat Gyeon...